Menu

Hujan Disertai Badai, Sumbar Dilanda Bencana

  Dibaca : 672 kali
Hujan Disertai Badai, Sumbar Dilanda Bencana
BANJIR— Camat Harau Andri Yasmen bersama Babinsa meninjau lokasi banjir yang merendam rumah dan lahan pertanian warga.

Lahan Pertanian Digenangi Banjir, Rumah Rusak Ditimpa Pohon dan Longsor

LIMAPULUHKOTA, METRO – Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat mengakibatkan terjadinya bencana longsor, banjir dan pohon bertumbangan. Beberapa wilayah yang terdampak seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam dan Kota Padang.


Di Kabupaten Limapuluh Kota hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir membuat sejumlah sungai meluap. Akibatnya, areal pertanian dan kolam ikan milik warga rusak diterjang bencana banjir, Minggu (8/12). Bahkan, banjir juga memasuki rumah-rumah masyarakat.

Tidak hanya itu saja, saking tingginya genangan banjir, beberapa ruas jalan sempat terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan. Sampai saat ini, BPBD setempat dalam status siaga bencana mengingat cuaca yang masih belum stabil.

Di Jorong Tarantang, Nagari Tarantang, dan Jorong Lubuak Batingkok, Jorong Tigo Balai, Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, hujan yang menggyur sejak pagi, membuat tiga rumah warga digenangi banjir. Air masuk ke rumah warga dengan ketinggian lebih 30 cm yang disebabkan luapan Batang Harau.


“Memang akibat hujan semalam, air menggenangi rumah dan lahan persawahan masyarakat dibeberpa Jorong di Dua Nagari di Kecamatan Harau. Kita sudah turun langsung ke lokasi banjir yang terjadi akibat luapan sungai. Banjir mulai masuk rumah warga sekitar pukul 11.00 WIB,” sebut Camat Harau, Andri Yasmen, saat meninjau lokasi, Minggu (8/12).

Sementara itu, Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir mengatakan, dari pemantauan yang telah dilakukan, hujan deras berdampak kenaikan debit air di beberapa sungai. Hujan mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Luapan air sungai menyebabkan sejumlah jalan tergenang air seperti Jalan Limbanang Andiang di Kecamatan Suliki digenangi setinggi 60-80 cm.

“Air juga menggenangi jalan di Nagari Talang Maur, Nagari Lubuak Batingkok, Nagari Tarantang dan di Nagari Taram, Kecamatan Harau dan di Kecamatan Lareh Sago Halaban khususnya Nagari Balai Panjang, Jorong Kubang Rasau debit air juga agak naik,” kata Joni Amir.

Joni Amir menambahkan, Sungai Batang Maek airnya sudah mencapai panggung pentas potang balimau. Sedangkan di Kecamatan Kapur IX, jalan antara Lubuak Alai Dan Muaro Paiti (Lambe) juga digenangi air. Dua rumah yang tergenang dibagian dapur di Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh.

“Rumah yang tergenang bagian dapur, milik Ratna Yuita Dan Nuraili, dan sudah kita lihat ke lokasi. Untuk areal pertanian dihantam banjir dan kolam ikan warga rusak,” ungkapnya.

Pohon Bertumbangan

Di Kota Padang, angin kencang disetai hujan menyebabkan sejumlah pohon tumbang menimpa rumah, kabel, serta menghambat akses jalan. Berdasarkan laporan yang diterima dari Pusdalops BPBD Kota Padang, angin kencang melanda Kota Padang dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB, yang menyebabkan pohon tumbang di 11 titik.

Kasi Kedaruratan dan Penanganan Bencana BPBD Padang, Sutan Hendra, menjelaskan bahwa pohon tumbang baik yang yang menimpa rumah, kabel, maupun menghambat akses jalan sudah dilakukan pembersihan material. Dari 11 titik pohon tumbang semuanya telah di bersihkan oleh tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Padang di bantu oleh masyarakat.

“11 titik pohon tumbang tersebut terdiri dari 5 titik yang menghambat akses jalan, 4 titik menimpa rumah warga di Kecamatan Kuranji, Selatan dan Padang Timur. Sementara 2 titik menimpa kabel listrik. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, tetapi pohon tumbang mengakibatkan rumah warga rusak dan listrik padam serta akses jalan terhambat. Kita menurunkan 22 personil yang dibagi ke dalam 3 tim,” kata Sutan Hendra.
Sementara di Kabupaten Agam, dua rumah warga mengalami kerusakan ditimpa pohon tumbang. Pertama, rumah milik Yuliana (44) yang terletak di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Kedua, rumah Milik Irma Neli U (43) yang terletak di Penurunan Aia Angek, Jorong Gasang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

Kepala BPBD M Lutfi melalui staf Pusdal Ops BPBD Agam, Lukman Syahputra mengatakan, dua rumah yang ditimpa pohon ini berada di satu Kecamatan namun beda nagari. Untuk penanganan, pihaknya sudah melakukan evakuasi dan permbersihan terhadap material pohon tumbang menimpa rumah.

“Rumah Yuliana memang cukup parah karena pohon yang tumbang tersebut memang tumbang di tenga-tengah rumahnya sehingga bahagian tengah rumahnya tersebut nyaris ambruk di hantam pohon besar yang tumbuh di dekat rumhanya. Kerugian lebih kurang 150 juta. Sematara rumah milik Irma Neli hancur di bagian dapurnya dan kerugian diperkirakan puluhan juta,” ujarnya.

Selain menimpa rumah, pohon tumbang juga menghambat akses jalan di kelok 21 kawasan Kelok 44. Akibatnya, akses menuju Kota Bukittinggi dan Lubuk Basung tersendat sekitar 2 jam. Tidak itu hanya ditimpa pohon tumbang, rumah milik Martini (85) di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak rusak diterjang angin puting beliung.

Tanah Longsor

Rumah milik Suarti alis Upiak Lapau (57) yang sangat dekat dengan tebing di Korong Bukik Caliak, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Padang Pariaman rusak dihantam bencana tanah longsor. Setelah kejadian, anggota BPBD bersama masyarakat langsung mengevakuasi keluarga korban ke lokasi aman lantaran hujan deras masih turun.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padangpariaman, Edison,

“Kita sudah membersihkan material yang menghantam dapur rumah korban. Tebing yang longsor lebarnya sekitar delapan meter dan tinggi satu meter. Yang rusak bagian dapur rumah korban. Kerugian sekitar Rp 5 juta,” pungkas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padangpariaman, Edison.

Waspada Hujan Lebat, Angin Kencang dan Petir

Peringatan dini cuaca ekstrem telah secara resmi dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu (8/12). Beberapa daerah berpotensi hujan lebat dan hujan lebat disertai angin kencang maupun petir/kilat. Berikut wilayah diprakirakan berpotensi terjadi hujan lebat dan hujan lebat disertai angin kencang, petir/kilat sebagaimana dikutip dari BMKG.go.id.

Wilayah berpotensi hujan lebat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kep. Riau, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Sementara Wilayah berpotensi hujan lebat disertai angin kencang, petir/kilat seperti, Aceh, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara,Papua.

Menurut BMKG massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, jawa Barat, Jawa Timur, papua Barat dan Papua. Wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepri, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi tengah, maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat memiliki potensi konvektif dari faktor lokal.

Badan Meterologi, Kalimatologi dan Geofisika juga menyampaikan peringatakan sejumlah daerah di Sumatera Barat waspada potensi hujan sedang hingga lebat khususnya pada malam hari. Beberapa daerah yang waspada potensi hujan sedang hingga lebat itu seperti Wilayah Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Bukittinggi, Agam, tanahdatar, Sijunjung Sawahlunto, Dharmasya, kabupaten Solok, Solok Selatan, Kota solok dan sekitarnya. (us/r/pry/z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional