Menu

Hujan Badai, Harga Ikan Naik, Pedagang Pasar Raya Padang Banyak Jual Ikan yang Diawetkan

  Dibaca : 52 kali
Hujan Badai, Harga Ikan Naik, Pedagang Pasar Raya Padang Banyak Jual Ikan yang Diawetkan
WAMENAG— Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menilai edukasi masyarakat terkait vaksinasi dan pencegahan penularan Covid-19 sangat penting.

PASARRAYA, METRO–Cuaca badai ber­penga­ruh besar terhadap harga ikan di pasaran. Saat ini harga ikan segar cukup tinggi, karena minimnya pasokan ikan dari nelayan. Ikan yang beredar hanya ikan beku atau ikan yang diawetkan di freezer dalam waktu cukup lama.

“Pasokan ikan dari ne­layan kurang karena cuaca buruk. Makanya harga ikan naik,” sebut Awal (42), sa­lah seorang agen ikan di Pasar Raya Padang, Ming­gu (13/6).

Saat ini, sebagian besar ikan yang diperjualbelikan adalah ikan-ikan beku yang telah diawetkan di freezer. Ikan-ikan itu dikumpulkan pada saat harga ikan mu­rah. Kemudian diawetkan di freezer.

Ketika ikan langka, ma­ka ikan itu dikeluarkan dari freezer  dan dijual kepada konsumen. Maksimal pe­nyim­panan di lemari pen­dingin itu, menurut Awal, adalah selama tiga bulan. Lewat dari waktu tersebut, daging ikan sudah tidak bagus lagi untuk dikon­sumsi.

“Artinya, ikan yang ada sekarang dan dijual peda­gang adalah ikan beku. Karena ikan segar tak ada,” tan­das Awal.

David (37), pedagang ikan lainnya mengatakan bahwa mahalnya harga ikan juga mempengaruhi daya beli masyatakat. Ke­ce­nderungan konsumen, mereka akan beralih men­cari lauk pauk yang lain, ketika harga ikan mahal dan tak segar.

“Agak sakit kepala seka­rang, ikan tak ada, hargaya ma­hal pula. Orang pun tak mau membeli,” tandas Da­vid. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional