Menu

Hubungan Terlarang Terjadi di Kota Payakumbuh, Kakak Nikahi Adik Kandung

  Dibaca : 1308 kali
Hubungan Terlarang Terjadi di Kota Payakumbuh, Kakak Nikahi Adik Kandung
PENCURI MOTOR— Pelaku RS (23) diamankan di Polres Payakumbuh atas perbuatannya yang melakukan pencurian sepeda motor. Uang hasil penjualan motor pun dipakai untuk menikahi adik kandungnya.

PAYAKUMBUH, METRO
Modus hanya meminjam, seorang pemuda di Kota Payakumbuh nekat membawa kabur sepeda motor milik tetangganya lalu dijual seharga Rp 1,5 juta. Namun, yang bikin kaget, pemuda itu melakukan pencurian karena terdesak butuh uang untuk menikahi perempuan yang merupakan adik kandungnya sendiri.

Dengan dalih suka-sama suka, pelaku berinisial RS (23) melangsungkan pernikahan secara siri dengan adiknya yang sudah digaulinya sejak lama. Pernikahan itu dilakukan di Bekasi, Jawa Barat. Bahkan, kini adik pelaku itupun dikabarkan sudah mengandung alias hamil satu bulan akibat hubungan sedarah yang mereka lakukan.

Namun, karena uang hasil penjualan sepeda motor itu telah habis untuk biaya hidup pelaku bersama adiknya di Bekasi, pelaku bersama adiknya itu kemudian memutuskan untuk pula ke Kota Duri, Riau dengan bus umum pada tanggal 16 Desember 2020. Tetapi, mereka kehabisan uang untuk ongkos setiba di Palembang.

Untungnya, mereka bertemu dengan perantau Minang di Palembang dan mereka dibantu ongkos oleh perantau tersebut untuk diberangkatkan dari Palembang menuju Kota Padangpanjang. Setiba di Padangpanjang, RS dan P langsung dijumpai keluarganya yang sudah menunggu.

Pelaku RS kemudian diserahkan kepada jajaran Satreskrim Polres Payakumbuh pada Sabtu (19/12) atas perbuatannya yang telah melakukan pencurian sepeda motor milik tetangganya.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim AKP M Rosidi mengatakan, pelaku RS membawa kabur sepeda motor korban yang merupakan tetangganya terjadi pada Selasa 6 Oktober 2020 pukul 07.00 WIB. Pelaku RS meminjam sepeda motor milik tetangganya melalui saksi N (orangtuanya) dengan alasan untuk menjemput pakaian ke Kelurahan Ibuah.

“Atas izin orangtuanya, RS membawa sepeda motor Honda Scoopy warna hitam dengan nomor Polisi BA 2106 M itu dari rumahnya menjemput adiknya P, yang sebelumnya sudah disuruh pelaku untuk menunggu di Ibuah berjarak 150 meter dari rumahnya. Dengan membonceng adiknya itu RS lalu menuju Kota Pekanbaru, Riau,” kata AKP M Rosidi, Rabu (23/12).

Sehari setelah sampai di Kota Bertuah Pekanbaru, Riau, tepatnya tanggal 7 Oktober 2020, RS menjual sepeda motor yang dipinjamnya itu di sebuah bengkel dengan harga Rp 1,5 juta. Setelah menjual murah motor itu, uang hasil penjualan motor digunakan RS dan adik kandungnya untuk ongkos bus umum menuju Kota Jakarta dan Bekasi. Setiba di Bekasi, RS dan P menikah siri.

“Usai menikahi adik kandungnya, RS tidak memiliki uang lagi. Kuat dugaan uang hasil penjualan motor tetangganya sudah habis untuk ongkos bus dan biaya menikah secara siri. Sehingga P meminta kepada RS untuk pulang ke Kota Duri, Riau dengan bus umum. Sampai di Palembang, ongkos bus tidak cukup. RS kemudian menemui perantau minang untuk meminta bantuan,” ungkap AKP M Rosidi.

AKP M Rosidi menuturkan, dari pertemuan itu, perantau di Palembang meng-upload foto RS dan P di grup media sosial perantau Minang dan dilihat oleh keluarganya sendiri. Dari sini, keluarga melacak keberadaan RS dan meminta perantau untuk mengarahkan kakak beradik ini ke Sumbar. Kemudian perantau di Palembang ini memberikan uang dan memesan bus ke Sumatera Barat dan berhenti di terminal Padang Panjang.

“Setiba di terminal, RS langsung diamankan oleh keluarganya sendiri dan kemudian diserahkan ke Polres Payakumbuh. RS menikah dengan adiknya dibuktikan dengan surat nikah yang diperlihatkan kepada kami. Adiknya itu juga sudah hamil satu bulan,” ujar AKP M Rosidi.

Dijelaskan AKP M Rosidi, RS dengan P merupakan saudara kandung satu ibu tetapi beda ayah. Sebenarnya, kasus yang menjerat RS adalah penggelapan sepeda motor. Hanya saja, karena pernikahan sedarah dengan adik kandung sendiri, mendapat perhatian khusus dari masyarakat Payakumbuh.

“Kepada penyidik, RS mengakui memang sudah menikahi P dengan dasar suka-sama suka. Menikah di Bekasi, secara siri. RS saat ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional