Close

Hotman Paris: Irjen Teddy Tak Ada Perintah Ganti Sabu dengan Tawas

DITAHAN— Mantan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa dibawa ke Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya.

JAKARTA, METRO–Mantan Kapolda Sum­bar Irjen Teddy Minahasa membantah memerintah­kan mantan Kapolres Bukit­tinggi AKBP Dody Prawira­negara untuk mengganti barang bukti 5 kilogram sabu  hasil tangkapan de­ngan tawas.

Hal itu disampaikan ku­a­sa hukum Teddy, Hotman Paris Hutapea, untuk me­nyanggah tuduhan adanya perintah kepada Dody agar menyisihkan narkoba, lalu menggantinya dengan ta­was agar aksinya tidak diketahui.

“Soal tudingan meme­rintahkan dicampur tawas itu juga tidak benar,” ujar Hotman dalam ketera­ngan­nya, Rabu (26/10).

Menurut Hotman, tudi­ngan terhadap Teddy da­lam keterangan yang di­sampaikan pihak Dody ti­dak berdasar. Sebab, Ted­dy telah mengumumkan bahwa jajarannya menyi­sihkan 5 kilogram sabu hasil sitaan untuk keper­luan pe­nyelidikan lanjutan, sebe­lum dimusnahkan ber­sa­ma-sama dengan peme­rintah daerah dan kejak­saan.

“Teddy secara terang-terangan menyatakan saat itu bahwa yang dihancur­kan hari ini kurang lebih 35 kilogram. Kemudian ada 5 kilogram sabu yang disi­sihkan untuk barang bukti perkara,” kata Hotman.

“Jadi benar-benar tidak ada tawas yang dicampur karena diakui bahwa 5 kilogram ini telah disisihkan,” sambungnya.

Sebelumnya, Dody me­nyebut bahwa dirinya men­dapat perintah dan tekanan dari Teddy untuk mengambil 5 kilogram sa­bu hasil sitaan Polres Bukittinggi. Teddy pun meminta Dody menukar nar­koba yang diambil dengan tawas agar aksinya tidak diketahui karena ber­kurang­nya jumlah barang bukti.

“AKBP Dody menjalankannya dengan keadaan tertekan, walaupun dalam hatinya menolak. Akhirnya dia menjalankan perintah agar loyal, walaupun dia tidak punya niat,” ujar kuasa hukum Dody, Adriel Viari Purba.

Adriel pun menegaskan bahwa Teddy merupakan otak utama dari kasus yang menjerat Dody dan sembilan tersangka lainnya. “Semuanya memberikan keterangan bahwa Pak TM otak dari skenario dan rentetan peristiwa ini,” pung­kasnya.

Keterlibatan Teddy Minahasa dalam kasus peredaran narkoba terungkap dari penyelidikan penyidik Polda Metro Jaya. Dalam proses penyelidikan, Polda Metro Jaya mengungkap jaringan pengedar narkoba dan me­nangkap tiga warga sipil.

Setelah itu, penyidik Polda Metro Jaya melakukan pengembangan dan menemukan keterlibatan tiga polisi. Pengembangan penyelidikan terus dilakukan sampai akhirnya penyidik menemukan keterlibatan Teddy.

Kadiv Propam Irjen Sya­hardiantono pun diminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjemput Teddy untuk diperiksa. Polda Metro Jaya kemudian menetapkan 11 orang sebagai tersangka kasus dugaan peredaran narkoba jenis sabu, termasuk di antaranya Teddy Minahasa.

Sedangkan 10 orang lainnya adalah HE, AR, Aipda AD, Kompol KS, Aiptu J, Linda, AW, Arif, AKBP Dody, dan DG. Kini, Teddy dan para tersangka lainnya telah mendekam di Ruang Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya.

Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2, juncto Pasal 132 Ayat 1, juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top