Menu

Hotel Berbintang Tempat Ideal Transaksi Narkoba

  Dibaca : 3664 kali
Hotel Berbintang Tempat Ideal Transaksi Narkoba
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)

Say no to rug -
SAWAHAN, METRO–Wah, luar biasa. Hotel berbintang sepertinya adalah tempat yang paling aman untuk melakukan transaksi narkoba. Pasalnya, ada aturan yang melarang dilakukannya razia terhadap pengunjung yang ada di hotel berbintang tersebut. Sehingga, orang yang memiliki keinginan melakukan kejahatan bisa dengan leluasa melakukannya karena tidak ada razia sama sekali.

Lihat saja sejumlah hotel berbintang yang ada di Kota Padang. Hampir setiap hari ada penangkapan narkoba di dalam kamar hotel tersebut. Terakhir, penangkapan narkoba di lobi Pangeran Beach Hotel dan petugas berhasil mengamankan empat butir inex. Sepertinya, pengawasan dari petugas ataupun manajemen hotel sangat kurang terhadap hal tersebut.
Anggota DPRD Padang, Maidestal Hari Mahesa menilai bahwa jika terbukti mereka memfasilitasi kegiatan tersebut. Mungkin saja izin usaha mereka bisa dicabut. Harus berhati-hati dalam kasus ini, karena dalam aturannya hotel berbintang memang tidak diperbolehkan melakukan razia.

”Namun, di sinilah peranan pemilik hotel hendaknya memberikan pengamanan dan mengawasi terhadap orang yang datang ke hotelnya. Sehingga hal seperti ini tidak akan lagi kita temui,” katanya kepada POSMETRO, Rabu (10/2) kemarin.
Mengingat ada aturan dari Kementerian Pariwisata terkait aturan razia di hotel berbintang. Tapi, walaupun ada aturan tersebut, seharusnya ada koordinasi dengan para pemilik hotel. “Kita meminta Pemko menuntut agar pihak internal hotel lebih waspada dan membuat aturan ketat terhadap pengunjung hotel,” ujarnya.

Dikatakannya, harus ada sosialisasi bangunan yang dipergunakan untuk umum agar mereka bisa mengawasi orang-orang yang memiliki geliat buruk di lokasi yang mereka miliki. “Semua pihak harus bersinergi agar peredaran narkoba bisa segera teratasi,” tutupnya.

Sementara, anggota DPRD Helmi Moesim menilai harus ada kerja sama antara BNK, Kepolisian dan asosiasi hotel dalam menyikapi persoalan ini. “Selama ini memang ada aturan tersebut, sehingga mereka merasa terlindungi untuk melakukan penyalahgunaan narkoba di hotel berbintang,” ucapnya.

Dia menilai bahwa harus ada kesepakatan bersama menyikapi persoalan ini. “Jika tidak ada koordinasi, maka hal ini akan tetap terjadi. Perlu ada keseriusan dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba ini,” tutupnya.

Hotel Punya
Aturan Sendiri

Sementara, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran mengatakan, transaksi narkoba bisa saja terjadi dimana-mana, dan tidak tertutup kemungkinan itu juga terjadi di hotel-hotel berbintang. Namun, hotel sudah punya aturan sendiri dalam hal menerima tamu.

“Kita tak bisa salahkan manajemen hotel, karena narkoba sekarang ada di mana-mana. Tak hanya di hotel saja. Dimana pun transaksi itu bisa dilakukan oleh pelaku,” sebutnya.

Yang jelas, menurutnya, semua manajemen hotel memiliki  aturan baku yang sudah berlangsung lama di dunia perhotelan. Misalnya, pengunjung dilarang membawa senjata tajam, melakukan prostitusi, membawa obat-obat terlarang, membawa hewan peliharaan, membawa buah-buahan beraroma tajam dan berbagai aturan lainnya.

Aturan yang ada di bidang perhotelan itu, kata dia, sudah berlangsung baku dan berlaku di seluruh hotel yang ada di dunia. Dalam prakteknya, aturan itu ditempel di balik pintu atau di meja kamar yang akan digunakan. “Secara aturan kita sudah beritahu pelanggan soal aturan menginap. Kalaupun ada pelaku narkoba memanfaatkan hotel untuk memakai dan bertransaksi narkoba, kita tak bisa salahkan management hotel,” tegasnya.

Selama ini, menurutnya, semua manajemen hotel selalu terbuka jika petugas hendak melakukan penangkapan terhadap tersangka narkoba. Justru, kata dia, jika hotel sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba, maka hal itu akan memberikan preseden buruk pada hotel yang bersangkutan.

”Tak mungkin pengusaha hotel memasilitasi itu. Itu akan merugikan mereka, nama hotel akan tercemar dan tidak akan ada yang mau menginap,” sebutnya.

Justru kata dia, penertiban oleh Satpol PP atau petugas lainnya yang dilakukan di hotel itu membuat suasana tidak kondusif. “Bagaimana pun, kita berupaya maksimal ada ketenangan di hotel. Tidak boleh ada gangguan. Hotel adalah rumah kedua bagi penginapnya. Makanya berusaha agar suasana tetap aman dan nyaman,” pungkas Maulana Yusran.

Emzalmi: Kita Sudah Lakukan Sosialisasi

Sementara itu, Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Padang, Emzalmi mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk aktif melakukan sosialisasi tentang pemberantasan narkoba, termasuk kepada para pengusaha perhotelan. Memberitahu mereka tentang bahaya narkoba dan peredarannya.

”Tugas kita adalah menggiatkan sosialisasi, melakukan pembinaan dan rehabilitasi. Kita sudah lakukan sosialisasi pada semua elemen soal bahaya narkoba ini,” papar Emzalmi.

Terkait adanya penangkapan narkoba yang terjadi di hotel, menurut Wakil Walikota Padang sudah diserahkan sepenuhnya pada penegak hukum. “Karena itu menyangkut tindakan kriminal, kita serahkan pada polisi,” ujarnya.
Di sisi lain, dia mengimbau agar semua lapisan masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran narkoba, apalagi pada kalangan anak-anak. Para orangtua diharapkan lebih perhatian pada anak masing-masing.
”Kita Dukung Polisi”

Dihubungi terpisah, General Manager Pangeran Beach Hotel, Sudjoko mengatakan, pihaknya sangat mendukung kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba. Namun, pihaknya juga tidak akan melakukan pembiaran jika menemukan adanya pengunjung yang membawa narkoba. Tentunya, jika ditemukan pasti akan dilaporkan ke pihak kepolisian.

”Ketika pengunjung akan menginap, identitas mereka dilampirkan saat registrasi. Selain itu, terhadap pengunjung kita tidak bisa memeriksa bawaannya, sebab akan membuat pengunjung keberatan. Begitu juga kita juga tidak tahu apa yang mereka lakukan di dalam kamar, karena itu privasi mereka,” kata Sudjoko.

Tapi, Sudjoko menambahkan, pelaku yang ditangkap itu menginap satu hari, itupun bukan atas nama dia, tapi atas nama orang lain. “Kita tidak tahu persisnya latar belakang pengunjung itu,” ujarnya. (tin/o/r)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional