Close

Hotel Balairung, Menjaga Identitas Minang di Ibu Kota

Hotel Balairung
Hotel Balairung Jakarta

PADANG, METRO–Hotel Balairung Jakarta, Hotel Urang Awak di ibu kota yang mengusung konsep Muslim Friendly Hotel semakin diminati. Tidak hanya, Urang Awak saja yang memilih untuk menginap di hotel ini. Tetapi, hotel dengan ciri khas bagonjong tersebut, juga menjadi pilihan bagi Pemda dan Warga DKI Jakarta.

”Hampir 60 persen pengunjung hotel ini justru dari Pemda dan Warga DKI Jakarta. Selain Pemda dan warga DKI, hotel kita ini juga diminati Pemda lainnya di Indonesia,” terang GM Hotel Balairung Jakarta, Hendras Natanegara didampingi Front Office Manager Hotel Balairung Jakarta, Rina Elfita, saat berkunjung ke Kantor POSMETRO, di Gedung Graha Pena, Jalan Adinegoro, Senin (19/10).

Hotel yang berada di pusat ibu kota, Jalan Matraman Raya No19 Jakarta itu, juga menjadi pilihan bagi wisatwan mancanegara yang datang ke Jakarta. “Untuk saat ini pengunjung hotel banyak berasal dari wisatawan mancanegara seperti dari Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, Malaysia dan Australia,” terangnya.

Sebagai hotel kebanggaan masyarakat Sumbar, Hotel Balairung Jakarta tetap komitmen menjaga identitas budaya Minangkabau dan nilai-nilai Agama Islam. Karena itu, hotel yang  menyediakan 92 kamar ini, selalu menampilkan nuansa Minang dan Islami.

Seperti apa upaya Hotel Balairung Jakarta menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minang serta nilai-nilai Agama? Hendras Natanegara mengatakan, Hotel Balairung Jakarta merupakan hotel syariah. Pelayanan yang diberikan hotel ini, antara lain, pelayanan sahur dan berbuka puasa terhadap pengunjung yang berpuasa Senin-Kamis.

Hotel ini juga memiliki masjid yang besar yang mampu menampung shalat berjamaah, shalat Jumat dan juga kegiatan mengaji rutin. Hotel ini tidak menyediakan makanan yang dilarang agama Islam dan minuman berakohol. Demi menjaga syariat Islam, hotel ini juga melarang pasangan yang bukan muhrim untuk menginap satu kamar dalam hotel.

Sebagai Hotel Urang Awak, Hotel Balairung Jakarta sangat kental menghadirkan nuansa Minangkabau. Mulai dari konsep desain bangunannya, nuansa live musiknya, hingga kulinernya. “Hotel Balairung menyediakan kuliner khas Minang. Mulai dari rendang, jengkol, sambal lado tanak, lamang tapai, dan onde-onde,” terangnya.

Hotel Balairung juga memberikan pelayanan terbaik bagi Urang Awak yang butuh penginapan. ”Kita menyediakan discount, khusus tamu dan pengunjung urang awak. Baik itu, tamu dari Pemda Sumbar, maupun  tamu yang identitas dalam KTP-nya orang Sumbar dan berdomisili di Sumbar,” terangnya.

Hotel Balairung Jakarta, tidak hanya sekedar menyediakan pelayanan untuk tamu yang butuh penginapan. Tetapi, hotel ini juga menyediakan fasilitas tempat bagi para perantau, yang ingin melaksanakan berbagai kegiatan pertemuan dan rapat.

”Hotel Balairung identik dijadikan tempat perkumpulan bagi kaum perantau yang ada di ibu kota seperti Bako IKK, Kelompok Pengajian Perantau Minang, Perkumpulan Tanah Abang setiap daerah dan bahkan perkumpulan alumni/sekolah dan perguruan tinggi,” terangnya.

Untuk fasilitias, hotel ini memiliki total jumlah kamar 92 kamar, yang memiliki luas yang sangat proposional. Dikatakannya bahwa sejak awal dibangun, konsep awalnya bukanlah untuk hotel. Namun seiring waktu berjalan fungsinya dijadikan untuk hotel. Karena itu, dilakukan upaya meningkatkan pelayanan dilakukan perbaikan kualitas SDM dengan seleksi yang sangat ketat.

“Seperti dilakukan pelatihan-pelatihan dan sehingga nantinya akan dikelola secara profesional. Untuk perekrutan karyawan ada berbagai macam syarat. Namun yang terpenting adalah bisa membaca Al Quran. Kalau tidak bisa membaca Al Qquran tidak akan kita luluskan,” tutupnya. (o)

1 Comment

  1. Rancak bana , bersih dan wangi kata teman2 saya yg nginap disana..
    Jaga terus kebersihan ruangan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Comment
scroll to top