Menu

Honor Ditilep, Pelatih PON Tapakik, FA: ”Saya Tidak Mengambil, Tapi Menundanya”

  Dibaca : 796 kali
Honor Ditilep, Pelatih PON Tapakik, FA: ”Saya Tidak Mengambil, Tapi Menundanya”
Togi P Tobing Ketum Pertina Sumbar

PADANG, METRO–Salah seorang pim­pi­nan pengurus Pertina Sum­bar terancam menda­pat­kan sanksi tegas, dari pim­pinan pengurus Penprov Pertina Sumbar. Hal itu menyusul salah seorang oknum pengurus Pertina Sumbar berinisial “FA” diduga telah menilep uang transport dan uang kon­sumsi salah seorang pe­latih tinju atlet PON Sum­bar.  Padahal, dana transport pelatih tersebut bukan haknya. Sementara, Efendi pelatih PON Sumbar ter­sebut merasa dirugikan dengan total Rp13, 9 juta. Uang belasan juta tersebut terdiri dari uang transport dan uang makan minum pelatih. Uang transport selama tiga bulan Rp9 juta @Rp3 juta perbulan ditam­bah uang konsumsi senilai Rp4, 992 juta @Rp1.248 000.

Ketua Penprov Pertina Sumbar Togi P Tobing me­nyayangkan, penilepan uang dana transpotasi dan uang konsumsi pelatih ter­sebut. Namun, sebelum­nya telah dilakukan me­diasi antara “FA” dengan Efendi, namun upaya  me­diasi tersebut tidak. “Na­mun, yang bersangkutan  “FA” tidak mau upaya me­diasi,” ujar Togi kepada wartawan, Minggu (11/7).

Dikatakan Togi, semen­tara “FA” tidak berhak mencairkan uang honor transportasi dan konsumsi tersebut di KONI Sumbar, sebab ia bukan pelatih. Sementara, Efendi meru­pakan berhak menerima honor tersebut karena, dia diusulkan menjadi pelatih atlet tinju PON Sumbar ke KONI Sumbar. Lalu, di SK-kan KONI Sumbar tahun 2020 lalu.

Maka, menyikapi hal ini, internal Pertina Sumbar segera menggelar rapat untuk mengambil langkah tegas terhadap “FA”. Kare­na, dinilai telah melangkahi kewenangan dan kega­duhan di internal Pertina Sumbar.

Sementara, pelatih dan atlet Sumbar lainnya ceria, setelah mereka menerima uang bulanan dari Januari hingga April 2021. Pastinya, dengan menerima uang bulanan ini, menjadi pe­lepas dahaga bagi mereka, untuk berjuang membawa nama Ranah Minang di PON mendatang.

Namun ada seorang pelatih yang kecele. Pelatih tinju atlet PO Sumbar Efen­di mengaku, honor yang seharusnya menjadi hak dia belum diterima selama 3 bulan, dari 4 bulan seha­rusnya diterima. Total u­ang yang digelapkan se­banyak Rp 13.992.000. Di­duga, uang sang pelatih ditilap oknum berinsial “FA”.

“Saya hanya terima honor transport Maret sa­ja. Sementara pada Janua­ri, Februari dan April, serta uang konsumsi dari Januari sampai April belum saya terima. Entahlah kenapa saya belum terima , tapi rekan rekan pelatih yang lain sudah terima,” kata Efendi.

Ia menyebutkan, honor Maret Rp 3 juta sudah dite­rima sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sementara honor pada Januari sebanyak Rp3 juta, Februari sebanyak Rp 3 juta dan April Rp 3 juta belum diteirma. Ditambah uang konsumsi 4 bulan dengan total Rp 4.992.000 juga belum diterima. Sete­lah mendapat informasi dari sesama pelatih persia­pan PON 2021, sudah me­nerima Kamis – Sabtu (8-10 Juli) secara tunai.

Kata Efendi, dia men­jadi pelatih Tinju Sumbar berdasarkan usulan dari Pengprov Pertina Sumbar ke KONI Sumbar. Setelah itu, KONI Sumbar me­ng­e­luar­­kan SK No. 29 /2021, perihal penunjukkan diri­nya bersama Soleman Yal­mav menjadi Pelatih Tinju Sumbar.

Untuk pengalaman men­jadi pelatih tinju, Ia pun sudah unjuk kemampuan pada tahun 1985, saat me­latih Provinsi Riau bersama Kasman Arifin dan Parulan Pangaribuan. Atlet yang diasuh pada saat itu Ikh­wanul, Hamid Tomi, dan sederet petinju lainnya.

“Jadi penunjukkan saya sebagai Pelatih Tinju Sum­bar secara sah, bukan di­tunjuk begitu begitu saja. Jika ada yang menyebut saya tidak bisa melatih tinju, itu salah besar. Kare­na selain atlet, saya juga pernah menjadi Pelatih Tinju Sumbar dulunya,” tegas Efendi yang juga Mantan Petinju Ranah Mi­nang, memulai karir di Sasana Garuda Sakti Se­berang Padang.

Terpisah, mantan Ke­tua KONI Sumbar Syaiful mengaku miris mendengar masih ada juga pengge­lapan uang pelatih di KONI Sumbar. Karena hal itu merupakan perbuatan ti­dak terpuji dan tidak be­r­akhlak mulia. “Selama sa­ya memimpin KONI Sum­bar, berbagai cara dila­kukan, agar uang atlet dan pelatih tidak ditilap oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut. Alham­dulillah tak ada lagi uang atlet dan pelatih ditilap. Tapi setelah saya tak lagi di KONI, hal ini terjadi lagi,”ucapnya bersedih.

Khusus kejadian di Per­tina Sumbar diakui Syaiful, KONI Sumbar mengeluar­kan SK untuk Efendi dan Soleman Yalmav sebagai pelatih tinju, untuk per­siapan PON 2021 Papua, berdasarkan usulan dari Pengprov Pertina Sumbar. “Kalau tidak ada usulan dari Pengprov Pertina Sum­­bar, mana mungkin KONI Sumbar SK kan dua pelatih mereka,”jelas Syai­ful.

Bukan Mengambil, Ta­pi Menunda

Sementara, ketika di­kon­firmasikan kepada “FA”, ia  membantah tidak per­nah mengambil hak platih atas nama Efendi. Ia hanya melakukan upaya memin­ta KONI Sumbar untuk menunda pembayaran u­rang trasnpoer dan kon­sumi terhadap pelatih yang bersangkutan. Semua itu dengan alasanya, karena yang bersangkutan Efendi,  tidak pernah ditunjuk se­bagai sebagai pelatih oleh Pertina Sumbar.

“Sekali lagi, saya tidak pernah mengambil hak pelatih atas nama Efendi, saya hanya meminta KONI Sumbar untuk mrnunda pembayaran haknya. Pe­nun­daan tersebut dilaku­kan membuat surat per­nyataan hitan di atas putih terhadap KONI,” ujar “FA”.

Ditambahkan FA, pe­ununjukan pelatih tersebut tidak boleh begitu saja, akan tetapi berdasarkan usulan dari Pengprov Ca­bor dalam hal ini Pertina Sumbar. Kemudian atas masukan dan saran dari Bidang Kepalatihan Cabor. Selain itu, atas dasar kebi­jakan Ketum Cabor berda­sarkan rapat pimpinan. Kemudian dari itu, ia yang bersangkutan hanuya ter­cantum sebagai pelatih saja, namun ia tak pernah menjalankan Tupoksi-nya sebagai pelatih. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional