Menu

Hoax Corona Marak di Medsos, Dampak Media tak Diberdayakan dengan Maksimal

  Dibaca : 955 kali
Hoax Corona Marak di Medsos, Dampak Media tak Diberdayakan dengan Maksimal
Evi Yandri Rj Budiman

PADANG, METRO
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumabr Evi Yandri Rajo Budiman mengungkapkan, saat ini banyak bertebaran berita-berita hoaks di media sosial (Medsos) tentang wabah virus corona, termasuk juga di Sumbar. Menurut Evi Yandri, berita-berita hoaks ini telah menyulut keresahan di tengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat yang sama sekali tidak mendapatkan informasi yang valid dari pihak terkait virus ini.

Evi Yandri mengaku, prihatin dengan tersebarnya berita-berita hoaks ini. “Bukan tidak mungkin, tersebarnya berita-berita yang tidak jelas sumbernya ini, akan menimbulkan kegaduhan, akan menyulut persoalan baru. Apalagi kondisi masyarakat saat ini cukup memprihatinkan, tentu saja mudah terpengaruh dengan berita-berita tersebut,” ujar Evi Yandri, Senin (13/4).

Hal ini kata Evi Yandri terjadi, karena Humas yang ada di pemerintah baik provinsi, kabupaten dan kota tidak memberdayakan media-media yang ada, terutama media online yang diharapkan dapat mengklarifikasi berita-berita hoaks itu.

Menurut Evi Yandri, humas merupakan sumber berita yang valid.”Tapi kenyataannya setelah saya telusuri, beberapa media sulit mendapatkan informasi, sekali pun itu dari humas sendiri,” ujar Evi Yandri, yang juga Ketua FKAN Pauh IX ini. Saat ini, ada puluhan dan mungkin juga ratusan media online yang tersebar di Sumbar, seharusnya menurut Evi Yandri, humas memiliki kontak redaksi media-media online ini.”Saatnya humas tidak hanya memfasilitasi media-media online yang selama ini sudah bekerjasama dengan pemerintah, humas juga harus menjalin hubungan dengan media-media online yang selama ini belum berjaringan dengan humas masing-masing daerah,” tegas Evi Yandri.

Salah satu solusi untuk mengantisipasi tersebarnya berita-berita hoaks ini kata Evi Yandri, berdayakan seluruh media online yang ada di Sumbar, terutama media-media yang sudah berbadan hukum dan susunan redaksionalnya jelas dan aktual, sekalipun belum terverifikasi di Dewan Pers.

“Sebagian media online yang ada di Sumbar ini sekalipun belum terverifikasi Dewan Pers tapi mereka dikelola oleh orang-orang media yang yang memiliki kompentensi. Bukan media abal-abal. Dalam kondisi saat ini kita butuh media untuk menyebarkan berita yang valid, seharusnya kehadiran mereka jangan diabaikan,” ujar Evi Yandri.

Evi Yandri berharap, agar langkah memberdayakan media ini segera dilakukan humas kabupaten dan kota dan pemprov sendiri supaya berita-berita yang valid tentang virus corona ini tersebar kepada masyarakat sebab berita-berita hoaks ini kini tengah leluasa berkembang biak di media sosial.

“Selain itu, saya berharap agar masyarakat cerdas memilih informasi, jangan mudah percaya dengan berita-berita yang tersebar di media sosial, jangan ikut-ikutan menyebarluaskan berita-berita yang belum jelas sumbernya tersebut,” ujar Evi Yandri. (*/boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional