Menu

Hoaks Gerakan Anti Covid-19, Riza Falepi: Buat Orang Takut Divaksin

  Dibaca : 436 kali
Hoaks Gerakan Anti Covid-19, Riza Falepi: Buat Orang Takut Divaksin
ARAHAN— Wali Kota Riza Falepi memberikan arahan saat rapat untuk melawan berita bohong.

POLIKO, METRO–Wali Kota Riza Falepi menga­takan kendala terbesar yang saat ini dihadapi pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 adalah adanya gerakan anti Covid-19, kelompok orang-orang ini membuat cerita kalau mereka tidak percaya dengan Covid-19, tulisan-tulisan ini merebak di berbagai media sosial.

“Kita bukannya sok mem­persoalkan gerakan ini, mes­kipun terlihat biasa saja, tetapi dampaknya dirasakan sangat cepat. Orang makin tak mau di tracing, katanya hidung sakit, kalau divaksin katanya vaksin membunuh, sehingga inilah yang melemahan semangat petugas di lapangan berjuang menyelesaikan tugasnya me­nangani Covid-19,” kata Riza saat rapat di Balai Kota bersama Forkopimda, Kamis (27/5).

“Tak hanya itu, cerita-cerita bohong tersebut juga menya­takan kalau Covid-19 hanya seperti influenza saja, yang bisa meninggal hanya yang ko­mor­bid saja, padahal faktanya bisa menderita tubuh apabila terkena Covid-19,” tambah­nya.

Inilah yang menambah be­ratnya kerja pemerintah. Me­nurut Riza orang terpengaruh media sosial dengan tulisan-tulisan yang tidak ilmiah, hanya sebatas opini saja. Kalau ini dbiarkan terus akan terjadi se­perti Babinkhamtibmas dijauhi orang, Bahkan ada oknum yang katanya guru menuding wali kota. Hal-hal seperti ini perlu diselesaikan juga agar jangan terjadi sesuatu yang tidak di­inginkan dalam pencegahan Covid-19.

“Kapolres yang begitu pe­duli selalu mengingatkan dan me­nya­barkan saya sebagai kepala daerah. Alhamdulillah kita punya mitra yang men­dukung ke­bija­kan-kebijakan kita dalam meng­hadapi pandemi ini,” kata Riza.

Sementara itu, Kadis Kese­hatan dr. Bakhrizal menjelaskan sudah semakin banyaknya hoax yang tersebar di dalam pos­tingan media sosial. Parahnya ada yang mengatakan bahwa vaksin dapat membekukan otak, pakai chip detektor, pembunuhan massal, dan lain sebagainya. “Ini seperti melecehkan ilmuan yang bekerja keras menangani Covid-19,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional