Close

Hingga Hari Keenam Remaja yang Hilang di Air Tejun Bayang Aia Belum Ditemukan

PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap remaja yang hilang di pemandian Air Terjun Bayang Aia, Kabupaten Pasaman.

PASAMAN, METRO–Hingga hari keenam, Tim SAR gabungan masih berupaya untuk mengevakuasi jenazah pelajar yang dilaporkan hilang tenggelam di Air terjun Bayang Aia, Nagari Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Jumat (18/11).

Pasalnya, jenazah korban bernama Afif (17), siswa MAN 1 Lubuk Sikaping sempat ditemukan oleh Tim SAR gabungan di tengahtengah air terjun. Namun kondisi jenazah terjepit kayu-kayu besar dan debit air yang tinggi, sehingga petugas belum bisa mengevakuasi jenazah korban.

Kasiops Basarnas Padang, Octavianto mengatakan, proses pencarian sudah memasuki hari keenam. Tim SAR gabungan pada hari ini melakukan pencarian dengan mengupayakan pengalihan air di objek wisata tersebut.

“Pengalihan untuk mengurangi debit air yang terjadi sejak hari pertama. Posisi korban sebenarnya sudah diketahui pada Senin (14/11), yakni terjepit di bawah air. Namun, kami hari ini (kemarin-red) berupaya memastikan apakah korban masih di lokasi,” ungkapnya.

Dalam melakukan pencarian, dikatakan Octavianto, Tim SAR gabungan menemukan kesulitan, yakni debit air yang besar di pemandian tersebut. Hal tersebut karena hujan beritensitas tinggi melanda daerah itu belakangan ini.

“Untuk pencarian dilakukan maksimal hingga hari ketujuh. Semoga hari ini berhasil. Kami juga menggunakan sling derek dan katrol untuk mengangkat kayu-kayu besar yang menghalangi evakuasi,” sampai Octavianto.

Sementara itu Kalaksa BPBD Kabupaten Pasaman, Alim Bazar menyampaikan pihaknya masih berupaya untuk mengevakuasi korban. Beberapa hari belakangan, pihaknya mengalami kesulitan lantaran debit air tinggi.

“Karena untuk penyelamatan korban kita tidak ingin ada korban lagi tim kita pun saat evakuasi hampir celaka. Posisi korban terjepit diantara kayu dan evakuasi kita akan menggunakan peralatan untuk menarik kayu tersebut, tutupnya.

Sebagai informasi, korban tenggelam pada Minggu (13/11) sore. Peristiwa bermula saat korban mandi bersama teman-teman satu kelasnya. Mereka ke lokasi air terjun didampingi oleh seorang guru.

Saat mandi-mandi ada beberapa orang melompat dari atas ke bawah. Usai melompat korban tidak muncul lagi ke permukaan. Teman-teman korban bersama warga setempat sudah berusaha mencari korban, namun tidak ditemukan. (mir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top