Menu

Hindari Kecelakaan Kerja, KRK tak Disiplin Tanggung Risiko

  Dibaca : 104 kali
Hindari Kecelakaan Kerja, KRK tak Disiplin Tanggung Risiko
ARAHAN— Ketua Koperbam Teluk Bayur Chandra memberikan arahan kepada para KRK untuk meningkatkan disipilin dalam beraktivitas di lapangan.

PADANG, METRO
Menghindari kecelakaan kerja yang terjadi di berbagai pelabuhan di Indonesia, pengurus Koperbam Telukbayur tak bosan bosannya mengingatkan anggota, khususnya Kepala Regu Kerja (KRK) yang merupakan ujung tombak pengurus di lapangan untuk tetap menjaga kekompakan dan disiplin. Meningkatkan disiplin anggota menuju tatanan organsasasi yang kuat dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Koperasi Bongkar Muat (Koperbam) Telukbayur selalu mengedapankan pelayanan.

Pengurus Koperbam melalui Ketua Koperbam Chandra mengingatkan 62 orang Kepala Regu Kerja (KRK) hasil seleksi tim gabungan yang ketat untuk selalu mengendepankan pelayanan dan menjaga kekompakkan anggota yang berjumlah sekitar 643 orang sehingga martabat organisasi Koperbam terjaga dengan utuh.

Jagalah tatanan organisasi sesuai peraturan yang berlaku. Tunjukan kinerja yang mampu memberikan kesejahteraan bersama. Apalagi saat ini masa pandemi Covid-19 aktivitas bongkar muat saat ini menurun. Momen inilah kita berikan pelayanan yang baik, bertanggungjawab dan mengedepankan disiplin.

“Sesuai dengan KM-35 SKB 2 Dirjen 1 Deputi, jelas legalitasi TKBM Koperbam adalah satu satunya koperasi yang sah dalam wilayah Pelabuhan Telukbayur. KM-35 SKB 2 Dirjen, 1 Deputi inilah rohnya TKBM Koperbam Telukbayur yang miliki legalitas yang syah diakui pemerintah,” tegas Ketua Koperbam Chandra didampingi Sekretaris Nursal Uceh, M SH, Bendahara Usman Z, Ketua BP Paiman dan anggotanya Pak Wai saat rapat evaluasi kinerja.

Lebih jauh dikatakan Chandra, pengelolaan TKBM di Pelabuhan selama puluhan tahun tetap dilaksanakan oleh Koperasi TKBM. Pelaku TKBM merupakan pelaku ekonomi yang dibentuk pemerintah. Selama menjadi koperasi TKBM sejak 1989 lalu, Koperbam turut membantu pemerintah dalam melancarkan kegiatan bongkar muat barang dari ke Pelabuhan demi meningkatkan kesejahteraan anggota. Tentu inilah tujuan akhirnya,” ujar Chandra.

Disebutkan, jangan pernah terpangaruh oleh hasutan orang yang tak bertanggungjawab yang akan merusak organisasi. Banyaknya isu isu yang tersebar di luar dapat menjadi momok bagi orang yang akan merusak organisasi yang sudah puluhan tahun berdiri ini.

Chandra yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Inkop ini, mengharapkan para KRK kedepannya harus lebih peka lagi di lapangan untuk memantau anggotanya dalam beraktivitas. “Jika ada anggota yang bermasalah, segera laporkan kepada pengurus. Kita tak butuh anggota seperti itu. Sudahlah tak bertanggungjawab, ia juga merorong keberadaan organisasi,” tegas Chandra.

Kemudian, bagi KRK atau regunya yang tak mau ke tenga laut, atau menjalankan tugasnya berikan sanksi tegas dan laporkan ke pengurus. Jika tak mau ke tengah laut untuk beraktivitas dengan sesuatu alasan, buatkan surat keterangan dan pengurus akan menindaklanjutinya. Tak hanya itu tertib administrasi juga menjadi acuan pengurus.

“Jika salahsatu komponen ini tak jalan, maka KRK sebagai ujung tombak pengurus di lapangan, menanggung resiko dan bisa diberikakan sanksi tegas,” ucap Chandra yang saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Inkop bisdang SDM ini.

Dikatakan Chandra, yang juga dipercaya sebagai Koordinator Wilayah Sumatera tentang SDM itu pada bulan lalu dipanggil pihak Kemenhub RI membicaran perkembangan TKBM di Indonesia, khususnya di Pelabuhan Teluk Bayur. Perkembangan pelabuhan akan sangat ditentukan oleh perkembangan aktivitas perdagangannya. Semakin ramai aktivitas perdagangan di pelabuhan tersebut maka akan semakin besar pelabuhan tersebut. Perkembangan perdagangan juga mempengaruhi jenis kapal dan lalu lintas kapal yang melewati pelabuhan tersebut.

Dengan semakin berkembangnya lalu lintas angkutan laut, teknologi bongkar muat, meningkatnya perdagangan antar pulau dan luar negeri, hal ini menuntut pelabuhan dalam meningkatkan kualitas peran dan fungsinya sebagai terminal point bagi barang dan kapal.

Karena semakin meningkatnya tuntutan pelanggan sehingga peningkatan mutu pelayanan yang diharapkan dapat mengimbangi laju pertumbuhan kegiatan ekonomi dan perdagangan dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, setiap negara berusaha membangun dan mengembangkan pelabuhannya sesuai dengan tingkat keramaian dan jenis perdagangan yang ditampung oleh pelabuhan tersebut.

“Begitu juga untuk Koperbam salahsatu aset pelabuhan yang melayani jasa bongkar muat yang memiliki SDM handal. Kita sudah melakukan registrasi ulang, tambahan pendidikan, uji kompetensi dan yang paling penting lagi adalah Koperbam sudah bekerjasama dengan BPJS, tenaga kerja, kesehatan dan tunjangan hari tua,” jelas Chandra. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional