Close

Hina Presiden Lewat Medsos, Penjual Ponsel Diciduk Bareskrim

PENGHINA PRESIDEN DITANGKAP— Gara-gara membuat komentar penghinaan terhadap Presiden RI di Facebook, Pasrul (54) warga Sawahlunto ditangkap Bareskrim Mabes Polri.

SAWAHLUNTO, METRO
Setelah satu warga Payakumbuh ditangkap anggota Bareskrim Mabes Polri beberapa waktu lalu karena dugaan melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden RI, Joko Widodo, Minggu (29/3) dini hari, giliran warga Sawahlunto yang diciduk anggota Bareskrim dalam kasus yang sama.

Pasrul (54), warga Desa Santur, Kecamatan Barangin Sawahlunto, merupakan tersangka yang ditangkap oleh Bareskrim Mabes Polri karena diduga melakukan ujaran kebencian melalui media sosial.

Tersangka yang diketahui seorang pedagang ponsel, memberikan komentar pada postingan ucapan belasungkawa terhadap ibunda Presiden Joko Widodo dalam facebook yang diposting dari twitter infopresiden.com, berisikan ujaran kebencian terhadap Jokowi.

Menindak lanjuti kasus tersebut, Bareskrim Mabes Polri langsung menelusuri akun dari facebook Ajo Pasrul Sukma Ponsel. Setelah keberadaan tersangka diketahui berada di daerah Sawahlunto, Mabes Polri langsung melakukan kordinasi dengan Polres Sawahlunto.

Tim Bareskrim Mabes Polri dibantu Polres Sawahlunto langsung menjemput tersangka ke rumahnya untuk menjalani proses lebih lanjut.

Kapolres AKBP Junaidi Nur SIK, membenarkan perihal dugaan tindakan pidana penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap Kepala Negara.

“Kasus yang menyangkut UU ITE tentang dugaan pencemaran nama baik Kepala Negara ini sudah ditangani langsung oleh Tim Bareskrim Mabes Polri,” ungkapnya melalui telepon seluler.

Katantanya, pada saat penangkapan tim Bareskrim Mabes Polri ada tiga anggota yang dikomandoi oleh AKBP AZ dan sudah ada di Sawahlunto sejak Sabtu sore (28/3). Kemudian, si pelaku dibawa ke Padang Minggu (29/3), sekitar pukul 02.00 dan diangkut ke Pusat dengan pesawat pagi harinya.

Dia juga mengaku untuk saat ini dia tidak bisa banyak berkomentar karena kasus tersebut langsung ditangani tim dari pusat.

Seperti diketahui, pelaku yang biasa dikenal dengan panggilan Ajo Pasrul tersebut sempat mengeluarkan komentarnya pada medsos melalui akunnya (Ajo Sukma Ponsel) di bawah sebuah Status facebook yang diposting dari twitter infopresiden.com. Postingan tersebut berisikan ucapan belasungkawa terhadap Ibunda Presiden Joko Widodo yang mana komentarnya berisikan tentang sebuah ujaran yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Namun melalui akunnya tersebut, tersangka juga telah mengucapkan permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo dan menyesali perbuatannya. (cr2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top