Menu

Hidupkan Surau, Diapresiasi jadi Penyuluh Agama Terbaik di Kabupa­ten Solok

  Dibaca : 98 kali
Hidupkan Surau, Diapresiasi jadi Penyuluh Agama Terbaik di Kabupa­ten Solok
M Ali Ramdhani

SOLOK, METRO–Menghidupkan dan meng­giatkan kembali aktivitas belajar mengaji di surau, membuat seorang Penyu­luh Agama Refni Dayu di­daulat menjadi penyuluh agama terbaik. Sehingga, berhak mewakili Kabupa­ten Solok ke tingkat Pro­vinsi Sumbar.

Refni Dayu yang te­r­catat sebagai Penyuluh Agama Honorer di Keca­matan IX Koto Sungai Lasi ini, bersama adiknya Susi Susanti menghidupkan kem­bali belajar mengaji di Su­rau Lakuak Jorong Batang Pamo Nagari Pianggu Ke­ca­maran IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok sete­lah sempat sepi dari ke­giatan belajar mengaji selama sekian tahun.

Pada bulan Juni tahun 2019 Dayu dan Susi meng­hidupkan kembali Surau yang tersuruk di kaki Bukit Barisan Nagari Pianggu ini. Beberapa santri mulai da­tang dan belajar. Untuk menarik anak-anak mau datang dan belajar, kedu­anya tidak memungut bi­aya. Hingga kemudian men­jadi slogan bagi Surau Tan­pa Pungutan.

Dayu dan Susi secara aktif mengupload kegiaa­tan Surau Lakuak di media sosial. Semangat anak-anak belajar mengaji de­ngan wajah ceria di lingku­ngan Surau nan Asri, mena­rik netizen untuk kemudian ikut berpartisipasi. Mulai pengadaan pakaian sera­gam, sarapan siap didikan subuh hingga makanan untuk buka bersama puasa sunat hari Kamis sekali sebulan.

Kian hari anak-anak terus bertambah untuk menjadi santri. Keduanya meningkatkan pengelolaan surau dari sekedar belajar mengaji menjadi belajar ilmu agama dengan konsep MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah). Ten­tu saja hal ini makin mena­rik anak-anak di sekitar jorong Batang Pamo.

Sebagai Penyuluh Aga­ma Honorer, Dayu terus berinovasi dalam mema­jukan pendidikan di Surau Lakuak. Kurikulum MDTA yang diadopsi dari Kemen­terian Agama dipadukan dengan kearifan lokal ber­padu sentuhan teknologi. Dan, membuat beberapa lembaga pendidikan aga­ma disekitar menjadikan Surau Lakuak sebagai ruju­kan.

Tak pelit berbagi ilmu, lulusan IAIN Batusangkar ini juga berkolaborasi de­ngan MDTA lainnya lewat Didikan Subuh Gabungan. Sedangkan di Surau La­kuak kegiatan rutin digelar setiap Minggu pagi.

Dalam menyajikan ma­­teri Dayu dan Susi sesekali menampulkan film-film a­nak islami, terutama untuk santri kelas satu dan dua. Sedangkan untuk santri kelas tinggi, kisah ins­piratif dari Qori, Qoriah dan tokoh lainnya dija­dikan tontonan penyela kegiatan belajar.

Refni Dayu menyadari tanggung jawab sebagai Penyuluh Agama sangat besar, maka setelah ke­giatan mengaji dan MDTA berjalan lancar dengan puluhan santri, dengan dukungan sang adik Susi, keduanya juag meng­giat­kan majelis taklim. “Awal­nya majelis taklim ini ha­nya untuk wali murid san­tri, namun sekarang sudah banyak masyarakat di jo­rong Batang Pamo yang hadir jika Surau Lakuak menggelar wirid,” ujarnya.

Kegiatan Kepeny­u­lu­han yang digelarnya ini mendapat dukungan dari Kepala KUA IX Koto Sungai Lasi. Motivasi dan du­ku­ngan untuk Dayu juga me­ngalir dari rekan-rekan sesama Penyuluh. Dalam pertemuan rutin mereka saling berbagi ilmu dan masukan dalam tugas-tu­gas kepenyuluhan.

Setelah dua tahun lebih menggiatkan kembali be­lajar mengaji di Surau La­kuak, Refni Dayu diper­caya mewakili kecamatan IX Koto Sungai Lasi untuk lomba Penyuluh Agama Teladan tingkat Kabupaten Solok.

Lewat Surau Lakuak, yang awalnya digiatkan untuk anak-anak mengaji sekarang juga rutin meng­gelar majelis taklim, Refni Dayu menyisihkan kan­didat Penyuluh Agama lainnya di Kabupaten Solok.

Slogan Surau Tanpa Pungutan yang digema­kannya bersama sang adik, berhasil merebut simpati masyarakat. Tak hanya itu warga Batang Pamo atau nagari Pianggu saja. Tetapi donatur datang dari ber­bagai daerah, mereka ber­par­tisipasi untuk kegiatan dan pembangunan Surau Lakuak.

Terpisah, Kakan Keme­nag Kabupaten Solok H. Alizar yang dikonfirmasi atas hasil pemilihan Pe­nyuluh Agama Terbaik ini, mengucapkan selamat pa­da Refni Dayu. “Semoga inovasi Refni Dayu sebagai Penyuluh Agama menjadi motivasi bagi Penyuluh Agama dalam berkarya di wilayah binaan masing-masing,” ujar H. Alizar.

Pemilihan Penyuluh A­ga­ma terbaik ini meru­pakan penghargaan se­kaligus motivasi dari Ke­menterian Agama bagi Penyuluh Agama dalam menjalan tugas ditengah masyarakat. “Tugas Pe­nyu­luh Agama itu tidak ringan, banyak tantangan yang harus ditaklukan de­ngan inovasi, strategi dan kreasi. Agar tugas dan pesan Kementerian Aga­ma maupun kewajiban me­ngayomi masyarakat dibi­dang agama dapat terlak­sana dengan baik,” ulas Aluzar. (*/vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional