Close

Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri, Wamenag Mendukung Penuh

Wamenag Zainut Tauhid

JAKARTA, METRO–Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mendukung pemberian hukuman kebiri terhadap Herry Wirawan. Menurut dia, tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia terhadap tersangka pemerkosa 13 santri­wati di Jawa Barat itu sudah sesuai harapan mas­ya­ra­kat.

“Kementerian Aga­ma mendukung tun­tu­tan tersebut karena me­rupakan bentuk tun­tu­tan yang sesuai hara­pan masyarakat,” ujar Wamenag Zainut di Ja­karta, Rabu (12/1).

Zainut menyebut, dalam penanganan ka­sus tersebut, penegak hukum bekerja secara profesional. Dia ber­harap tuntutan itu bisa memberikan efek jera. Lebih lanjut dikatakan, pondok pesantren ha­rus bersih dari tindakan asusila. Kemenag terus mela­kukan koordinasi dengan berbagai pondok pesantren sebagai langkah pen­cegahan.

“Bagaimana pun juga pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan harus bersih dan terhindar dari perilaku-perilaku yang tidak baik apalagi tindak asusila,” ujar Zainut

Zaihut mengungkapkan Kemenag terus mela­kukan koordinasi dengan berbagai pihak terutama pondok-pondok pesantren, sejak mulai didengar kejadian kekerasan seksual di pesantren.

Bahkan, Menag Yaqut Cholil Qoumas langsung memberikan instruksi penugasan kepada jajarannya di Kementerian Agama baik provinsi maupun kabupaten untuk investigasi. Zainut mengatakan investigasi untuk lebih mendalami dan memahami kondisi di lapangan, membuat langkah mitigasi dan antisipasi agar kasus yang sama tidak terulang.

Kementerian Agama disebutnya terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pondok pesan­tren.

Wamenag Zainut mengingatkan, yang harus digarisbawahi adalah peristiwa ini tidak mencerminkan kondisi di seluruh pondok pesantren. Ada ribuan pesantren yang telah melahirkan jutaan santri dengan kualitas baik.

“Kejadian ini telah mencoreng nama baik pesan­tren, sudah sepantasnya pelakunya diberikan hu­ku­man maksimal,” pungkas Zainut Tauhid Sa’adi.(esy/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top