Menu

Heroik! Kejar Maling, Garin Ditusuk Lima Lubang

  Dibaca : 1629 kali
Heroik! Kejar Maling, Garin Ditusuk Lima Lubang
Seorang warga di Pasaman yang tidak mematuhi protokol kesehatan disaksi push up.
korban penusukan - web

Berkelahi dengan maling yang masuk ke mesjid yang dijaganya, garin ditikam lima lubang saat mengejar pelaku di belakang Kantor PSDA tepi Banjir Kanal, Ulakkarang Utara, Padang Utara, Kamis (01/10/2015) pagi.

PADANG, METRO–Akibat berkelahi dengan maling laptop yang masuk ke mesjid yang dijaganya, seorang garin ditikam berulang kali di belakang Kantor PSDA tepi Banjir Kanal, Ulakkarang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kamis (1/10) pagi. Akibatnya, korban harus mengalami luka di sekujur tubuhnya karena tusukan tersebut.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, Sabtu (3/10), korban yang bernama Firman (26) asal Pasaman ini merupakan garin di Mesjid Taufik, Jalan Jhoni Anwar Gang Atlas, Kecamatan Padang Utara tersebut mengalami luka tusuk di bagian wajah, leher, perut dan kedua lengan tangannya. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif dan masih dalam keadaan kritis di RS Bhayangkara Polda Sumbar.

Burhanudin (28), salah seorang rekan korban yang turut mencari pelaku mengatakan, kejadian itu berawal ketika korban bersama jamaah lainnya melaksanakan salat Subuh berjamaah. Saat shalat berakhir dan membaca salam, korban mendengar suara pintu kamar yang dibuka. Curiga, korban langsung berdiri dan berlari ke kamar, kemudian memeriksa seisi kamar. Laptopnya pun mengirap.

“Saat itulah korban melihat laptopnya itu dilarikan oleh seseorang yang mengarah ke halaman mesjid. Dia mengejar sambil berteriak,” kata Burhanudin.
Mengetahui laptopnya telah dibawa kabur oleh pelaku, korban kemudian mengajak lima orang rekannya, kemudian berpencar untuk mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. “Kami mengejar pelaku dan berpencar mencari pelaku. Saya sempat melihat pelaku di BKKBN dan membawa dua buah tas, namun pelaku sudah menghilang dari pandangan saya,” ujar Burhanuddin.

Karena tak bersua, Burhanuddin kembali ke mesjid, namun korban belum juga terlihat kembali. Tak lama berselang, korban pun datang dengan dibonceng tukang ojek dan kondisi darah yang berceceran. Terlihat sejumlah luka tusuk dan luka sayat di wajah, leher, perut dan kedua lengan tangannya.
“Kami yang menunggu korban, semuanya kaget dengan kondisi korban begitu. Namun, waktu itu korban masih sadar dan menceritakan kejadian yang dialaminya,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin menambahkan, korban bercerita bahwa bertemu dengan pelaku di belakang Kantor PSDA tepi banjir kanal dan berkelahi dengan pelaku yang saat itu menggunakan piasu sangkur hingga korban mengalami cedera berat. Korban melihat pelaku berjalan kaki dan membawa tas laptop yang diduga milik korban.
“Korban kemudian menanyakan kepada pelaku, apa yang ada di dalam tas tersebut, namun pelaku tak mau memperlihatkan isi tas tersebut dan terjadilah perkelahian,” jelas Burhanuddin.

Setelah mendengar cerita korban, korban bersama rekan-rekannya kembali ke lokasi kejadian dan ternyata menemukan dua buah tas yang diduga milik pelaku dan milik korban. “Saat kami periksa ternyata benar, tas tersebut berisi laptop milik korban dan satu tas lagi diduga milik pelaku yang berisi  buku rekening dan sepucuk pisau yang diduga milik pelaku,” ujar Buhanuddin.

Setelah menemukan tas tersebut, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, karena luka yang dialami oleh korban terlalu parah, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Sumbar. “Setelah dibawa ke rumah sakit, saya langsung melaporkan kejadian itu kepada Polsek Padang Utara dan menyerahkan barang bukti tas milik pelaku. Semoga saja polisi segara menangkap pelaku,” pungkasnya.

Ucik Roni (48) mertua korban mengatakan, sangat prihatin atas kejadian yang menimpa menantunya dan sangat berharap kepada kepolisian agar segera menangkap pelaku. “Saya serahkan prosesnya kepada pihak kepolisian, saya sangat nengharapkan pelaku yang saat ini masih berkeliaran, bisa segera ditangkap dan dihukum berat,” harap mertua korban.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, POSMETRO belum mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian terkait kasus tersebut. Petugas menyebut saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penusukan tersebut. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional