Close

Hentikan Aksi Balap Liar di Kabupaten Sijunjung, 2 Warga Dikeroyok Gerombolan Remaja

LUKA— Korban yang mengalami luka memar dan lebam usai dikeroyok gerombolan remaja yang ditegur karena melakukan aksi balapan liar.

SIJUNJUNG, METRO–Gerombolan remaja yang melakukan balapan liar di Jorong Bukit Tujuh, Nagari Solok Ambah, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, mengeroyok warga yang menegurnya hingga babak belur.

Akibatnya korban atas nama Indah Yeni (30) yang bekerja sebagai pendam­ping desa bersama kakak iparnya, Bulhanis menga­lami luka lebam dan me­mar di bagian punggung dan kepala.

Kasus penganiayaan secara bersama-sama itu kini tengah bergulir di Pol­res Sijunjung. Bahkan Polisi telah mengantongi iden­titas sejumlah pelaku yang ma­sih beberapa di anta­ra­nya masih di bawah umur.

Kejadian itu bermula pada Selasa (31/1) kemarin, sekitar pukul  21.30 WIB. Korban  Indah Yeni me­negur sekelompok remaja yang sedang melakukan balapan liar di jalanan ka­rena merasa terganggu dengan suara knalpot ken­daraan.

Bukannya malah ber­henti, sekelompok remaja tersebut marah dan hen­dak memukul korban. Pada saat bersamaan kakak ipar korban bernama Bulhanis datang dan menegur re­maja tersebut, namun se­kelompok remaja itu me­mukul keduanya hingga mengalami luka memar.

Pemukulan itu berhasil dihentikan setelah bebe­rapa orang warga lainnya berdatangan, melihat hal itu sekelompok remaja itupun langsung melarikan diri.

“Kami merasa ter­gang­gu karena bunyi knalpot kendaraan, sudah sering ditegur tapi tetap saja di­ulang. Hingga akhirnya saya dan kakak ipar dike­royok. Saat kejadian itu ada sekitar 10 orang yang me­lakukan pengeroyokan,” tutur Indah Yeni, salah seorang korban, yang juga mantan Bendahara KNPI Sijunjung itu.

Dirinya mengaku me­nga­lami sejumlah memar dan lebam di sekujur tu­buh. “Bibir saya bengkak, ta­ngan dan punggung me­mar. Kami langsung ke Pus­kesmas untuk mela­kukan visum, kemudian membuat laporan ke Pol­res Sijunjung,” sebutnya, Kamis (17/2).

Pihaknya berharap agar­ Polres Sijunjung mem­­proses kasus ter­se­but dan menindak tegas para pelaku yang kini ma­sih berkeliaran bebas. “Ka­mi berharap polisi mem­berikan tindakan terhadap pelaku sebagai efek jera. Karena sudah sangat me­resahkan, apalagi berani melakukan pengero­yo­kan,­”­ harapnya.

Kapolsek Sijunjung, Ip­tu Yusmedi membenarkan adanya kejadian tersebut dan  korban telah mem­buat laporan ke Polres. “Lapo­ran­nya ada di Pol­res. Kasus ter­sebut sedang ditangani Sa­t­reskrim Pol­res Sijun­jung,” kata Ka­polsek.

Sementara itu, Kasu­bag Humas AKP Nasrul Nurdin mengatakan bahwa kasus itu masih dalam pro­ses lebih lanjut.

“Proses hukumnya te­tap berjalan, kita juga su­dah mengantongi identitas sejumlah pelaku. Di anta­ranya ada anak di bawah umur, kemungkinan nanti ada pelimpahan ke unit PPA,” sebutnya, Kamis (17/2).

AKP Nasrul Nurdin mem­berikan kesempatan untuk proses mediasi an­tara kedua belah pihak. Namun hingga kini belum ada itikad baik dari para pelakunya.

“Kita sudah lakukan pemanggilan kepada pe­laku yang juga didampingi orang tua, sudah kita beri kesempatan untuk proses mediasi tapi tidak ada iti­kad baik, sehingga proses hukum kita lanjutkan. Ke­mungkinan dalam waktu de­kat akan kita panggil kembali,” jelas AKP Nasrul Nurdin. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top