Menu

Heboh, Usai Ibu Hamil Meninggal Positif Covid-19, Petugas Medis, Polisi dan Tahanan Diisolasi

  Dibaca : 1503 kali
Heboh, Usai Ibu Hamil Meninggal Positif Covid-19, Petugas Medis, Polisi dan Tahanan Diisolasi
Ilustrasi

PADANG, METRO
Dipastikannya seorang wanita hamil berusia 34 tahun yang positif terkena covid-19 meninggal, Rabu (8/4), membuat Sumbar heboh. Pasalnya, sejak awal tak ada ciri-ciri korban terkena virus mematikan yang membuatnya berpulang di RSUP M Djamil Padang. Banyak pihak yang berinteraksi dengannya. Kini, semua yang pernah bersentuhan dengannya harus menjalani isolasi dan pemeriksaan ekstra.

Dia diketahui positif setelah hasil laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang keluar. Diduga korban terpapar covid-19 dari suaminya yang bekerja sebagai sopir travel. Sejak kematiannya, tim kesehatan telah melakukan tracing atau melacak riwayat perjalanan sesuai protokol kesehatan.

Yang pertama dikejar adalah suami yang ternyata sedang ditahan di Polres Bukittinggi karena kasus narkoba. Dia diduga terpapar virus corona di daerah lain. Polda Sumbar, Polres Bukittinggi bersama Wali Kota Bukittinggi terpaksa mengisolasi petugas kepolisian dan puluhan narapidana. Hal itu juga dibenarkan oleh Gubernur Sumbar, Prof Irwan Prayitno, kemarin.

Gubernur menyebutkan, hal ini dilakukan setelah ada salah seorang pasien positif virus corona yang wafat diduga terpapar dari suaminya yang seorang sopir travel. Ternyata, suaminya ini baru masuk penjara dan ditahan di Polres Bukittinggi.

Wali Kota Bukittinggi didampingi Polda Sumbar langsung melakukan isolasi terhadap 38 narapidana yang sudah kontak dengan pria yang saat ini masih berstatus orang dalam pemantauan (ODP) ini. “Ada 38 napi yang diisolasi, ada juga petugas kepolisian yang melaksanakan isolasi mandiri,” ujar Irwan Prayitno dalam jumpa pers melalui teleconference, Jumat (10/4) siang.

Dihubungi terpisah, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyebutkan, 12 tim medis di RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi juga diisolasi karena saat bertugas, mereka yang menangani pasien hamil yang meninggal. ”Ini karena ada pasien yang tengah hamil 8 bulan meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUP M Djamil Padang,” katanya.

Raamlah menyebutkan, hal itu diambil setelah dilakukan rapat dan memastikan 12 anggota tim medis di RS Yarsi yang bersentuhan langsung dengan pasien itu. “Warga yang tinggal di dekat rumah pasien yang ikut membantu membawa ke rumah sakit juga diisolasi. Sebab saat itu ada warga yang langsung bersentuhan memegang korban ketika dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu menyebutkan, suami dari wanita yang meninggal itu ditahan beberapa hari lalu oleh Polres Bukittinggi karena kasus kepemilikan narkoba. Akibat informasi covid-19 itu, semua petugas Buser yang menangkap langsung melakukan isolasi mandiri. “Si tersangka juga sudah ditahan terpisah, begitu juga dengan tahanan lain,” katanya.

Humas Polres Bukittinggi AKP Robinhot Sitinjak menyebutkan, pelaku yang diamankan dalam kasus narkoba itu sudah ditangani oleh Pemko Bukittinggi, meski masih diisolasi di tahanan Polres Bukittinggi. “Petugas Buser juga sudah melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selanjutnya para tahanan yang sempat kontak dengan tersangka juga diisolasi,” katanya.

Awalnya, pasien dalam kondisi hamil 8 bulan tersebut dilarikan ke RS Yarsi pada Senin (6/4) karena mengalami kejang-kejang. Malam itu, pasien tersebut dirujuk ke RSUP M Djamil Padang karena kondisinya terus memburuk dan meningal Rabu pagi. Sebelumnya pihak rumah sakit telah mengambil swab terhadapnya.

Rabu sore laboratorium Unand mengeluarkan hasil tes swab pasien itu, yang menyatakan bahwa si pasien itu positif terpapar Covid-19. Melihat kondisi demikian, Pemko Bukittinggi akan memetakan lokasi zona merah di wilayahnya. (fry/r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional