Menu

Heboh! Siswa SD di Limapuluh Kota Nyaris Diculik

  Dibaca : 1114 kali
Heboh! Siswa SD di Limapuluh Kota Nyaris Diculik
ILUSTRASI

Pelaku Bawa Pisau dan Mobil Avanza

LIMAPULUH KOTA, METRO–Kharinza Puti Yudia, siswa kelas 1 SD Negeri 01 Sarilamak di Jorong Purwajaya, Selasa (11/2) sekitar Pukul 16.00 sore, nyaris menjadi korban penculikan ketika berada di parkiran depan sekolahnya. Bahkan tali tas warna ping yang disandangnya putus akibat ditarik si penculik anak.

Untungnya, Kharinza berhasil lari dari aksi percobaan penculikan anak yang dikabarkan membawa pisau dan menggunakan mobil. Buntutnya, cerita percobaan penculikan anak itupun membuat warga di Kabupaten Limapuluh Kota menjadi resah.
Apalagi, kejadian itu sempat ditulis dan diunggah di akun Facebook milik orang tuanya, Poppy Darso pada selasa 11 Februari 2020 sekitar pukul 6.55 WIB. Hingga Rabu (12/2) sore terlihat disukai 147 kali, 143 komentar dan 879 kali dibagikan.

“Tuk semua orang tua yang mempunyai anak di Sekolah Dasar, harap hati-hati. Penculik anak sudah sampai di Payakumbuh tepatnya di Tanjung Pati, SD Purwajaya. Anak saya nyaris jadi korban. Anak saya dibujuk beli es dan jalan-jalan. Untung anak saya tidak mau ikut. Si penculik nyaris narik anak saya tapi alhamdulilah anak saya tidak dapat dan tali tasnya putus. Si penculik pakai mobil Avanza putih. Kata anak saya tampangnya seperti preman. Ini bukan Hoax, karena terjadi tadi siang di SD Purwajaya. Kata anak saya pelaku membawa pisau. Karena lihat pisau itu anak saya takut dan lari. Kita harus kerja sama kalau ada yang mencurigakan di lingkungan sekolah langsung ditindak. Daripada anak kita hilang,” tulis akun Poppy Darso.

Saat orangtua Kharinza Putri Yudia, Oktaviana Puspita Sari ditemui media ini di kediamannya di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, menceritakan kejadian yang dialami putrinya. Bahkan dirinya Rabu (12/2) sekitar pukul 09.00 WIB sudah melaporkan kejadian percobaan penculikan itu kepada Polsek Harau dengan nomor laporan polisi TBL/12/II/2020.

“Awalnya ada seorang laki-laki mendatangi anak saya di tempat parkir sepedanya di depan SD Negeri 01 Sarilamak. Ketika itu anak saya hendak pulang sekolah pukul 16.00 WIB. Dia memang masuk siang pukul 12.30 WIB dan hari itu, anak saya pulang lebih awal dari lokal lainnya. Sehingga ketika itu memang sepi,” cerita Oktaviana.

Oktaviana mengaku juga sudah memberikan keterangan kepada Polisi, sesuai dengan cerita yang diperoleh dari anaknya dan saksi yang melihat kejadian itu. Bahkan tas warna ping milik anaknya yang ditarik pelaku hingga talinya putus juga sudah dijadikan barang bukti oleh Polisi.

“Pelaku menggunakan mobil Avanza putih tanpa plat nomor. dan memang mobil Avanza itu terparkir di pinggir jalan tidak jauh dari lokasi, dan itu terlihat oleh saksi dan anak saya,” ungkap Oktaviana.

Korban Kharinza Putri Yudia juga menceritakan, kalau ada seseorang yang mendatanginya dan membujuknya dengan es krim, jalan-jalan, dan dipegangnya hingga ditarik tasnya sampai putus. “Ditawari eskrim, dibilang tidak. kemudian dia ajak jalan-jalan, ditolak, dipegangnya dan ditariknya tas saya sampai putus,” ungkap Kharinza.

Camat Harau Andri Yasmen ketika dihubungi mengakui memang mendapat kabar terkait keresahan masyarakat terhadap terhadap percobaan penculikan anak. untuk itu dirinya menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kehati-hatian. Masyarakat juga harus memperhatikan orang baru yang dicurigai masuk dikampung.

“Kita himbau masyarakat terus meningkatkan kehati-hatian terhadap percobaan penculikan anak. Dan jika ada orang baru yang dicurigai jangan main hakim sendiri, laporkan kepada penegak hukum yaitu polisi,” sebut Andri Yasmen. (us)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional