Menu

Heboh, Mahyeldi Dukung Kegiatan Gowes, Moulevey: Tungkek Bana nan Mambaok Rabah

  Dibaca : 441 kali
Heboh, Mahyeldi Dukung Kegiatan Gowes, Moulevey: Tungkek Bana nan Mambaok Rabah
Braditi Moulevey, Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar.

ADINEGORO, METRO
Heboh dan viralnya berita Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mendukung kegiatan gowes atau bersepeda pada Minggu (16/8) menuai kritik dari berbagai kalangan. Karena kondisi di Kota Padang hingga hari ini masih berstatus zona merah Covid-19. Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Braditi Moulevey menyayangkan kejadian ini.

“Apalagi kegiatan ini patut diduga melanggar Surat Edaran Nomor: 200/463/Kesbangpol/2020 tentang Partisipasi Menyemarakkan Peringaran HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Isinya tentang larangan mengadakan kegiatan yang mengundang keramaian massa. Jika memang ini pelanggaran patut diduga, tungkek bana nan mambaok rabah. Justru orang yang mengeluarkan peraturan yang melanggar sendiri,” katanya.

Menurut dia, hal ini harus menjadi perhatian yang serius dari DPRD Kota Padang. Jangan sampai warga Kota Padang beranggapan peraturan ini hanya simbolis belaka. Sehingga acara gowes tersebut malah nanti menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Apalagi tidak adanya protokol kesehatan dilaksanakan di acara tersebut.

“Kami minta pak Wako untuk tetap fokus dululah membenahi Kota padang, karena masih menjabat sampai 2024. Permasalahan BLT tahap II di Kota Padang hingga saat ini masih semrawut, belum lagi kondisi perekonomian yang diambang resesi. Ini harus menjadi perhatian yang serius bagi Wako,” kata Wasekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Moulevey memperingatkan, jangan sampai warga Kota Padang beranggapan Mahyeldi mengambil kesempatan karena akan maju menjadi calon Gubernur. “Mungkin pak wali merasa nyaman, karena kalau kalah pun kembali ke Kota Padang. Sebaiknya pak wali berjelas-jelas, mau jadi Wali Kota, atau Gubernur,” katanya.

Moulevey meminta jika memang Mahyeldi serius maju pada Pilgub Sumbar, sebaiknya mundur dari jabatan Wali Kota. Sehingga tidak menjadi beban bagi warga Kota Padang yang saat ini lagi membutuhkan pemimpin yang mampu membawa warganya melewati masa krisis akibat pandemi Covid-19 ini dengan baik.

“Terakhir, kami minta ini kejadian mengumpulkan massa yang melibatkan Pemko Padang atau Wali Kota ini menjadi yang pertama dan terakhir. Jangan ada lagi kegiatan keramaian tanpa protokol kesehatan. Selama status penyebaran Covid-19 masih tinggi di Kota Padang, sebaiknya tunda acara-acara itu. Keselamatan warga lebih penting dibandingkan kegiatan keramaian apapun yang diadakan,” katanya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional