Menu

Hati-hati yang Hobi Langgar Lalin, Sanksi Tilang Elektronik Lebih Mahal

  Dibaca : 127 kali
Hati-hati yang Hobi Langgar Lalin, Sanksi Tilang Elektronik Lebih Mahal
KETERANGAN PERS—Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Sukur Hendri Saputra menunjukkan sejumlah monitor yang bisa menunjukkan wajah pelanggar lalu lintas di ruangan Regional Traffic Management Centre, Polresta Padang.

M YAMIN, METRO
Polresta Padang sudah menyiapkan ruang Regional Traffic Management Centre (RTMC) untuk memantau para pelanggar lalu lintas. Hal ini sebagai tindak lanjut bakal diberlakukan tilang elektronik  (e-tilang) bagi pengendara di Kota Padang, Maret mendatang.

Melalui CCTV yang sudah dipasang di lima titik di Kota Padang, petugas RTMC dapat melihat pengendara yang melanggar aturan. Lima titik yang dipasang CCTV tersebut yakni di Simpang Polresta Padang, Simpang Kandang, Simpang Bank Indonesia, Simpang Ujung Gurun dan Simpang Jam Ria (Masjid Raya Sumbar).

Pantauan POSMETRO, di ruangan Regional Traffic Management Centre, di sana ada ditempatkan 6 petugas Satlantas Polresta Padang yang bertugas untuk memantau para pelanggar lalu lintas.

Di ruangan ini dilengkapi dengan monitor layar lebar, yang bisa menzoomkan wajah si pelanggar dan memfoto secara otomatis. Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Sukur Hendri Saputra mengarahkan kepada personel untuk mengamati gerak gerik si pelanggar.

“RTMC tidak bisa dimasuki sembarangan orang. Ketika memasuki ruangan ini, harus dilakukan pengambilan sidit jari. Dimana hanya orang-orang yang terdaftar saja yang bisa untuk memasuki ruangan tersebut,” ungkap Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Sukur Hendri Saputra.

Dijelaskan Kompol Sukur, adapun bentuk pelanggaran yang bakal ditindak diantaranya pengendara yang tidak memakai helm dan pengendara mobil yang tidak memakai sabuk keselamatan.

“Kemudian, kendaraan yang tidak dilengkapi dengan nomor kendaraan, melawan arah dan pelanggaran lain,” ujar Sukur.

Kompol Sukur menjelaskan, Kota Padang merupakan satu-satunya daerah di Sumbar yang memberlakukan tilang elektronik. Polresta Padang terpilih bersama Polresta Jambi, Polresta Gresik, Polresta Batam untuk penerapan tahap awal tilang elektronik ini atau juga disebut Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

“Tilang elektronik ini akan diluncurkan langsung oleh Kapolri secara serentak di seluruh Indonesia pada pertengahan Maret nanti,” katanya.

Teknis tilang elektronik ini mengandalkan CCTV. Misalnya, pengendara melakukan pelanggaran lalu lintas, maka wajah pelanggar akan terekam dan nomor kendaraan juga terdeteksi.

Pelanggaran yang menjadi prioritas di antaranya tidak menggunakan helm, melawan arus, tidak pakai sabuk pengaman hingga nomor kendaraan. Pengiriman bukti pelanggaran dan penilangan memanfaatkan PT Pos Indonesia.

“Semua elektronik, surat tilang dikirim langsung ke alamat. Dalam satu hari sudah sampai surat tilang. Tilang elektronik ini berlaku 24 jam, sesuai aba-aba traffic light,” ungkapnya.

Dijelaskan, semua jenis pelanggaran itu, sudah tertuang pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Besaran denda atau sanksinya juga telah diatur, dan wajib dipatuhi oleh semua pengguna kendaraan bermotor di Indonesia.

Sementara besaran denda, untuk jenis pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, pemotor itu akan dikenakan sanksi berupa kurungan penjara paling lama dua bulan atau denda paling banyak sebesar Rp 500.000. Selanjutnya, jenis pelanggaran marka jalan. Peraturan ini sudah diatur dalam Pasal 287 ayat 1 juncto Pasal 106 ayat 4 huruf a dan b.

Bunyinya adalah “pelanggar marka jalan diancam pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000. Terakhir, setiap pengendara atau penumpang motor yang tak mengenakan helm standar nasional bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 291 ayat 1). (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional