Menu

Hati-hati! Covid-19 “Menggila” di Sumbar

  Dibaca : 142 kali
Hati-hati! Covid-19 “Menggila” di Sumbar
Ilustrasi

PADANG, METRO
Kasus penderita Covid-19 di Sumbar semakin mengkhawatirkan di pertengahan Ramadhan 1442 H ini. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar mencatat, Rabu (28/4) tercatat 223 orang warga sumbar positif terinfeksi virus berbahaya itu. 4 orang dinyatakan meninggal dunia dalam kondisi positif.

Akibatnya, Gubernur Sumbar Mahyedi Ansharullah mengimbau, para perantau menahan diri untuk tidak mudik menjelang lebaran tahun ini. Dia menyebut, bahwa merantau adalah budaya masyarakat minang. Sehingga, keinginan untuk balik kampung menjadi sangat tinggi.

“Jadi memang masyarakat Sumatera Barat ini ikatan antara ranah merantau itu memang sangat kuat dari kampung halaman, merantau itu kan cari penghidupan, berusaha, bekerja, ya memang keinginan pulang ini menjadi sangat tinggi,” katanya, kemarin. Sumbar pun pernah mencatat kasus 514 orang terinfeksi dalam satu hari pada 21 April 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal  Dt Bandaro Bendang mengatakan, total sampai hari ini telah 36.491 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Kabar baiknya, terjadi penambahan pasien sembuh bertambah 231 orang, sehingga total sembuh 33.289 orang. “Sampai saat ini sudah diperiksa 652.939 spesimen dengan 436.016 orang diperiksa,” kata Jasman Rabu malam.

Jumlah penderita Covid-19 itu tersebar di Kota Padang 72 orang, Padangpanjang 26 orang, Kota Bukittinggi 2 orang, Kota Payakumbuh 25 orang, Kota Solok 10 orang, Kota Pariaman 2 orang, Kabupaten Pasaman 1 orang, Kabupaten Padangpariaman 3 orang, Kabupaten Agam 6 orang, Kabupaten Limapuluh Kota 28 orang, Kabupaten Solok 14 orang.

“Selanjutnya Kabupaten Tanahdatar 16 orang, Kabupaten Sijunjung 4 orang, Kabupaten Kepualauan Mentawai 2 orang, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) 3 orang dan Kabupaten Solok Selatan (Solsel) 10 orang. Meninggal dunia sebanyak 4 orang, tersebar di Kabupaten Solok 1 orang, Kabupaten Pasaman 2 orang dan Limapuluh Kota 1 orang,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumbar ini.

Sementara positivity rate (PR) atau perbandingan orang positif dengan jumlah specimen diperiksa mencapai 8,37%. “Jadi total 36.488 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Sumbar. Dengan rincian dirawat di berbagai rumah sakit 418 orang (1,15%), isolasi mandiri 1898 orang (5,20%), isolasi Provinsi 0 orang (0%), isolasi Kabupaten/Kota 96 orang (0,26%), meninggal dunia 787 orang (2,16%) dan sembuh 33.289 orang (91,23%),” katanya.

Kata Jasman, data-data itu dihimpun dari  Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso di bawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc Dilaporkan 2.589 sample yang diperiksa, Labor Fakultas Kedokteran Unand 2355 sample dan LaborVeteriner Baso Kabupaten Agam 234 sample.

“Untuk pasien sembuh cukup banyak juga, tersebar di  Kota Padang 87 orang, Kota Bukittinggi 9 orang, Kota Solok 11 orang, Kota Sawahlunto 14 orang, Kota Pariaman2 orang, Padangpariaman 26 orang, Kabupaten Agam 5 orang, Limapuluh Kota 50 orang, Kabupaten Solok 5 orang, Tanahdatar 7 orang, Sijunjung 1 orang, Mentawai 10 orang dan Pasaman Barat 4 orang,”  katanya.

Disimpulkan, katanya, perkembangan Covid-19 di Sumbar, Rabu 28 April 2021, kasus suspek dengan total 397 orang, dirawat sebanyak 45 orang dan isolasi mandiri sebanyak 352 orang. “Pada minggu ke-59 pandemi Covid-19 di Sumbar, terdapat  16 daerah Kabupaten Kota di Sumbar yang berada pada zona Oranye. Meningkat dari minggu sebelumnya yang hanya 13 daerah. Yang paling rendah skornya pada minggu ini adalah Kabupaten Solok,” katanya.

Menurut Jasman, Kota Pariaman menjadi yang terbaik minggu ini dengan skor tertinggi 2,79. mencatatkan skor terbaik dalam penanganan covid-19 (sesuai indikator kesehatan masyarakat). Berdasarkan data tersebut di atas, pada minggu ke-59 pandemi covid-19 di Sumbar, tidak ada daerah dengan zonasi merah (berbahaya) dan zonasi hijau (aman).

“Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-59 ini, diminta Kabupaten Kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan. Tetaplah jaga kesehatan dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Semoga wabah pandemi covid-19 segera berakhir. Aamiin,” kata Jasman. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional