Menu

Hasil Tes Swab Ratusan Guru Negatif

  Dibaca : 117 kali
Hasil Tes Swab Ratusan Guru Negatif
TEST SWAB— Petugas kesehatan melakukan tes swab terhadap ratusan tenaga pendidik (guru) yang berada di Kota Sawahlunto dalam menghadapi proses belajar mengajar tatap muka.

SAWAHLUNTO, METRO
Hasil tes swab tahap pertama terhadap 348 orang tenaga pendidik (guru) SMP dan SMA se-Kota Sawahlunto dinyatakan negatif Covid-19. Hal itu menyusul hasil swab yang dikeluarkan Labor Fakultas Kedokteran UNAND yang dipimpin oleh Dokter Andani.

Hal ini diungkapkan Deri Asta Wali Kota Sawahlunto, Rabu (15/7). Hasil tes yang menggembirakan tersebut, menjadi salah satu indikator dibolehkannya proses belajar tatap muka berlangsung di sekolah-sekolah. Kota Sawahlunto adalah satu-satunya daerah di Provinsi Sumatera Barat yang melakukan test swab terhadap tenaga pendidik guru-guru, sebelum proses belajar tahun ajaran baru di sekolah dimulai. Ini merupakan komitmen keseriusan Pemerintah Kota melindungi pelajar dari bahaya Covid-19.

Pemko merencanakan akan melakukan test SWAB tahap 2 dengan target 150 orang lagi, diprioritaskan bagi guru-guru yang berulang dari luar daerah, guru yang belum di swab, juga ditujukan bagi tenaga Tata Usaha Sekolah dan tenaga-tenaga yang melakukan kontak rutin dengan sekolah. Tes swab tahap 2 akan diadakan hari ini, Kamis (16/7) di OMTC.

Deri Asta mengatakan, test swab massal yang dilakukan Sawahlunto telah mencapai 2000 sampel, yang didukung oleh Fakultas Unand Padang dan Pemerintah Provinsi Sumbar, sehingga pembiayaan yang dikeluarkan oleh Pemko Sawahlunto tidak besar.

Kepala Dinas Kesehatan Sawahlunto Yasril mengatakan, dalam penanganan Covid-19 Pemko Sawahlunto sangat serius, namun tetap memperhatikan efisiensi keuangan Daerah. “Kita tetap mengusahakan penghematan, karena itu Sawahlunto tidak mengadakan pembelian alat Rapid Test, tapi memilih SWAB yang jauh lebih akurat dan efisien” ujar Yasril.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), dilakukan dengan memanfaatkan dana DAK pusat serta bantuan dari DPRD, CSR perusahaan dan donatur dermawan lainnya. Kekurangannya baru diambil dari dana kota.

Yasril berharap Sawahlunto bisa terus bertahan menjadi Zona Hijau, sehingga Dana daerah yang dianggarkan untuk penanganan Covid-19, tidak terserap seluruhnya.

“Dengan efisiensi anggaran penanganan Covid ini, salah satu keuntungannya Sawahlunto bisa membayarkan kenaikan premi BPJS hingga Desember 2020 yang diperkirakan sebesar Rp 2,9 miliar,“ ujar Yasril. (cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional