Close

Hasil Penindakan Bulan Agustus, 28 Kg Ganja Dimusnahkan dengan Cara Dibakar di halaman Polresta Padang

PEMUSNAHAN— Dihadiri Waloikota Padang Hendri Septa, Kapolreta Padang Kombespol Imran Amir beserta unsur Forkopimda Padang lainnya lakukan pemusnahan daun ganja kering dengan cara dibakar, di halaman Mako Polresta Padang, Jumat (8/10).

PADANG, METRO–Sebanyak 28 kilogram barang bukti narkotika golongan 1 jenis tanaman ganja, dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Polresta Padang pada Jumat (8/10). Ganja tersebut merupakan hasil tangkapan Satres Narkoba Polresta Padang pada bu­lan agustus silam di daerah Lubuk Buaya,

Pemusnahan barang bukti, dilakukan langsung oleh Walikota Padang Hen­dri Septa, beserta Kapol­resta Padang Kombes Pol Imran Amir yang didam­pingi oleh Kasat Narkoba Polresta Padang, AKP De­dy Ardiansyah Putra ber­sama Forkopimda Kota Pa­dang.

Dalam keterangannya sebelum memulai acara pemusnahan, Kasat Nar­koba Polresta Padang, AKP Dedy Ardiansyah Putra menjelaskan bahwasanya ganja tersebut merupakan barang bukti yang dida­patkan dari hasil pengem­bangan Satres Narkoba Polresta padang atas lapo­ran masyarakat, yang me­nye­butkan akan adanya kiriman paket ganja dalam jumlah besar yang akan masuk ke wilayah Kota Padang pada (26/8) silam.

“3 hari setelah men­dapatkan informasi Satres Narkoba melakukan pen­cegatan terhadap sebuah mobil Avanza berwarna putih yang mencurigakan di kawasan Lubuk Buaya, setelah diberhentikan, di­da­lam mobil tersebut di­dapati 2 karung berisi 28 paket ganja kering,”  kata AKP Dedy Ardiansyah Pu­tra.

Mobil tersebut, menu­rut Dedy dikemudikan oleh salah seorang tersangka ber­inisial A. Melalui peme­rik­­saan lebih lanjut, dida­pat­kan informasi menge­nai tersangka baru ber­inisial S yang sedang be­rada di Kota Bukittinggi.

“S berperan sebagai orang yang menyiapkan segala sesuatu terkait de­ngan pengiriman paket besar ganja tersebut dari daerah Penyabungan Su­matra Utara ke wilayah Kota Padang” ungkap De­dy.

Melalui pengakuan S, didapatkan informasi ke­ter­libatan 2 orang tersang­ka lainnya berinisial K dan AW yang ternyata meru­pakan seorang tahanan di Lembaga Pemasya­raka­tan Muaro Padang.

“Kedua orang tahanan ini yang mengendalikan peredaran, mereka mem­berikan informasi menge­nai titik penjemputan dan kepada siapa uang akan diserahkan, mereka semua yang mengatur,” Kata AKP Dedy.

Dalam kasus ini, me­nurut Dedy, total didapat­kan 4 orang pelaku, semen­tara satu orang yang me­nga­tur pengiriman di da­erah Penyabungan Suma­tra Utara, hingga kini masih buron.

Menanggapi penang­kapan yang dilakukan oleh Tim Rajawali Satres Nar­koba Polresta Padang ter­sebut, Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir mengatakan bahwasanya saat ini Kota Padang sudah menjadi daerah tujuan pe­nge­daran Narkoba.

“Lalu lintas manusia yang sangat cepat dan dinamis di Kota Padang sebagai Ibukota Provinsi juga memancing pelaku-pelaku penjahat Narkoba  untuk berbisnis di Kota Padang.”

Mantan Kapolresta Dhar­­­masraya tersebut ju­ga menyebutkan latar belakang mayoritas pelaku kejahatan Narkoba yang menurutnya adalah para pengangguran yang ter­goda mendapatkan uang dengan cara instan.

“ Hampir 60 persen dari mereka yang menjadi pe­nge­dar adalah orang-orang yang tidak bekerja atau pengangguran, sisa­nya adalah para pegawai atau anggota Polri yang terlibat, dalam hal ini ada­lah korban dari penyalah­gunaan narkoba.” ungkap­nya.

Mengenai anggota Pol­ri yang menjadi pengguna maupun pengedar nar­koba, Kombes Pol Imran Amir mengatakan bahwa pihaknya akan member­laku­kan sanksi tegas bagi setiap anggota Polri yang terlibat.

“ Tidak ada tempat bagi para pemakai, apalagi pe­nge­dar narkoba di Institusi Polri, jika kedapatan urin­nya positif, bagi anggota akan langsung kita pecat secara tidak hormat,” ucap­nya.

Sementara itu, Wali­kota Padang, Hendri Septa dalam acara tersebut juga menyampaikan apre­siasi­nya terhadap keberhasilan pengungkapan kasus pe­nge­daran narkoba oleh Sat­res Narkoba Kota Padang pada masa pan­demi seperti ini.

“ Terimakasih kami ucap­kan kepada Polresta Pa­dang yang telah berhasil menyelamatkan anak ke­menakan kami, generasi muda Minangkabau yang menjadi sasaran dari pe­nged­aran narkoba ini. Di­saat kita lengah karena fokus penanganan pan­demi, ancaman lain berupa narkoba masih ada dise­kitar kita, sekali lagi saya mewakili masyarakat Kota Padang mengucapkan teri­ma kasih yang sebesar-besarnya kepada Polresta Padang” ungkap Hendri Septa. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top