Menu

Hasil Penelitian Dispora dan LPPM Unand, Belajar Online, Siswa Banyak Nonton Konten Porno

  Dibaca : 50 kali
Hasil Penelitian Dispora dan LPPM Unand, Belajar Online, Siswa Banyak Nonton Konten Porno

AIA PACAH, METRO–Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang bakal menjalankan program baru. Semua pemuda bermasalah di Kota Padang bakal dibatalionkan. Mereka-mereka yang bakal dibina itu adalah mereka yang tersangkut narkoba, seks bebas, LGBT, paham radikal, geng motor, pelaku tawuran dan perilaku me­nyim­pang lainnya.

Selama 5 hari mereka akan dibina di Batalion 133. Selama hidup di Batalyon 133 diharapkan bisa me­ngu­bah perilaku mereka dari yang negatif kepada yang positif.

“Konsepnya sudah kita dudukkan. Tinggal me­nu­ng­gu anggaran dan pelak­sanaan,” kata Kepala Di­nas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Mursalim di Media Center Balaikota, Rabu (3/6).

Ia menjelaskan, program ini diberi nama Kap­ten Kota Padang. Kapten merupakan kepanjangan dari Kader Pemuda Tang­guh Bela Negara. Dalam pelak­sa­naan­nya nanti, di­nas pe­muda dan olahraga kota Pa­dang bakal beker­jasama dengan ke­poli­sian, Pol PP dan un­sur lainnya. Semua pemu­da yang ter­sangkut hukum akan dise­kolah di Batalyon 133 dan dididik mental, sikap peri­laku d­en­gan nilai nilai  bela negara s­elama 5 hari.

“Full selama 5 hari me­re­ka berada dalam pendi­dikan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kela­kuan buruk mereka. Ke­mudian mereka juga akan kita masukan unsur agama dan adat. Sehingga me­reka bakal berubah,” tan­dasnya.

Lebih jauh dikatakan Mursalim, program ini di­ambil sebagai sikap sema­kin banyaknya tindak keja­hatan yang dilakukan pe­muda.

Data dari Polresta, pela­ku narkoba rata-rata ber­umur 16-30 tahun. Sebe­lumnya pemuda Kota Pa­dang juga tertangkap Den­sus 88 karena masuk ja­ringan teroris. Bahkan, 80 per­sen pemuda Kota pa­dang rawan terpapar pa­ham radikal.

Sumbar juga menyata­kan nomor 5 terbanyak kasus LGBT. Dan Kota Pa­dang lokasi paling parah. Se­lain itu, kerja sama Dis­pora dengan Lembaga Pe­ne­litian dan Pengem­ba­ngan Masyarakat (LPPM) Unand tahun 2020 lalu me­neliti, ketika para siswa be­lajar online, mereka mem­buka konten porno.

“Sangat banyak sekali masalah pemuda yang kita miliki. Makanya program Kapten ini bisa me­nun­taskan semuanya,” tandas Mursalim. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional