Menu

Harus Miliki SDM yang Hebat, TKBM Koperbam Telukbayur Percontohan Nasional

  Dibaca : 90 kali
Harus Miliki SDM yang Hebat, TKBM Koperbam Telukbayur Percontohan Nasional
RAPAT KOORDINASI— Ketua Koperbam Telukbayur Chandra memberikan kata sambutan pada rapat koordinasi lintas sektoral kemarin di aula Koperbam.

PADANG, METRO – Sebanyak 372 pelabuhan yang memiliki organisasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Indonesia, ternyata TKBM Koperbam Telukbayur menjadi percontohan secara nasional. Baik terhadap kepemimpinan pengurus, kinerja dan disiplin anggota, saat ini jadi acuan nasional.

Untuk mencapai semua keberhasilan ini tentun saja tak mudah. Berbagai upaya dilakukan pengurus. Bahkan pengurus berupaya secara terus menerus menjadikan Koperbam Telukbayur bermartabat, jujur dan disiplin. Apalagi Koperbam Telukbayur dipimpin oleh Chandra.

“Kita ketahui bahwa Chandra, dipercaya oleh pusat sebagai Wakil Ketua Induk Koperasi (Inkop) Indonesia pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ketua Koordinator SDM wilayah Sumatera,” ujar Nazarwin, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Telukbayur saat memberikan wejangan dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh pihak APBMI, Kepolisian Pelabuhan, Disnakertrans, Diskop dan UKM, SPTI serta Koperbam Telukbayur, kemarin.

Nazarwin sebagai pembina Koperbam Tekukbayur ini mengaku sangat pas sekali, bila gebrakan yang dilakukan Ketua Koperbam Chandra dan pengurus lainnya mencapai koperasi yang bermartabat dengan melakukan registrasi ulang, uji kompetensi, mengikut sertakan anggota dalam pelatihan termnasuk untuk seleksi kartu pas pelabuhan itu adalah sangat penting dan diwajibkan setiap anggota.

Begitu pentingnya kartu pas pelabuhan ini, mewajibkan anggota sebanyak 720 anggota itu seleksi pengambilan kartu PAS pelabuhan. Dari jumlah itu ternyata ditemukan 99 anggota yang gagal mendapatkan kartu pas pelabuhan . Mereka yang gagal ini rata rata sudah memiliki usia lanjut.

“Namun mereka akan menjalani seleksi ke dua pada Selasa (3/12) ini hingga Kamis (5/12) lusa. Jika dalam seleksi nantinya diuji langsung oleh Tim gabungan terdiri dari APBMI, SPTI, KSOP, Disnakertrans, Diskop dan UMKM Padang, Kepolisian Pelabuyuhan serta Koperbam sendiri,” sebut Nazarwin.

Seleksi pengambilan kartu pas pelabuhan itu, sebut Nazariwin sangatlah pentingnya sekali. Sebab ini menyangkut untuk kesejahteraan anggota sendiri.” Tidak untuk pengurus. Jadi perlu diingat lagi. Tak ada untungnya bagi pengurus untuk itu,” kata Nazarwin.

Dalam persoalan kartu PAS pelabuhan saya sebagai yang memiliki otoritas pelabuhan dan sebagai pembina Koperbam Teklukbayur tidak main main dalam menindaklanjutinya. Dari 99 orang pada tahap awal gagal, ada 30 orang sudah usia lanjut dan sakitan. Kepada mereka ini saya sarankan untuk mengundurkan diri. Jika tidak, maka pengurus Koperbam yang mengambil tindakan tegas. Jika masih kita pekerjakan orang yang sudah berusia lanjut, kita akan dikanakan sanksi tegas. Jadi untuk itu kepada anggota yang tak memiliki kartui pas akan kami usir dari pelabuhan.

“Namun saya yakin, Ketua Koperbam Chandra yang menjabat sebagai Wakil Ketua Inkop Bidang SDM sangat paham sekali. Sebab seleksi pengambilan kartu pas pelabuhan termasuk membentuk SDM, disiplin diri dan utamanya untuk kesejahteraan anggota didukung dengan SDM yang hebat,” sebut Nazarwin.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang diwakili Hari mengaku, Koperbam Telukbayur adalah Koperbam Telukbayur ini lain pada koperasi yang lain. Koperbam dini dibina oleh tiga instansi masing masing Disnakertran, Diskop dan UMKM dan KSOP. Untuk itu pengurus Koperbam Telukbayur melakukan gebrakan secara terus menerus demi mendapatkan kinerja yang apik dan kesejahteraan. ”Saya yakin, langkah yang diambil penmgurus itu perlu kita dukung,” aku Hari.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Penindustrian Kota Padang Yunisman mengatakan, bahwa langkah langkah yang sudah dilakukan pengurus Koperbam sudah sangat tepat sekali. Semuanya demi kesejahteraan anggota dan kelangsungan organisasi Koperbam Telukbayur yang saat ini jadi acuan nasional.

“Saya harapkan kepada pengurus Koperbam untuk mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang sudah berusiia lanjut dan mereka yang berkerja bermalas malas. “Untuk menciptakan suasana kerja yang kundusif, saya yakin pengurus Koperbam dapat menindaklanjutinya,” tuturnya.

Ketua Koperbam Telukbayur Chandra, didampingi Sekretaris Nursal Uce, M, SH, Ketua SPTI Paiman dan Bendahara Usman Z, usai rapat membentuk tim seleksi untuk dilakukan seleksi ulang kepada 993 orang anggota yang gagal tersebut. Mereka yang gagal itu merupakan anggota Koperbam yang sudah berusia lanjut, terganggu kesehatan dan mereka yang sering bermalas kurang disiplin.

Sejak 2014 lalu, masalah usia lanjut ini sudah muncul dan bahkan pengurus sudah berupaya melakukan langkah langkah yan tepat. Namuin pada 2020 ini, Koperbam Telukbayur tidak ada lagi anggota yang berusia lanjut. Sesuai dengan aturan pemerintah dan undang undang ketenagakerjaan undang undang RI No.13 tahun 2013 sudah diatur usia maksimal atau memasuki masa pensiun, proses itu harus dilalui.

“Bagi mereka yang sudah lanjut usia, benar benar tak mampu lagi, maka mereka berhak mengusulkan membuat surat pengunduran diri. Dan yang masih muda, masih mampu berkaktivitas, mereka diwajibkan mengiisi surat perjanjian. Untuk itulah, pengurus dalam waktu dekat ini akan melakukan seleksi ulang dengan tim bentukan pengurus,” tegas Chandra.

Sebenarnya ujar Chandra, registrasi yang kita lakukan ini tak lain, tak bukan untuk kesejahteraan anggota dan kelangsungan akvitas di lapangan. Saat ini kita butuh anggota Koperbam yang berkompetensi, lulus registrasi, melengkapi semua ketentuan yang berlaku saat bekerja. Hal ini berguna untuk keselamatan anggota di lapangan.

Disebutkan Chandra, pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, yang merata, baik materiil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pelaksanaan pembangunan nasional, katanya, tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan. Begitu pula dengan anggota Koperbam harus memiliki disiplin, jujur dan patuh aturan ketenagakerjaan.

Sesuai dengan peranan dan kedudukan tenaga kerja, diperlukan pembangunan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan peransertanya dalam pembangunan serta peningkatan perlindungan tenaga kerja dan keluarganya sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, sehingga dapat menjamin hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja.

“Jadi apa yang kita lakukan dengan melakukan registrasi ulang, ikuti uji kompetensi, safety dalam bekerja dan ketentuan lainnya, berguna untuk kita juga. Kegiatan ini tak sembarangan saja. Nah, suksesnya kita melakukan uji kompetensi itu, dari 105 TKBM yang ada di Indonesia, Koperbam mendapat penghargaan menjadi koperasi ketujuh menjalani uji kopetensi. Ini suatu kebanggaan bagi Koperbam Telukbayur dan masyarakat Sumbar,” ujar Chandra. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional