Menu

Harimau Sumatra Dilepasliarkan ke Hutan Lindung Pasaman Raya Gunung Sipogu

  Dibaca : 140 kali
Harimau Sumatra Dilepasliarkan ke Hutan Lindung Pasaman Raya Gunung Sipogu
MELEPASKAN— BKSDA Sumbar dan Pemkab Pasbar melepasliarkan Harimau Sumatra ke hutan lindung Pasaman Raya Gungung Sipogu.

PASBAR,METRO–Dalam rangka memperingati Tiger Day, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar melepasliarkan Harimau Sumatera “Sipogu” ke hutan lindung Pasaman Raya Gunung Sipogu, Simpang Godang, Kecamatan Sungai Aur,, Kamis (29/7/) kemarin.

Kegiatan ini juga seka­ligus memperingati Hari Harimau Sedunia 29 Juli 2021. Dimana kegiatan ini termasuk dalam peles­tarian satwa langka yang dilindungi serta kearifan lokal untuk konservasi ha­rimau Sumatera.

Kepala BKSDA Sumbar, Andri Andono menyam­paikan bahwa hal ini meru­pakan sesuatu yang luar biasa. Dimana biasanya masyarakat itu menolak adanya harimau, namun masyarakat Simpang Go­dang malah menerima.

“Sesuatu hal yang luar biasa. Dimana masyarakat malah merasa nyaman hidup berdampingan de­ngan satwa liar harimau ini,” katanya di Simpang Empat.

Menurutnya, hal itu ten­tu berkat adanya kerja­sama antara pemerintah dengan masyarakat, ninik mamak serta PT Pasaman Marama Sejahtera.

“Saya titipkan ini kepa­da masyarakat. Saya ber­harap harimau ini bisa diles­tarikan dan saling kita jaga habitatnya agar kebe­ra­daannya tetap ada,” tam­­bah­nya.

Kepala Dinas Kehu­tanan, Yosarwardi me­nyam­paikan apresiasi ke­pada pemerintah daerah dalam upaya menyelamat­kan harimau Sumatera ini karena meng­ingat saat ini jumlahnya sudah berku­rang akibat perburuan liar.

“Ketika nanti telah dile­pas­liarkan, tentu kita harus memberikan rasa aman di lingkungannya,” ucapnya.

Ditambahkan, bahwa keatifan lokal di Simpang Godang ini sangat unik. Dimana menurutnya, hal ini pertama kali ia temukan di Sumatra barat adanya masyarakat meminta agar harimau ini dilepasliarkan kembali ke habitatnya di kawasan hutan lindung.

“Saya berharap juga kepada PT PMS agar nanti masyarakat bisa diako­modir dimana kehidupan masyarakat dengan satwa liar ini bisa damai dan ber­dampingan,” imbuhnya.

Terakhir, Bupati Ham­suardi menyampaikan pe­le­pasliaran harimau suma­tera ini atas permintaan dari masyarakat setempat. Karena menurutnya, sela­ma ini harimau ini selalu hidup aman dan damai dengan masyarakat.

“Saat ditangkap itu saja se­be­narnya masyarakat tidak mengizinkan harimau ini dibawa. Karena selama ini harimau itu selalu mem­beri pertanda kepada masyarakat setiap akan terjadi sesuatu. Selain itu, harimau ini juga sering kami jadikan untuk mena­kut-nakuti anak-anak yang tidak mau masuk rumah ketika malam hari,” sebut­nya.

Selain itu, Bupati me­nga­kui bahwa dirinya sa­ngat mencintai binatang. Bah­kan diakuinya, rumah­nya sering dijadikan sa­rang tupai.

“Kita tidak ingin ada binatang yang disakiti. Bah­kan saya juga sudah be­ren­cana untuk me­ning­katkan status hutan yang didaerah danau laut tinggal itu dari hutan lin­dung men­jadi hutan konservasi,” paparnya.

Tujuannya agar hutan itu nantinya juga bisa dija­dikan sebagai lokasi tujuan wisata yang bisa didatangi oleh wisatawan yang nan­tinya juga akan dilengkapi dengan kendaraan.

“Selain itu, kami juga berencana akan mem­buat­­kan taman satwa Pas­bar yang lokasinya di Hu­tan Kota Padang Tujuh saat ini. Untuk luasnya saat ini se­kitar dua hektar, kita akan tambah nantinya men­­­jadi lima hektar,” pung­­­kas­­nya.

Kegiatan pelepasliaran harimau Sumatera ini di­akhiri dengan penan­da­tanganan kesepakatan ber­sama antara Peme­rintah Daerah, Masyarakat dan BKSDA Sumbar untuk bersama dalam peles­ta­rian hewat satwa yang dilindungi ini. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional