Menu

Harimau Muncul di Area Perkebunan Sawit Pasaman Barat

  Dibaca : 241 kali
Harimau Muncul di Area Perkebunan Sawit Pasaman Barat
Seekor satwa langka dan dilindungi jenis harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) muncul di area perkebunan kelapa sawit milik PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS) di Sungai Aur kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/7).

PASAMAN BARAT, METRO–Seekor satwa lang­ka dan dilindungi jenis harimau sumatera (pan­thera tigris su­matrae) muncul di area perkebunan kelapa sa­wit milik PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS) di Sungai Aur ka­bupaten Pasaman Barat, Rabu (14/7).

Kepala Balai Konser­vasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam, Ade Putra mengatakan, video ke­mun­culan satwa itu sempat te­rekam kamera handphone pekerja di lokasi dan beredar di media sosial.

“Satwa terlihat me­ngikuti kendaraan yang digunakan pekerja dari arah belakang. Kemudian tidak lama menghilang dalam semak-semak kebun kelapa sawit,” katanya, Jumat (16/7).

­Ade menambahkan, BK­S­DA Sumbar yang mendapatkan laporan itu, menurunkan dua tim dari Resor Agam dan Resor Pasaman untuk melakukan penanganan.

“Tim BKSDA bersama manajemen perusahaan dan dibackup personel sa­tuan Brimob melaksanakan identifikasi lapangan di lokasi kemunculan satwa,” ujarnya.

Selain itu, menurut keterangan Frenzy Marwan yang merupakan pimpinan perusahaan PT PMS, dalam sebulan ini satwa harimau sudah terlihat beberapa kali di dalam area perkebunan. Hal ini cukup mengkhawatirkan para pekerjanya.

Ade melanjutkan, menindaklanjuti laporan itu, sebanyak tiga unit camera trap (kamera jebak) dipasang untuk memantau pergerakan satwa dan mendapatkan gambaran visual satwa itu.

Hasilnya ungkap Ade, salah satu camera trap berhasil mendapatkan gambaran visual satwa itu ketika sedang melintas.

BKSDA memutuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit kandang jebak mengingat pengusiran dan penggiringan ke dalam hutan tidak mungkin dapat dilakukan.

“Kepada pihak manajemen, tim BKSDA meminta agar pekerja tidak beraktivitas dulu di sekitar lokasi kemunculan satwa,” pintanya.

Sementara itu kata Ade, tim BKSDA akan tetap memantau selama kandang jebak terpasang dan melaksanakan patroli pada siang dan malam hari. Hal ini agar satwa tidak sampai berinteraksi dengan manusia. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional