Menu

Hari Pertama PPKM Mikro Kota Padang, Restoran masih Abai Prokes, Pengunjung Ramai

  Dibaca : 214 kali
Hari Pertama PPKM Mikro Kota Padang, Restoran masih Abai Prokes, Pengunjung Ramai
SIDAK PPKM HARI PERTAMA— Wako Padang Hendri Septa bersama Kejari Padang Ranu Subroto, Kapolresta Padag Kombes Pol Imran Amir dan Dandim 0312/ Padang Kolonel Inf M. Ghoffar Ngismangil, menyisiri sejumlah restoran dan kawasan yang rawan kerumunan, kemarin. Di restoran Bebek Sawah, Jalan Patimura, pengelola masih belum menerapkan prokes dengan ketat.

PATIMURA, METRO–Hari pertama diberlakukannya kebijakan pengetatan Pem­berla­kuan Pembatasan Kegiatan Mas­yarakat (PPKM) Mikro di Kota Pa­dang, Rabu (8/7), masih banyak pelanggaran yang dilakukan ma­syarakat. Salah satunya penye­bab, karena masyarakat belum mengetahui aturan tentang pem­ba­tasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penye­baran virus corona.

Di hari pertama ke­ma­rin,  tim gabungan yang di­pimpin langsung Wali Kota Padang Hendri Septa mela­kukan  inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi yang berpotensi terjadinya kerumunan. Dalam sidak bersama Forkopimda se­perti kepolisian, Satpol PP, TNI dan instansi lainnya tersebut, menyasar kawa­san Pasar Raya Padang, sepanjang jalan Permindo, Plaza Andalas dan lokasi-lokasi usaha makanan.

Salah satu lokasi yang disinggahi wako adalah rumah makan dan restoran di kawasan Jalan Patimura yang sempat viral karena tidak menjalankan prokes. Ternyata, saat PPKM Mikro diberlakukan, restoran ini masih tidak menjalankan SE Wali Kota Padang yang bernomor 400.599/BPBD-Pdg/VII/2021 tersebut.

Kedatangan orang no­mor 1 di Kota Padang ter­sebut membuat terkejut para pengunjung dan pe­nge­lola Restoran Bebek Sawah. Dari sejumlah meja di restoran tersebut ter­paksa harus dikosongkan dan diberi tanda silang sesuai aturan prokes.

“Kita lihat bersama, warga masyarakat belum menjalankan dan menge­ta­hui tentang SE PPKM yang sesuai dengan in­struk­si Menteri Dalam Ne­geri Nomor 17 tahun 2021. Kota Padang sendiri masuk kedalam PPKM pengeta­tan, bukan masuk kedalam PPKM darurat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ke depan jika masih ada pelanggaran terhadap SE PPKM Mikro yang berlaku dari 8-20 Juli 2021 ini, Walikota Padang me­nyampaikan, akan mem­berikan sanksi berda­sarkan Perda No 1 tahun 2021 Kota Padang menge­nai Adaptasi Kebiasan Ba­ru (AKB).

“Hari ini kita hanya sosialisasikan saja dulu. Ke depan jika ada pelangaran, Pemko Padang akan mene­rap­kan sanksi berdasarkan Per­da no 1 tahun 2021 Kota Padang mengenai AKB,” jelasnya.

Wako Hendri Septa me­nam­bahkan, sebuah kewa­jaran ketika ditemui pe­langgaran dalam hal pe­nerapan PPKM Mikro di Kota Padang yang berlaku dari 8-20 Juli 2021 ini.

“Wajar hari pertama ditemui masih terjadi pe­lang­garan dari SE PPKM Mikro. Tetapi kawan-kawan media membantu dalam me­lakukan sosialisasi PPKM Mikro ini. Minimal setengah dari warga Kota Padang telah mengetahui­nya,” katanya yang didam­pingi Kejari Padang Ranu Subroto, Kapolresta Padag Kombes Pol Imran Amir dan Dandim 0312/ Padang Kolonel Inf M. Ghoffar Ngis­mangil serta pimpinan OPD Pemko Padang lain­nya.

Di sisi lain, wako me­nam­bahkan, untuk sistem kerja ASN, WFH Belum diterapkan di Kota Padang. Penerapan 75% work from home (WFH) dan 25% work from office (WFO) sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2021 di sejumlah perkan­toran di Kota Padang be­lum sepenuhnya diterap­kan.

 “Hari pertama ini be­lum terlaksana dengan baik. Kami telah meminta kepada perkantoran se­perti perbankan untuk me­ne­rap­kan 75% WFH dan 20% WFO. Imple­menta­si­nya tergantung perusa­haan dan perkantoran da­lam mengaturnya,” jelas­nya.

Diketahui, pengetatan PPKM skala mikro di Kota Padang ini berlaku hingga 20 Juli 2021. Kota Padang adalah satu satu kota yang terdampak PPKM telah mengeluarkan surat ber­no­mor 400.599/BPBD-PDG/VII/2021

Sementara pantauan POSMETRO , di jalan Nipah ada beberapa kedai kopi yang biasanya menyajikan sarapan pagi  pemiliknya memilih menutup kedai­nya.

Sedangkan, mobilitas arus lalu lintas di jalan Khatib Sulaiman terlihat ada pengurangan. Di pela­yana publik seperti di pe­nga­dilan negeri Padang pe­tugas security PN Pa­dang­pun membatasi tamu yang masuk dikarenakan dengan berlakunya sosia­lisasi SE PPKM.

Sebelumnya, berdasar­kan data https://dinkes.­padang.go.id/, pertanggal 7 Juli 2021, terjadi penam­bahan terkonfirmasi positif di Kota Padang sebanyak 394 orang, dengan sembuh 56 orang dan meninggal sebanyak 3 orang. (hen/rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional