Menu

Hari Pertama Larangan Mudik, 165 Kendaraan Pemudik Putar Balik di Pos Penyekatan

  Dibaca : 155 kali
Hari Pertama Larangan Mudik, 165 Kendaraan Pemudik Putar Balik di Pos Penyekatan
PERBATASAN— Suasana pos perbatasan provinsi Sumbar-Jambi di Nagari Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya.

PADANG, METRO
Nekat mudik meski sudah dilarang, sebanyak 165 kendaraan pemudik yang mau memasuki wilayah Sumatra Barat dipaksa putar balik di pos penyekatan pada hari pertama pemberlakuan larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah yang dimulai Kamis (6/5) pukul 00.00 WIB.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, ratusan kendaraan yang diputar balik itu dilakukan di 10 titik pos penyekatan perbatasan dan ditambah satu titik penyekatan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

“Kendaraan yang diputar balik tersebut dengan rincian 68 kendaraan sepeda motor, 75 mobil pribadi, 14 bus dan delapan travel.  Jumlah itu hasil rekap dari petugas di pos perbatasan Sumbar di hari pertama larangan mudik,” kata Satake Bayu, Jumat (7/5).

Kombes Pol Satake Bayu menuturkan, untuk jumlah pemudik yang naik kendaraan dan mencoba masuk wilayah Sumbar mencapai 3.263 orang. Namun mereka gagal masuk ke Sumbar karena disekat di perbatasan.

“Di perbatasan 10 lokasi penyekatan anggota standby, itu Polri ada sebanyak 225 personel, dari TNI 38 personel, Satpol PP 48 personel dan lainnya 50 personel. Personel melakukan penjagaan selama 24 jam,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Satake Bayu, masyarakat yang diperbolehkan masuk wilayah Sumbar untuk tanggal 6 Mei 2021 dampai 17 Mei 2021 adalah yang ada surat Dinas dari pimpinan.

Kemudian yang bersifat urgent karena keluarga sakit atau membawa keluarga yang sakit dengan membawa surat keterangan dari pihak desa. Selanjutnya yaitu kendaraan yang membawa sembako, BBM, dan juga ambulans yang membawa pasien.

“Sampai saat ini tidak ada yang melakukan perlawanan. Masyarakat menuruti saja saat diminta putar balik. Selain itu kami juga belum menerima laporan adanya masyarakat yang nekat melewati jalan tikus, atau menunggu saat petugas lengah atau istirahat,”tuturnya.

Terkait dengan penyekatan tersebut, Kombes Pol Satake Bayu menuturkan, petugas yang ditempatkan di pos penyekatan tentunya akan berusaha untuk tetap humanis meminta para pemudik untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

“Harapan kita, masyarakat jangan mencoba-coba untuk mudik. Karena itu akan percuma saja. Sudah pasti disuruh putar balik di pos penyekatan,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional