Menu

Hari ini, Tarekat Naqsabandiyah sudah Puasa, Kemenag: Selama Ramadhan Umat Muslim Patuhi Prokes saat Beribadah

  Dibaca : 96 kali
Hari ini, Tarekat Naqsabandiyah sudah Puasa, Kemenag: Selama Ramadhan Umat Muslim Patuhi Prokes saat Beribadah
TERAPKAN PROKES— Masjid Al- Hakim di Pantai Padang menerapkan prokes ketat untuk jamaah yang masuk masjid dengan memeriksa suhu serta wajib pakai masker saat menunaikan ibadah shalat.

KUINI, METRO
Untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran corona virus disease (covid-19), serta memberikan rasa aman kepada jamaah saat menjalankan ibadah Ramadan 1442 Hijirah,  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kemenag) Sumbar, melalui surat resmi yang dikeluarkan Menag RI pada 8 April, mengimbau umat muslim menjaga protokol kesehatan (prokes) pada pelaksanaan shalat tarawih.

Dalam surat edaran tersebut disebutkan, umat Islam yang sakit atau alasan syari lain dan dapat dibenarkan wajib menjalankan ibadah puasa sesuai ketentuan agama.

“Tak hanya itu, dalam surat edaran disebutkan, untuk sahur dan  buka puasa, sebaiknya dilaksanakan oleh keluarga inti saja. Kalau pun harus buka puasa secara tatap muka, maka jumlah kehadirannya wajib 50% dan menerapkan prokes,” katanya melalui surat edaran melalui Humas Kemenag Sumbar, Minggu (12/4).

Selain itu,untuk pelaksanaan salat fardhu, tarawih, witir, tadarus, kuliah tujuh menit (kultum), itikaf, tadarus, di masjid atau mushalla jumlah jamaahnya harus  50%.

“Untuk kegiatan ceramah ustaz, baik di masjid atau mushalla. Dalam surat edaran tersebut, disebutkan paling lama 15 menit,  dan pelaksanaan peringatan nuzul quran jumlah jemaahnya berkapasitas 50%, serta mengikuti prokes. Ditegaskan dalam surat edaran, pelaksanaan ibadah keagamaan tidak diperbolehkan dizona merah,”ujarnya.

Kemenag Sumbar juga menuturkan, untuk mengumpulan infak, zakat, zakat fitrah, agar mengindari kerumunan. Selain itu,untuk para ustad dalam menyampaikan, dakwahnya kepada umat muslim, diharapkan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam negara kesatuan RI, dan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan akhlaqul karimah.

“Sedangkan untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 Hijriah, baik di dalam masjid atau di lapangan harus memperhatikan proses,”imbuhnya.

Kemenag Sumbar berharap, agar umat Islam saling menjaga mempererat silarahmi diantara muslim lainya dan saling menghargai, menghormati agama lainnya dalam melaksanakaan ibadah.

Besok Puasa
Sementara itu, jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, telah menetapkan awal Ramadhan 1442 Hijiriah  jatuh pada Senin (12/4). Sedangkan pelaksanaan salat tarawih perdana berlangsung pada Minggu (11/4) malam.

Hal itu dinyatakan Sekretaris Tarekat Naqsabandiyah Padang, Edizon Refindo. Menurutnya, sebelumnya di Ramadhan 1441 Hijiriah, awal Ramadhan jatuh pada hari Kamis. Sedangkan tahun ini maju lima hari dari tahun 2020. “Bila dihitung dari Kamis, maka tahun sekarang jatuh hari Senin,” imbuh Edizon.

Menurut Edizon, pemerintah baru melihat hilal terlebih dulu sebelum menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat. Sedangkan Muhammadiyah telah menetapkan puasa Ramadhan, Selasa (13/4). “Kita lebih cepat satu hari dari Muhammadiyah,” ucapnya.

Sebagai pertanda mulai puasa, Jamaah Tarekat Naqsabandiyah sudah mulai shalat tarawih seperti di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Pauh Padang, Minggu (11/4) malam.

“Saat ini ada sekitar 2.500 jamaah Tarekat Naqsabandiyah yang tersebar di berbagai daerah di Sumbar. Jumlah itu tersebar di Padang, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Payakumbuh dan lainnya. Jika awal Ramadan dimulai pada Senin, maka Hari Raya Idul Adha nantinya juga jatuh pada hari Senin,”  tukasnya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional