Menu

Hari ini, JCH Dharmasraya Diberangkatkan, Beni: ”Tutup Medsos, Jangan Perbanyak Selfie”

  Dibaca : 64 kali
Hari ini, JCH Dharmasraya Diberangkatkan, Beni: ”Tutup Medsos, Jangan Perbanyak Selfie”
dilepas— JCH Kloter XIII dilepas langsung oleh Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi, Kamis (18/7) sore di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (ist)

TABING, METRO – Kloter XIV menjadi penutup rangkaian Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Padang gelombang pertama. JCH asal Dharmasraya dan Kota Padang itu, Kamis (18/7) sudah mulai memasuki Asrama Haji Embarkasi Padang, sekitar pukul 16.30 sore.

Sesuai jadwal Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, JCH Kloter XIV akan diberangkatkan Jumat (19/7) sekitar pukul 17.15 melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Madinah.

“Kamis merupakan kloter terakhir JCH Embarkasi Padang untuk gelombang pertama,” kata Kabid Pembinaan Haji dan Umroh (PHU) Kanwil Kemenag Sumbar, Efrizal, Kamis (18/7).

Lebih lanjut, kata Efrizal, selama di asrama, JCH Kloter XIV akan dilakukan persiapan akhir dan mengikuti pelepasan secara resmi sebelum diberangkatkan. Jumlah JCH kloter XIV yakni 319 dari Dharmasraya, 67 JCH Kota Padang, dua pendamping haji dan lima petugas kloter.

Efrizal menjelaskan, perbedaan gelombang satu dan dua terletak dari lokasi yang dituju JCH setibanya di tanah suci. Dikatakan, gelombang satu mendarat di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah sementara gelombang dua mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

“Kalau gelombang satu dari Madinah terus ke Makkah, sementara gelombang dua sesampai di Jeddah langsung menuju Makkah, menjalani rangkaian haji barulah nanti JCH gelombang dua menuju Madinah,” tutur Efrizal.

Kloter XIII Diterbangkan

Sementara itu, JCH Kloter XIII sudah diterbangkan Kamis (18/7) sekitar pukul 17.35. Sebelum diterbangkan ke Tanah Suci Medinah JCH dilepas secara resmi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat diwakili Asiten II, Beni Warlis, Rabu malam (17/7).

Sekretaris Daerah (Sekda) diwakili Beni Warlis mengucapkan selamat kepada jemaah haji yang telah dipilih menjadi tamu Allah di tanah suci Mekah dan Madinah, semoga kembali membawa haji yang mabrur.

“Kesempatan ini adalah penantian yang telah ditunggu-tunggu, kami yakin dan percaya bapak ibu telah membawa bekal yang sangat banyak. Bekal yang paling penting adalah takwa. Inilah yang diimplementasikan dalam kalimat talbiyah. Talbiyah merupakan semangat ketakwaan dalam menjawab seruan Allah,” ungkap Beni.

La Sarikalah, lanjut Beni mengulang bacaan Talbiyah, ini menandakan tidak ada celah lagi bagi kita berskutu dengan Allah, tidak ada lagi azimat. Bukan ingin dipuji, disanjung karena akan mendapat gelar haji atau hajjah. Jadikan talbiyah ini betul-betul keluar dari jiwa dan raga.

“Hari ini tidak ada lagi bantuan kecuali dari Allah. Tutup semua sosial media karena kita akan menjadi tamu Allah, bukan untuk berselfi tetapi memenuhi panggilan Allah untuk beribadah,” pesan Beni dengan penuh haru.

Asisten II juga mengingatkan jemaah bahwa haji adalah Arafah. Manfaatkan momentun ini dengan sebaik-baiknya sebagai sarana bermunajat kepada Allah menghapus semua kesalahan. Tanamkan dalam diri ini kesempatan terakhir, tidak akan ada keesempatan lagi. Menginta daftra tunggu haji yang begitu lama.

“Jadikan ini wukuf terbaik kita, sesali dosa-dosa yang pernah kita perbuat, agar kita mnyesali dan minta ampun serta berkomitmen untuk meninggalkan hal-hal negatif dan berubah melakukan hal-hal posistif,” tutur Beni diiringi suasana haru jamaah.

Ini adalah komitmen kepada Allah SWT, ketika di Muzdalifah introspeksi diri kita. Sifat hewani, sifat syetani kita buang bersama batu yang kita lempar. Haji adalah momentun u melkukan perobahan. jangan sombong karena itulah yang akan mengantarkan bapak ibu kepada haji mabrur.

Sebelumnya, Plt. Kabid PHU, H. Efrizal menyampaikan jamaah kloter XIII berjumlah 391 orang, berasal dari Tanahdatar, Kota Padangpanjang dan Kota Padang. Dua diantaranya batal berangkat karena sakit dan ditunda ke kloter berikutnya.

Pertama atas nama, Rasaman Mak Zein nomor manifes 198 asal Tanah Datar ditunda berangkatkan karena sakit. Kedua Ahmadrius nomor manifes 391 TPHD ditunda berangkat ke kloter berikutnya.

“Sementara jemaah tertua di Kloter ini, Saharuddin Alat Murdih usia 89 tahun nomor manifes 88 asal Tanahdatar. Jemaah termuda, Fadhia Twozkya Yandi Mirwan usia 22 tahun nomor manifes 333basal Kota Padang Panjang,” ungkap Efrizal. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional