Close

Hari ini, 105 Ribu Pelajar Ujian Semester Ganjil di Kota Padang, Belum Vaksin, Siswa Ujian Daring di Rumah

Hari ini, Senin (6/12) peserta didik tingkat SD dan SMP Negeri/Swasta di Kota Padang serentak mengikuti Ujian Semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022 di sekolah masing-masing.

AZIZ CHAN, METRO–Hari ini, Senin (6/12) pe­serta didik tingkat SD dan SMP Negeri/Swasta di Kota Padang serentak mengikuti Ujian Semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022 di sekolah masing-masing. Bagi siswa tingkat SMP yang belum divak­sin, maka pelaksanaan ujian dilaksanakan secara daring (dalam jaringan).

Sedangkan siswa yang sudah divaksin bisa me­ngikuti ujian secara lang­sung di sekolah dengan tetap menerapkan proto­kol kesehatan (prokes). “Ya, bagi siswa kita yang belum disuntik vaksin ujian­nya harus di rumah atau daring. Mereka tidak bisa ujian di sekolah karena belum ada kartu vaksinasi baik itu vaksin dosis satu atau vaksin dosis dua,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dis­dik­bud) Kota Padang, Habibul Fuadi, Minggu (5/12).

Secara umum bagi sis­wa yang ujian daring atau online sistemnya sama dengan saat belajar daring. Nanti, setiap siswa akan mendapat materi ujian dari gurunya melalui WA grup masing-masing.

Habibul Fuadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.

“Ujian akan berlang­sung selama sepekan de­ngan rin­cian jumlah pe­serta tingkat SD 65.000 dan SMP 40.000 anak. Bagi anak-anak yang ujian di rumah tentu juga harus me­ngikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh guru mereka masing-ma­sing,” ujar Ha­bibul, Minggu (5/12).

Ia mengatakan, ujian digelar dalam rangka eva­luasi dan melihat sejauh mana kemampuan siswa yang selama 6 bulan bela­kang telah mengikuti pro­ses belajar mengajar dan setelah usai proses ujian diketahui peringkat terbaik atau juara pada pene­ri­maan rapor nantinya.

“Untuk pengawasan pelaksanaan ujian, Dis­dikbud serahkan ke seko­lah penyelenggara ma­sing-masing. Begitu juga aturannya,” ucapnya.

Ia meminta kepada peserta didik untuk me­ngikuti ujian dengan baik serta fokus belajar di ru­mah. Agar nilai yang dida­pat memuaskan dan remedial tak dilakukan.

Di sisi lain, partisipasi wali murid juga diminta dalam pelaksanaan ujian ini serta kontrol waktu ber­main anak. ”Selanjutnya, kepada majelis guru di sekolah diminta awa­si ke­tat dan saling koordinasi antar sesama. Pengawa­san Prokes juga perlu, agar ke­nyamanan terwujud dan klaster corona tidak mun­cul,” pungkasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top