Menu

Hari ini, 10 Perbatasan Sumbar Dijaga Ketat

  Dibaca : 174 kali
Hari ini, 10 Perbatasan Sumbar Dijaga Ketat
CEK KESIAPAN— Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto melakukan pengecekan kesiapan personel yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Singgalang 2021.

PADANG, METRO
Polda Sumbar menurunkan 2.941 personel dalam melaksanakan kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Singgalang 2021 yang dimulai tanggal 6-17 Mei 2021. Operasi yang serentak digelar diseluruh Indonesia tersebut dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, serta melarang masyarakat untuk melakukan mudik lebaran.

Operasi dimulai dengan ditandai apel gelar pasukan dipimpin langsung Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto dan diikuti Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Danrem 032 Wirabraja, Danlatamal II Padang dan Danlanud.

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, membacakan amanat Kapolri, mengatakan, operasi ketuapat yang digelar ini dimulai sejak 6 hingga 17 Mai, untuk menciptakan situasi aman dan kondusif saat Idul Fitri 1442 H.

“Sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi ketupat 2021, kita periksa mulai sarana maupun prasarana serta keterlibata unsur terkait lainnya,” kata Brigjen Pol Edi, Rabu (5/5).

Brigjen Pol Edi mengatakan, untuk di Sumbar, saat ini masih masa pandemi Covid-19, pihaknya menurunkan sebanyak 2.941 personel yang terdiri dari Polda dan Polres di jajaran, untuk memberikan pengaman dan melarang aktivitas mudik.

“Nanti khusus di 10 pos penyekatan di Sumbar, akan menekan arus mudik. Sangat riskan, sangat bahaya dengan situasi sekarang, dan masyarakat juga sudah tahu seperti yang terjadi di luar. Kita harapkan tidak terjadi di Indonesia, khususnya di Padang,” ujar Edi.

Pemudik Tak Diizinkan Masuk dan Keluar Sumbar
Ditegaskan Brigjen Pol Edi, pemudik tidak akan diizinkan melintas ke wilayah Provinsi Sumbar. Penjagaan di 10 pos penyekatan dimaksimalkan dengan menempatkan ribuan personel Polri.

“Nanti di 10 pos penyekatan di Sumbar ini yang menekan supaya tidak terjadi arus mudik lebih banyak lagi. Larangan mudik lebaran ini karena pandemi Covid-19 masih terjadi. Namun, masih ada masyarakat yang curi star mudiknya,” ungkap Brigjen Pol Edi.

Menurut Brigjen Pol Edi, pos penyekatan akan dikawal oleh persone Porli, TNI, serta instansi lainya. Personel tersebut akan bertugas secara humanis. Menurut dia dengan operasi yang dilakukan tersebut, diharapkan dapat mencegah adanya aktivitas mudik oleh masyarakat yang hendak masuk atau keluar dari Sumatera Barat.

“Bagi warga yang akan mencoba masuk ke Sumatera Barat, maupun keluar dari Sumbar nantinya akan disuruh pulang kembali atau kita putar balik, begitu juga jalur tikusnya juga sama, tetap dibuat penyekatan,” ujar Brigjen Pol Edi.

Dikatakan Brigken Pol Edi, pemerintah telah menetapkan aturan pelarangan mudik dan pihaknya tentu mendukung hal tersebut salah satunya membuat pos penyekatan di perbatasan darat dengan provinsi tetangga.

“Insya Allah dengan penegakkan hukum penyekatan ini kita akan mengurangi atau tidak terjadinya suatu peningkatan Covid-19. Kami harap mudik tidak terjadi sehingga tidak terjadi penyebaran yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Polda Sumbar telah mempersiapkan 10 pos penyekatan di wilayah perbatasan. Di antaranya yaitu pos sekat Muaro Cubadak, Kecamatan Rao perbatasan dengan Sumatra Utara.

Pos sekat Mapattunggul, Kecamatan Mapat Tunggul berbatasan dengan Provinsi Riau. Pos Sekat Provinsi (Kampung Baru, Nagari Bantahan, Kecamatan Rabat).

Kemudian pos sekat Pangkalan berbatasan dengan Provinsi Riau. Pos sekat Silaut, Kecamatan Silaut berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko.

Selanjutnya, pos Sekat Sako, Kecamatan Rahul Tapan berbatasan dengan Provinsi Jambi, Kabupaten kota Madya Sungai Penuh Kerinci. Pos sekat JTO Kamang perbatasan dengan Provinsi Riau.

Berikutnya pos Sekat Simalidu berbatasan dengan Provinsi Jambi. Pos sekat Sungai Rumbai berbatasan dengan Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi.

Terkahir, pos Sekat Provinsi Kubang Gajah Perbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Dalam pengamanan ini, setidaknya sekitar 1.300 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat Singgalang 2021. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional