Menu

Hari ini, 1.064 Mahasiswa UIN IB Padang Diwisuda

  Dibaca : 64 kali
Hari ini, 1.064 Mahasiswa UIN IB Padang Diwisuda
WAMENAG— Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menilai edukasi masyarakat terkait vaksinasi dan pencegahan penularan Covid-19 sangat penting.

LUBUKLINTAH, METRO–Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang akan me­wi­suda 1.064 orang mahasiswanya, secara daring dan luring selama dua hari, Sabtu (26/6) dan Minggu (27/6). Lulusan terbaik, bin­tang aktivis kampus seba­gai perwakilan wisudawan dihadirkan pada saat itu termasuk anggota senat dengan jumlah terbatas dengan berpedoman ke­pada prokes.

Pernyataan tersebut di­benarkan dan didasarkan ke­pada pengumuman yang dibuat oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Hetti Waluati Triana, Ph.D, ter­tanggal 14 Juni 2021 dan diteruskan kepada Direktur Program Pascasarjana un­tuk S,2 dan S.3 serta para de­kan fakultas se-lingkup UIN IB Padang.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat pimpinan dengan mem­per­tim­bangkan aspek ke­se­hatan dan keselamatan jajaran perguruan tinggi khususnya dalam layanan mahasiswa.

Mekanisme wisuda ter­tuang dalam pengumuman tersebut masih dilak­sa­na­kan secara daring sama dengan angkatan ke-83, 84 termasuk untuk angkatan ke-85. Tekhnisnya, menurut Hetti Waluati Triana, link zoom wisuda akan dikirim satu hari sebelum wisuda yakni, Jumat (25/6) kepada semua calon wisudawan.

Dikediaman masing-masing, orang tua atau wali mahasiswa harus hadir dan mengikuti prosesnya jalannya wisuda. Khusus kepada wisudawan/ti me­makai dianjurkan untuk me­makai toga lengkap se­suai aturan yang berlaku dalam dunia akademik.

Agar bisa berjalan baik dan khidmat wisuda ini sebut Warek Bidang Aka­demik & Kelembagaan, tetap dilakukan gladi resik secara daring, Jumat (25/6) dimulai pukul 09.00.

 “Kita memang ingin wisuda ini secara luring. Namun karena wabah ini masih terjadi, akhirnya diputuskan untuk daring saja lagi. Hal ini disesuaikan lagi dengan Surat Kepu­tusan Bersama (SKB) an­tara Mendikbud, Kemen­terian Agama serta Ke­men­terian Kesehatan dan lembaga terkait lainnya. Apalagi kita tidak menge­tahui asal-usul mahasiswa yang secara umum ters­e­bar dari berbagai wilayah di Sumbar dan luar pro­pinsi yang riwayat kita tidak mengetahui apakah mereka terpapar atau tidak oleh wabah covid 19 dan di duga berpotensi terjadinya  claster,kata Rektor Prof. Dr. Eka Putra Wirman, MA, Jumat (25/6).

Ditambahkan Eka Putra Wirman, kalau pada masa-masa mendatang wabah virus ini sudah tidak ada lagi dan kondisi normal, tentunya akan melakukan proses perkuliahan dan wisuda serta kegiatan lain­nya di kampus secara umum dilakukan secara luring.

“Tapi, kita harus melihat kejadian ini sebagai kuasa Allah SWT semata. Kita hanya bisa berdoa dan patuh dengan aturan yang ada di negara ini, salah satunya adalah mengikuti prokes sebagai salah satu langkah memutus mata rantai wabah tersebut,­ka­tanya.

Pada bagian lain bebe­rapa orang calon wisu­da­wan dan orang tua serta wali mahasiswa mengakui bahwa proses wisuda kira­nya dapat dilaksanakan secara luring. Hal ini dika­ren­akan ada nilai istime­wa­nya dan betul-betul me­rasa sebagai orang yang telah tamat kuliah. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional