Menu

Hari Anak Nasional 2021, Puluhan Anak LPKA Tanjung Pati Terima Kado Remisi

  Dibaca : 130 kali
Hari Anak Nasional 2021, Puluhan Anak LPKA Tanjung Pati Terima Kado Remisi
REMISI—Pemberian remisi kepada anak didik LPKA Tanjung Pati oleh Kalapas.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2021, puluhan Anak Didik Permasyarakatan di Lem­baga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Pati menerima “Kado” dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemen­te­rian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang diserahkan Kepala LPKA Ronald Heru Praptama, Jumat (23/7), di Lapas yang berada di Kawasan Ketinggian Keca­matan Harau Kabupaten Limapuluh Kota.

“ Kado” berupa Remisi itu diberikan 1 hingga 3 bulan. Menurut Kepala LPKA Tanjung Pati, Remisi tersebut merupakan ap­resiasi yang diberikan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Re­publik Indonesia serta wujud nyata kehadiran Negara dalam mengede­pankan masa depan anak. Pemberian remisi yang diberikan Pemerintah un­tuk Anak Didik Pemasya­rakatan melalui Kemen­kumham untuk memper­cepat proses integrasi anak dan mengurangi be­ban psikologi anak.

Selain itu, Remisi diha­rapkan menjadi motivasi bagi ANDIKPAS untuk se­la­lu menjadi pribadi yang lebih baik terutama ting­katkan kebersihan diri dan kedisiplinan. “Iya, tadi pagi kita menyerahkan Remisi bagi puluhan anak di LPKA Tanjung Pati. Jum­lahnya (remisi.red) bera­gam, mulai dari satu hing­ga tiga bulan,” sebut Ke­pala LPKA Tanjung Pati, Ronald Heru Praptama didampingi Humas, Hen­dri, Minggu (25/7) kepada wartawan.

Mereka yang menda­patkan Remisi 1 bulan sebanyak 26 orang, 2 bu­lan 3 orang serta 3 bulan sebanyak 3 orang, LPKA Tanjung Pati berkomitmen untuk terus memberikan hak kepada anak  sehing­ga nantinya setelah kem­bali ke tengah-tengah ma­sya­rakat mereka bisa dite­rima dengan baik. Kegia­tan pemberian Remisi di­lak­sanakan dengan mema­tuhi Protokol Kesehatan.

“Kita terus berko­mit­men agar anak setelah menjalani pembinaan di LPKA dapat kembali ke tengah-tengah masya­rakat dan keluarga de­ngan bekal ilmu dan kete­rampilan yang kita beri­kan,” ucapnya.

Saat ini di LPKA yang tidak lagi membina perem­puan itu dihuni 55 orang anak, mereka dominasi tersandung perkara/kasus Undang-undang perlin­dungan anak, pencurian serta Narkotika. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional