Menu

Harga Turun, ”Maaf BBM Habis”

  Dibaca : 1163 kali
Harga Turun, ”Maaf BBM Habis”
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.
Tiga orang anak nekat naik, menumpang pada sebuah mobil tangki yang sedang berjalan ketika di foto di daerah Jambu Air, Kabupaten Agam.

Meski ada tulisan peringatan, “Awas Mudah Terbakar”, tiga bocah laki-laki nekat menaiki truk tangki BBM SPBU. Ketiganya menjadi “penumpang gelap” saat pulang menuju rumah di kawasan Jambu Aia, Agam perbatasan Kota Bukittinggi, Selasa (5/1).

PADANG, METRO–Ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turun, semestinya masyarakat senang. Namun kenyataannya saat ini berbeda. Masyarakat malah banyak kecewa ketika harga BBM turun. Betapa tidak, mereka kecewa karena di hari pertama penurunan harga BBM, hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Padang kehabisan stok.

Pantauan POSMETRO, Selasa (5/1) pagi, di Kota Padang banyak SPBU yang kosong. Kekosongan lebih dominan terjadi untuk BBM jenis premium. Namun, ada juga SPBU yang mengalami kekosongan stok solar dan pertamax.

Kekosongan BBM itu terjadi di SPBU Aiapacah, SPBU Jati, SPBU Lubukbuaya, Tabing, Sawahan dan Khatib Sulaiman. Dari pengumuman yang dibuat pemilik SPBU, disebutkan bahwa BBM sedang dalam pengiriman. Dari sejumlah SPBU ini, bukan berarti semua jenis BBM yang habis. Misalnya, di SPBU Khatib Sulaiman,  jenis pertamax dan solar ada, sementara jenis premium dan pertalite kosong.

Dengan kondisi tersebut, membuat banyak konsumen yang kecewa. Betapa tidak, ketika mereka memasuki area SPBU, mobil dan motor langsung berbalik ketika melihat pengumuman stok BBM kosong. ”Sama saja bohong. Walaupun harga turun, tapi stoknya kosong. Ini kan percuma,” keluh Faisal (25), salah seorang pengendara roda dua yang batal mengisi BBM di SPBU Khatib Sulaiman.

Dikatakan, pihak SPBU seharusnya bisa mengantisipasi kekosongan BBM sejak jauh hari sebelum harga diturunkan. SPBU menyediakan stok yang banyak sebelum harga turun. Dengan begitu, konsumen tidak menjadi kecewa dengan kekosongan BBM.

Menanggapi hal itu, pengawas SPBU Khatib Sulaiman, Zulfen mengatakan, kekosongan stok BBM pada pagi hingga Selasa (5/1) siang, dikarenakan adanya pengurangan stok dan permintaan pasokan BBM ke SPBU. Hal ini mengantisipasi terjadinya kerugian terhadap pengusaha SPBU.

”Kalau premium di sini, memang sejak Senin, pukul 23.00 WIB sudah habis. Kita sengaja kurangi permintaan. Biasanya dua tangki DO (delivery order) sehari. Tapi kemarin kita cuma DO satu. Kalau tetap paksakan untuk DO dua tangki, kami yang rugi,” sebut Zulfen.

Hingga siang pukul 11.00 WIB, dia belum bisa memastikan stok BBM itu akan sampai di SPBU. Namun, dia memperkirakan stok BBM yang saat itu kosong, akan kembali terisi sekitar pukul 13.00 WIB. ”Sekarang ini pasti banyak SPBU yang order. Karena, semalam rata-rata SPBU menghabiskan stok yang lama dulu. Ketika harga turun, baru mereka order lagi,” jelas Zulfen.

Sementara itu, Owner SPBU Ranah, Asnawi Bahar mengatakan, kekosongan stok terjadi karena menunggu suplai dari depo BBM di Teluk Kabung. Sebelumnya, pengusaha SPBU sengaja mengosongkan stok jelang pergantian harga agar tidak menanggung kerugian.

”Senin (4/1) malam, sejumlah BBM di SPBU memang sudah kosong. Kami dari pengusaha memang tidak order lagi. Kalau tetap ditambah, ternyata tidak habis sampai pagi, kita yang rugi karena harga sudah turun,” jelasnya.

Asnawi yang juga Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumbar ini, mengimbau masyarakat agar tidak berpikiran negatif dengan kekosongan stok sementara BBM di sejumlah SPBU. “Siang pasti stok sudah ada. Ini karena ada antrean order, sehingga terjadi keterlambatan pengiriman,” terangnya.

Sementara itu, Area Manager Communication dan Relations Pertamina Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Fitri Erika menjelaskan, ketersediaan BBM di depo Bungus Teluk Kabung, Padang sangat mencukupi. Tercatat 35.000 Kilo Liter (KL) premium dan 45.000 KL untuk solar.

”Sejak pukul 00.00, Selasa (5/12) terminal BBM Teluk Kabung dibuka dan melayani untuk memenuhi kebutuhan pada 113 SPBU di Sumbar. Saya rasa tidak ada masalah untuk pasokan,” ungkapnya.

Terkait dengan banyaknya SPBU yang mengalami kekosongan stok BBM, dia menilai karena meningkatnya konsumsi BBM pasca turunnya harga. “Saya update dulu apakah SPBU itu  ada pemesanan BBM. Atau karena harga sudah murah, penjualan meningkat. Jadi stoknya habis,” tutur Erika.

Sebelumnya, harga BBM diturunkan per 5 Januari 2016 pukul 00.00 WIB tanpa dipungut di dalamnya Dana Ketahanan Energi (DKE). Dimana, Solar turun dari Rp6.700 menjadi Rp5.650 per liter. Sementara, harga premium non Jawa, Madura, Bali turun dari Rp7.300 menjadi Rp6.950 per liter. Selain itu, Pertamina juga akan menurunkan harga produk yang lain seperti Pertalite turun dari Rp8.250 menjadi Rp7.900 per liter. (da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional