Close

Harga Tiket Objek Wisata Berbayar, Tak Ada Rencana Pemko Bukittinggi Menaikkan

TARIF LAMA— Pemko memastikan harga tiket masuk ke seluruh objek wisata berbayar masih menerapkan tarif lama.

BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi memas­tikan harga tiket masuk ke seluruh objek wisata berbayar di Kota Jam Gadang masih mengguna­kan tarif lama. Dan tidak ada rencana pemko unruk rencana menaikan harga tiket.

“Kami pastikan harga tiket masuk ke objek pariwisata di Bukittinggi masih dengan tarif yang lama, kajian terakhir kenai­kannya masih pada 2019 lalu,” kata Kadis Pariwisata dan Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Bukittinggi, Hendry, Selasa (14/6).

Hendry mengatakan, harga tiket masuk di Taman Marga Satwa Bukittinggi Kinantan (TM­SBK) dan Taman Panorama Lobang Jepang belum dikaji untuk kenaikannya tahun ini. ”Belum ada kajian untuk dinaikkan, itu tidak bisa dilakukan saat ini mengingat TMSBK selain sebagai sumber pendapatan daerah juga kami wajib menjaga konservasi flora dan fauna sekaligus edukasi sejarah,” kata Hendry.

Ia menyebutkan, harga tiket di TMSBK dan Benteng Fort De Kock masih dengan harga tiket untuk anak-anak Rp 20 ribu, De­wasa Rp 25 ribu dan Turis Man­canegara Rp 40 ribu. ”Sementara untuk objek wisata Panorama Lobang Jepang masih dengan tarif untuk anak anak Rp 10 ribu, dewasa Rp 15 ribu dan turis mancanegara Rp 20 ribu,” katanya.

Hendry mengatakan, untuk menaikkan tarif retribusi harus membutuhkan kajian yang lama dan panjang, tidak bisa dilakukan tanpa pertimbangan secara me­nye­luruh. ”Tidak ada rencana untuk mengkajinya saat ini mes­kipun sama kita dengar ada beberapa destinasi wisata di berbagai daerah, termasuk saat liburan panjang sekolah ini, bukan berarti bisa dinaikkan begitu saja,” kata Hendry.

Sebaliknya, Hendry mene­gaskan akan adanya penamba­han kualitas dari objek wisata khusus­nya TMSBK dan Benteng Fort De Kock tahun ini. ”Penam­bahan satwa diupayakan seperti unggas dan reptil, saat ini kami perlu harga pembanding dari pihak ketiga, revitalisasi akan dibuat Benteng Menyala hingga malam bisa dikun­jungi, langkah­nya dengan mem­benahi lampu penerangan, pemak­simalan tea­ter yang sudah diba­ngun dan rencananya tahun ini selesai,” kata Hendry.

Ia menambahkan, pengem­ba­ngan objek wisata nantinya akan ditingkatkan dengan melibat­kan masyarakat dalam rangka pengembangan pariwisata ber­ba­sis masyarakat. ”Khususnya pengembangan objek yang meru­pakan lahannya milik masyarakat dengan harapan masyarakat sebagai pelaku yang mempunyai peran penting dalam kepari­wisataan di Kota Bukittinggi,” kata Hendry. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top