Menu

Harga Pinang Kembali Turun, Rp 20 Ribu Per Kilogram

  Dibaca : 125 kali
Harga Pinang Kembali Turun, Rp 20 Ribu Per Kilogram
Ilustrasi Kebun pinang.

PESSEL, METRO–Setelah sempat me­nem­bus harga Rp 23 ribu per kilogram, harga komoditi pinang kembali turun Rp 20 ribu per kilogram sejak satu pekan terakhir di Kabupaten Pesisir Selatan.

Kenaikan harga pinang mencapai Rp 23 ribu per kilogram dalam kondisi kering setelah dilepas dari cangkang itu, sempat mem­buat petani pinang di Kabupaten Pesisir Selatan bergairah.

Sebab itu merupakan harga terbaik dan tertinggi yang dirasakan petani sejak sepuluh tahun terakhir.

Demikian pengakuan Syafrigon 46, petani pinang di Kampung Koto Lamo, Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang ke­pada pe­sisir­sela­tan.­go.­id Kamis (9/9).

“Sebagai petani yang memiliki lahan pinang, saya bersama teman lainnya memang merasa se­nang ketika harga pinang bisa menembus Rp 23 ribu per kilogram dalam kondisi kering setelah dilepas dari cangkang. Namun di­sayangkan harga itu kem­bali turun Rp 20 ribu per kilogram sejak satu pekan terakhir,” katanya.

Dijelaskannya bahwa dengan harga Rp 20 ribu per kilogram saat ini, dia juga mengaku masih tetap bersyukur. Sebab harga itu masih memihak kepada petani.

“Kami berharap harga di kisaran Rp 20 ribu per kilogram ini tetap bertahan, agar kehidupan petani pinang di daerah ini bisa le­bih sejahtera lagi,” harapnya.

Seperti biasa dia dan petani pinang lainnya di nagari itu menjual pinang yang sudah dipanen ha­nya kepada pedagang pe­ngum­pul.

“Sebab di daerah ini memang tidak ada koperasi atau pabrik yang bisa langsung menampung hasil panen petani. Agar tidak terjadi permainan harga, sehingga kami berharap kepada pemerintah supaya bisa melakukan pengawasan terhadap harga pinang di pasaran,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertanhortbun) Pesisir Selatan, Nuzirwan, Kamis (9/9) mengatakan bahwa se­karang permintaan komo­diti pinang di pasaran memang cukup bagus.

“Kondisi ini berpe­nga­ruh terhadap kenaikan har­ga yang sebelumnya memang sempat mencapai Rp 23 ribu per kilogram,” katanya.

Karena harga pinang dihukum oleh kondisi pa­sar, sehingga pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi terhadap harga tersebut.

“Namun yang pasti jika pinang hasil produksi petani kualitasnya bagus, ma­ka harga akan bisa tetap stabil. Saya berharap kondisi ini akan tetap bertahan agar petani pinang di daerah ini bisa hidup lebih sejahtera lagi,” timpal­nya.(rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional