Menu

Harga Cabai masih Pedas, Memasuki Ramadhan Stok Beras Aman

  Dibaca : 76 kali
Harga Cabai masih Pedas, Memasuki Ramadhan Stok Beras Aman
CABAI MASIH MAHAL— Salah seorang pedagang cabai merah di Pasar Raya Padang masih menjual cabai dikisaran harga Rp 42.000 sampai Rp 46.000 per kilogram. Pedagang mengku mendekati Ramadhan, daya beli di pasar masih belum mengalami kenaikan signifikan.

PASARRAYA, METRO
Harga berbagai kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang masih stabil jelang beberapa pekan bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Namun, khusus untuk cabai merah, komoditi ini masih pedas dan bertahan di angka Rp 46 ribu/kilogram.

Harga cabai Rp 46 ribu/kilogram ini diakui pedagang sudah sejak tiga pekan lalu. Sebelumnya masih diangka Rp 25 ribu hingga Rp 30 per kilogram.

“Sekarang masih bertahan di antara Rp 42.000 sampai Rp 46.000. Sudah cukup lama juga,” sebut Nasrul (55), salah seorang pedagang cabai.

Menurutnya, harga ini tidaklah murah. Tapi tidak terlalu mahal. Namun untuk kondisi sekarang, bagi masyarakat harga itu masih dinilai tinggi.

Sementara, pedagang ayam, Dedy (42) mengatakan harga ayam masih stabil. Belum ada peningkatan. Ia masih menjual ayam potong Rp25 ribu per kilogram. Meski belum terjadi kenaikan, namun daya beli masih rendah.

“Daya beli masih lemah. Jadi harga saat ini masih dinilai mahal,” tandas Dedy.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar mengatakan, Dinas Perdagangan terus berupaya memantau harga berbagai kebutuhan pokok. Selama ini semua stok kebutuhan pokok aman. Seperti beras. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog. “Untuk stok beras aman,” sebutnya.

Selama ini berbagai kebutuhan pokok di Padang dipasok dari luar. Kendalanya adalah, kalau cuaca buruk, maka akan mengganggu distribusi barang. Itu akan menyebabkan harga barang bisa mengalami kenaikan. “Kita berharap saja harga barang tetap stabil dan cuaca membaik,” tandas Andree.

Untuk diketahui, biasanya menjelang dan selama bulan Ramadhan, konsumsi masyarakat akan naik. Hal ini diikuti oleh kenaikan harga-harga terutama pangan karena permintaan juga ikut naik. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional