Close

Harga BBM Naik Bikin Pendapatan Ojol Menurun, Harapkan ada Regulasi dari Pemerintah

PADANG, METRO–Dampak dinaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 3 September 2022 oleh pemerintah sontak memberikan efek pada berbagai sektor. Tak terkecuali transportasi online di Indonesia khususnya Kota Padang.

Dampaknya, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan berkurangnya pendapatan pascakenaikan harga BBM. Pasalnya, sejak kenaikan harga BBM yang dibarengi dengan kenaikan tarif jasa angkutan transportasi online, orderan pun menjadi sepi.

Ketua Forum Korlap Komunitas Drivers Online Padang (FKDOP), Adek Kurnia Putra, S.AP, mengatakan, sejak harga bbm naik, para drivers transportasi online merasakan berkurangnya penumpang. Situasi ini membuat mereka resah dan kebingungan untuk menutup target.

“Berkurangnya pendapatan karena orederan dari penumpang sepi, itu dirasakan oleh semua teman-teman driver transportasi online. Itu disebabkan tarif naik imbas dari harga BBM naik,” ungkap Adek, Kamis (20/10).

Menurut Adek, jika tarif tidak dinaikkan, mereka akan kesulitan membeli BBM yang harganya naik. Sementara saat tarif dinaikkan, para penumpang memilih menggunakan akomodasi lain.

“Kalau tarif naik orderan sepi, tapi kalau tidak naik, pastinya pengeluaran kami untuk BBM yang naik. Pastinya pendapatan kami juga turun. Ini yang membuat kita bingung,” ujar Adek.

Terkait tarif, lanjut Adek, kesenjangan standar tarif antar perusahaan penyedia transportasi online juga menjadi faktor penting yang perlu perhatian dan pengawasan pemerintah.

“Jika ada aplikator yang menetapkan tarif dasar lebih rendah dari aplikator lain, ini akan menimbulkan ketimpangan, tidak sehat untuk para driver juga,” katanya.

Untuk itu, Adek mewakili para driver transportasi online, berharap akan adanya regulasi yang jelas dari pemerintah agar masalah ini bisa dicarikan solusinya.

“Dinamika ojol ini sudah berubah, dahulu mungkin banyak yang menjadi driver sekadar hobi, sekarang banyak yang menggantungkan nasib melalui profesi ini, jika tidak ada regulasi yang jelas, tidak terhitung berapa banyak driver yang rugi, pendapatan juga semakin berkurang,” jelasnya. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top