Menu

Hama Tupai Mengganas, Petani Terancam Gagal Panen

  Dibaca : 58 kali
Hama Tupai Mengganas, Petani Terancam Gagal Panen
DIMAKAN TUPAI— Seorang petani memperlihatkan bukti keganasan hama tupai yang memakan jagung dan membuat petani merugi. (ramadalius/posmetro)

TALAWI, METRO – Sejak beberapa bulan terakhir, hama Tupai mengganas di erea pertanian masyarakat di Santorok, di RT 04 dan 05 RW 03 Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara. Akibatnya, produksi hasil tani masyarakat jauh menurun bahkan terancam gagal panen.

Hama tupai yang selama ini dikenal merusak dengan melobangi buah kelapa, cokelat, manggis, jengkol, pepaya, kini tanaman jagung milik petani area Santorok, nyaris gagal panen akibat ikut dimakan tupai. Petani hanya bisa memanen sisa jagung yang sudah dimakan tupai.

Berbagai cara untuk mengusir hama tupai dari parak (Ladang) mereka, sudah dilakukan. Mulai dari memasang kaleng-kaleng dengan “orang-orang” untuk menakut-nakuti hama tupai, dipajang petani. Bahkan tiap pohon Kepala masyarakat juga ditempeli seng agar hamatTupai tak bisa memanjat. Namun, apa yang dilakukan masyarakat ini tampaknya sia-sia belaka.

“Sekarang ini bukan saja buah Kelapa, Coklat, Durian, Manggis, Pepaya dan Jengkol yang di lobanginya, tapi tanaman Jagung muda masyarakat juga dihabisi. Kini hasil panen kami jauh menurun, bahkan buah Kepala kami sudah jarang-jarang. Cokelat hampir kami tidak bisa panen lagi akibat hama Tupai ini,” sebut Edi Samsu, salah seorang petani Jagung di Santorok, Rabu (11/9) kepada Wartawan sambil memperlihatkan Jagung miliknya yang dimakan Hama Tupai.

Disampaikannya, Hama Tupai ini memakan buah-buahan tanaman petani kebanyakan pada saat pagi dan sore hari. Pada jam-jam itu sebut Edi Samsu, petani sedang tidak berada di “parak” (kebun). Kini sebutnya, petani hanya bisa pasrah setelah beberapa usaha pengusiran dilakukan.

“Kami sudah melakukan berbagai cara untuk mengusir hama Tupai ini, tapi tetap saja buah-buahan kami dimakannya. Buah Kepala yang sudah bolong berjatuhan, Buah Coklat tidak bisa dipanen lagi, kemudian beberapa bulan terakhir ini buah jagung kami sudah dimakan tupai,” sebutnya.

Dikatakan, saat ini area pertanian masyarakat di Santorok, Talawi, yang diserang ancaman Hama Tupai mencapai 12 hektare. Sementara untuk tanaman jagung sekitar 3 hektare diserang hama tupai, dan lokasinya berkelompok-kelompok terutama dibagian tepi kebun yang dekat dengan pohon cokelat dan kelapa.

“Area pertanian kami disini ada 12 hektare, ada Kelapa, Coklat, Manggis, Pepaya, Jengkol dan Jagung. Untuk Jagung sendiri yang diserang hama Tupai ini mencapai 3 hektare. Dan yang banyak dimakannya di bagian tepi berkelompok-kelompok, sehingga hasil produksi petani Jagung turun,” sebut Ketua RT 04, RW 03 Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Wandi Usman, kepada Wartawan, dikebun miliknya.

Saat ini disampaikan Wandi Usman, petani area Santorok dan Lurah Ompang Tanah Sirah sudah mengajukan Surat permohonan kepada Limapuluh Kota Shooter Club (Liko SC) untuk mengadakan perburuan atau penembakan hama tupai yang mengganas menghabisi buah-buahan tanaman petani.

“Kami rencananya akan melakukan perburuan hama tupai ini pada Minggu 15 September 2019, dari pagi. Mudah-mudahan dengan perburuan Hama Tupai ini nanti hasil produksi pertanian masyarakat makin meningkat dan masyarakat petani tidak cemas atau khawatir lagi dengan serangan hama tupai ini,” sebutnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional