Menu

Halalbihalal dengan Dinas Pertanian, Bupati Serahkan Mesin Bajak

  Dibaca : 116 kali
Halalbihalal dengan Dinas Pertanian, Bupati Serahkan Mesin Bajak
SERAHKAN MESIN BAJAK— Bupati Ali Mukhni serahkan bantuan mesin bajak untuk masyarakat petani. (efa nurza/posmetro)

PADANGPARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, kemarin, gelar halalbihalal dan silaturahim dengan keluarga besar Dinas Pertanian Kabupaten Padangpariaman sambil menyerahkan bantuan masin bajak sawah untuk masyarakat. Bupati mengajak seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN ) di Dinas Pertanian yang hadir untuk bisa memaknai lebaran idhul fitri ini untuk bisa lebih pro aktif memberikan pelayanan dan penyuluhan pertanian bagi masyarakat.

”Sehingga komoditi pertanian masyarakat kita bisa meningkat dan ekonomi petani juga bisa membaik,” kata Bupati Ali Mukhni saat acara. Hadir Sekda, Kepala OPD, ASN di lingkungan Dinas Pertanian.

Apalagi, Penyuluh Pertanian sebagai sebuah profesi dan jabatan karir, jelas tergambar dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara nomor: 02/PER/MENPAN/2/2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya. Sebagai sebuah profesi, aktifitas penyuluhan pertanian juga menuntut pelakunya untuk bersikap dan bertindak secara professional.

Untuk bisa disebut sebagai profesional, menurut Samana A. (1994) minimal ada tiga ciri atau spesifikasi yang harus melekat pada diri seorang profesional yaitu memerlukan persiapan atau pendidikan khusus bagi pelakunya, memiliki kecakapan atau keahlian yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan/dibakukan oleh pihak berwenang (Organisasi profesi, pemerintah), mendapat pengakuan dari masyarakat dan negara (civil effect).

Selain itu, seorang penyuluh pertanian bisa dianggap sebagai penyuluh pertanian profesional jika sudah mampu berperan sebagai agen perubahan (agen of change) dan pembaharu sosial di lingkungan masyarakat, khususnya bidang pertanian/pemberdayaan masyarakat, organisator.

Selanjutnya, fasilitator dan motivator pembelajaran masyarakat tani, bertanggung jawab secara professional untuk secara terus menerus meningkatkan kompetensinya/kecakapannya baik kompetensi substantif, kompetensi metodologis maupun kompetensi sosial.

”Karena itulah setiap penyuluh pertanian dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan dan keahliannya baik dengan cara belajar secara mandiri dan memperkaya pengalaman di lapangan maupun meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) teknis maupun fungsional. Dengan demikian hasil panen masyarakat petani akan terus meningkat,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional