Close

Halal bihalal Bersama KAN Lareh Nan Panjang, Wako Padang Panjang Berharap Terjalin Komunikasi dengan Pemangku Adat

SAMBUTAN— Wako Padangpanjang Fadly Arman memberikan sambutan pada acara, kemarin.

PDG,PANJANG, METRO–Terjalinnya komunikasi dan silaturahmi yang baik dengan pemangku adat, akan bisa mengeluarkan ide-ide yang baik guna kemajuan Kota Padang Panjang. Demikian diutarakan Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano saat Halalbihalal bersama Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lareh Nan Panjang, Minggu  (8/5) di Balairung Adat KAN itu di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur.

“Kalau bisa kegiatan silaturahmi seperti ini dapat melibatkan dinas terkait untuk dapat merealisasikan program yang ada di semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih. Kami melihat komunikasi dan silaturahmi sangatlah penting, apalagi yang akan bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ujarnya.

Wako Fadly berharap melalui yayasan dan program konkret dari KAN Lareh Nan Panjang dapat melahirkan anak muda yang punya fighting spirit di bidang kepemudaan maupun bidang-bidang lainnya. “Semoga generasi di Nagari Lareh Nan Panjang dan Kota Padang Panjang umumnya menjadi generasi yang Islami dan generasi yang membanggakan kota tercinta ini,” tuturnya.

Fadly dalam kesempatan ini juga menyampaikan harapannya kepada ninik mamak, agar Padang Panjang bersiap menjadi pilot project sesuai dengan kerja sama

Polda bersama Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Su­matera Barat terkait restorative justice. “Mohon dukungan ninik mamak, Padang Panjang siap menjadi pilot project restorative justice di Sumatera Barat,” ucapnya.

Restorative justice me­rupakan penyelesaian hukum di masyarakat de­ngan memberi peran kepada ninik mamak untuk membantu penyelesaian kasus tipiring (tindak pidana ri­ngan) dan tindak pidana umum ringan lainnya.

Sementara itu, Ketua KAN Lareh Nan Panjang, M.A Datuak Sararajo, S.T dalam kesempatan itu berharap semakin meningkatnya peranan ninik mamak dalam pembinaan generasi muda.

“Marilah kita sama-sama selalu mengingatkan anak dan kemenakan perlunya menjaga ‘raso jo pareso’. Saat ini marak sekali permainan game online, meminta-minta chip. Di sinilah hendaknya kita dapat berperan agar hal-hal yang dapat merusak generasi kita dapat kita minimalisir,” ungkapnya.  Kegiatan ini diakhiri de­ngan pemberian tausiah oleh Ustadz Icip Harianto, S.Th.I. (rmd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top