Menu

Haji 2021 Resmi Batal, MUI Minta Jemaah Batal Berangkat Diprioritaskan Tahun Depan

  Dibaca : 341 kali
Haji 2021 Resmi Batal, MUI Minta Jemaah Batal Berangkat Diprioritaskan Tahun Depan
Pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan menyelenggarakan Ibadah Haji 1442 H/2021. Pembatalan pemberangkatan jemaah haji ini dilakukan karena belum adanya kepastian haji dari pemerintah Arab Saudi.

JAKARTA, METRO–Pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan menyelenggarakan Ibadah Haji 1442 H/2021. Pembatalan pemberangkatan jemaah haji ini dilakukan karena belum adanya kepastian haji dari pemerintah Arab Saudi.

Pembatalan pembe­rang­katan haji itu dite­tapkan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No­mor 660 Tahun 2021 ten­tang Pembatalan Kebe­rang­katan Jamaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi.

“Kami pemerintah me­lalui Kementerian Agama menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Re­publik Indonesia Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberang­ka­tan Jamaah Haji Pada Pe­nyelenggaraan Ibadah Ha­ji Tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi,” kata Menteri Aga­ma (Menag) Yaqut Cho­­lil Qoumas, Kamis (3/6).

Yaqut menuturkan, mes­kipun penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai terlihat bagus, tetapi di belahan dunia yang lain, pandemi Covid 19 ini masih belum bisa terkendali de­ngan baik. Atas beberapa per­­tim­ba­ngan tersebut, akhir­nya penyelenggaraan haji diba­talkan. Keputusan ini di­ambil setelah mela­kukan diskusi dengan para stakeholder terkait, seperti Ko­misi VIII DPR RI.

“Kami berkomunikasi juga dengan para alim ula­ma, dengan pimpinan-pim­pinan ormas Islam dan tentu dengan penyeleng­gara haji dan umroh khu­sus (PIHUK), dengan biro per­jalanan haji yang kita kenal ya, juga berdiskusi panjang dengan berbagai pihak yang selama ini men­jadi ujung tombak pelaya­nan haji di lapangan,” tutur dia.

Yaqut menegaskan, ke­pu­tusan ini diambil juga dengan mencermati kese­lamatan jamaah haji, aspek teknis persiapan, dan kebi­jakan yang diambil oleh otoritas pemerintah Arab Saudi. Apalagi, penyeleng­garaan haji merupakan kegiatan yang melibatkan banyak orang yang berpo­tensi menyebabkan keru­mu­nan dan peningkatan kasus baru Covid-19.

“Karena masih pan­demi dan demi kesela­matan jamaah, pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak membe­rang­kat­kan kembali jamaah haji Indonesia,” tegasnya.

Dikatakan Yaqut, pe­merintah menimbang se­jumlah hal dalam peneta­pan haji tahun ini. Bebe­rapa di antaranya belum adanya kepastian yang disam­pai­kan oleh peme­rintah Arab Saudi terhadap Indonesia.

“Pemerintah Arab Sau­di belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah hji 1442 H/2021 M dan pemerintah Indonesia membutuhkan keterse­dia­an waktu yang cukup untuk melakukan persiapan pela­yanan bagi jemaah haji,” terangnya.

Diminta Diprioritaskan Tahun Depan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan MUI meminta kepada Ke­menag agar para jamaah yang batal berangkat untuk mendapat prioritas apabila Indonesia mendapatkan kuota haji tahun depan.

“Kalau tahun beri­kut­nya akan diberangkatkan sesuai dengan kondisi Co­vid-19 yang sudah aman tentu kita prioritaskan ke­pa­da Kemenag untuk kita berangkat kan sehingga pemberangkatan jamaah haji ini hanya soal waktu saja. Kami MUI men­doa­kan semoga kita segera keluar dari pandemi Covid-19 dan terus menegakkan protokol kesehatan,” sam­bung Amirsyah.

Terkait  dana setoran jamaah haji dan waiting list, Amirsyah Tambunan me­minta untuk tidak digu­nakan. Begitu juga dengan pengembalian dana ja­maah agar tidak dipersulit.

“Sesungguhnya ini me­rupakan kewajiban yang harus kita kembalikan pem­biayaannya begitu ju­ga kaitannya dengan daf­tar tunggu di mana peserta jamaah haji yang dananya di tasyarufkan untuk diin­vestasikan kan untuk ma­sa-masa lahat nanti kewe­nangan BPKH menjawab itu untuk kaitannya untuk maslahat,” ujarnya.

Selain itu, Amirsyah Tambunan juga mengap­resiasi Kementerian Aga­ma (Kemenag). Mengingat bahwa virus Covid-19 su­dah bermutasi, seperti yang ada di India dan su­dah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Keputusan yang diambil merupakan suatu langkah yang bijak.

“Kita apresiasi Menag untuk pembatalan haji ta­hun ini dalam rangka me­ngutamakan keselamatan jiwa calon jamaah haji sehingga tidak menim­bulkan sesuatu yang ber­ba­haya karena klaster virus ini terus berkembang,” tutupnya. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional