Menu

Hadirkan Peluang Investasi dan Lapangan Kerja, Mahyeldi Ingin D’Besto Hadir di Seluruh Kelurahan

  Dibaca : 62 kali
Hadirkan Peluang Investasi dan Lapangan Kerja, Mahyeldi Ingin D’Besto Hadir di Seluruh Kelurahan
BERI ARAHAN— Mahyeldi didampingi Owner D’Besto drh Evalinda Amir dan drh Setyajid memberikan arahan potensi investasi di Kota Padang, saat gebyar 5th D’Besto di Sumbar, Kamis (14/3).

PADANG, METRO – Usaha makanan ayam goreng krispi cepat saji merk D’Besto yang dirintis drh. Evalinda Amir bersama suaminya drh. Setyajid sejak 1994 silam, sempat mengalami masa-masa sulit. Bahkan usaha ini sempat tutup pada periode tahun 1998, saat krisis moneter melanda Indonesia, dan tahun 2005 saat flu burung melanda.

Dengan perjuangan yang dilandasi keteguhan hati, Evalinda bersama suaminya yang sama-sama lulusa IPB, selama 25 tahun telah berhasil mengembangkan usaha kuliner bisnis ayam goreng krispi siap saji, ke seantero nusantara.

Pada kesempatan kegiatan Gebyar 5th D’Besto di Sumbar, Kamis (14/3) di Padang, Evalinda menceritakan kisah perjuangannya merintis usaha ayam goreng krispi tersebut. Diungkapkannya, dulu usahanya bernama, Kentuku Fried Chicken (KUFC). Tetapi seiring berjalannya waktu mengukuhkan nama yang telah dipatenkan menjadi D’Besto sejak tahun 2010.

”Keberanian kami membuka usaha kuliner ini tidak lepas dari latar belakang yang merupakan lulusan kedokteran hewan dari IPB. Apalagi, kami ingin menyajikan makanan ayam cepat saji yang higienis serta terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah,” ujar Evalinda.

Evalinda yang didampingi suaminya Setyajid mengatakan, tidak hanya untuk menyajikan makanan ayam goreng krispi yang terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Namun, usahanya ini juga untuk meningkatkan perkembangan investasi di Indonesia. Salah satunya dengan membuka peluang investasi kemitraan dengan masyarakat yang ingin berinvestasi.

”Kita tidak bisa berdiri sendiri saja. Namun, kita membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan cara kemitraan,” katanya.

Saat ini D’Besto sudah memiliki outlet cabang di Indonesia sebanyak 231 cabang. Dengan jumlah karyawan sekitar 2000 orang. Untuk di Sumbar sendiri outlet cabang berjumlah 27 cabang yang berada di beberapa daerah di Sumbar, diantaranya, Kota Padang, Payakumbuh, Bukittinggi.

 ”Kita membuka cabang ini tidak lepas dari kerja keras agar D’Besto dapat dijangkau masyarakat di beberapa wilayah, sekaligus ini memberikan peluang kerja bagi masyarakat,” katanya.

Di Sumbar saja, D’Besto sudah ada sejak tahun 2014 lalu. Dengan cabang Siteba yang pertama kali.

”Sudah lima tahun keberadaan di Sumbar ini, maka kami bertekad untuk menambah cabang lagi di beberapa wilayah, sesuai dengan visi dan misi D’Besto menjadi market leader makanan cepat saji di kelas menengah. Sekaligus memajukan perekonomian dalam sektor investasi dan memberikan peluang tenaga kerja,” kata perempuan asal Ampang Badang, Talago, Kecamatan Guguk, wilayah utara Kabupaten Limapuluh Kota.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kehadiran D’Besto di Kota Padang, sangat membantu pemerintah dalam  memberikan peluang lapangan kerja bagi masyarakat.

 ”Karena saat ini kita lihat jumlah angkatan kerja di Padang sangat banyak, tetapi peluang kerja saat sedikit. Adanya D’Besto ini akan memberikan peluang kerja bagi masyarakat, apalagi Pemko Padang sangat fokus dalam memberikan peluang kerja bagi masyarakat itu dibuktikan dengan membuka job fair tiap tahun,”katanya.

Selain itu, hadir D’Besto yang memberikan peluang investasi kemitraan bagi masyarakat ini, akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berinvestasi, sekaligus ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat sebab investasi ini sangat menjanjikan dan berjangka panjang.

“Dampak hadir D’Besto sangat banyak manfaat bagi masyarakat, maka kita ingin ada D’Besto ini dapat membuka outlet cabang di seluruh kelurahan di Kota Padang, yang berjumlah 104 kelurahan. Apalagi di setiap kelurahan jumlah penduduknya mencapai 10 ribu rata-rata. Bahkan ada yang 30 ribu penduduknya,” pungkasnya.

 Kehadiran D’Besto juga menjadi peluang investasi dan lapangan kerja baru di bidang peternakan di Kota Padang. Karena D’Besto sudah tersertifikasi halal oleh MUI, maka seluruh pasokan bahan makanannya harus berlabel halal. Termasuk suplai bahan ayam sebagai bahan pokoknya. Selama ini suplai bahan ayam yang digunakan D’Besto dipasok dari Medan, karena di Kota Padang sendiri belum ada rumah potong yang bersertifikasi halal.

“Ini seharusnya jadi prospek. Jika pemotongan ayam dan unggas yang sudah tersertifikasi label halal dibuka di Kota Padang, akan membuka tenaga kerja dan dapat berdampak peningkatan ekonomi peternak di Kota Padang. Ini menjadi perhatian kita, katrena dapat mendorong potensi ekonomi dan memecahkan masalah pengangguran di Kota Padang,” harapnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional