Menu

Hadiri Sidang Pembunuhan, Puluhan Sekuriti Ribut di PN Padan, Istri Terdakwa Pingsan

  Dibaca : 389 kali
Hadiri Sidang Pembunuhan, Puluhan Sekuriti Ribut di PN Padan, Istri Terdakwa Pingsan
TAK TERIMA— Puluhan sekuriti sempat membuat gaduh berteriak-teriak di Pengadilan Negeri Padang karena tak terima rekannya dijatuhi hukuman kurungan penjara.

PADANG, METRO
Tak terima atas putusan Majelis Hakim yang menjatuhkan hukuman kurungan penjara kepada dua rekannya Effendi Putra dan Eko Sulistiyono yang menjadi terdakwa kasus dugaan pembunuhan Adek Firadaus, puluhan sekuriti Pelindo II Teluk Bayur membuat kegaduhan di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Selasa (20/10).

Mereka berteriak-teriak mempertanyakan keadilan bagi rekannya yang dijatuhkan hukuman penjara 4,5 tahun kepada terdakwa Efendi Putra dan Eko Sulistiyono dijatuhi penjara 1,5 tahun oleh Ketua Majelis Hakim Leba Max Nandoko beranggotakan Agnes Sinaga dan Yose Ana Roslinda.

“Pengadilan tidak adil, pengadilan sama saja dengan membela maling. Rekan kami membela diri dengan mempertaruhkan nyawanya, dalam keadaan sedang bertugas menjaga aset negara Pelabuhan Teluk Bayur,” kata salah rekan kedua terdakwa usai hakim menjatuhkan vonis.

Dari informasi yang dihimpun, puluhan tenaga pengamanan tersebut, tampak memenuhi  ruang tunggu Pengadilan Negeri Padang. Setelah dibacakan putusan, rekan sejawat terdakwa terlihat membuka seragamnya dan memperlihatkan ke majelis hakim sembari berteriak hakim tidak adil dalam memutus rekannya, termasuk jaksa yang menuntut kedua terdakwa dengan terlalu tinggi.

 ”Putusan ini tidak adil, bagaimana kami bisa menjaga aset negara kalau begini keputusan hakim. Kami sebagai perpanjangan tangan pihak kepolisian tidak semestinya hakim memvonis bersalah rekan kami, dia (Efendi dan Eko red) membela diri dalam bertugas mempertaruhkan nyawanya,” ujar salah seorang securiti, sambil mengepalkan tangan.

Selain itu,  istri dan keluarga terdakwa Efendi Putra terlihat histeris dan  menangis sembari memeluk dia. Tak hanya itu, beberapa orang sekuriti membuka baju seragam warna hitam dan memperlihatkan kepada Hakim yang telah menjatuhkan hukuman penjara kepada rekannya.

Beberapa polisi dan pengawal tahanan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) menenangkan sekuriti. Bahkan istri dari salah satu terdakwa pingsan dan dibawa ke luar ruang sidang. Suasana sempat mencekam, Hingga keluar Pengadilan Negeri Padang, puluhan rekan terdakwa masih berteriak sebagai ungkapan aksi solidaritas tak terima atas putusan hakim. Sekuriti menunggu mobil tahanan yang membawa kedua terdakwa keluar dari PN Padang, tampak juga mobil Polresta Padang mengawal aksi Sekuriti.

Sementara, menurut majelis hakim, kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah,sehingga dijatuhi hukuman pidana penjara. “Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Eko Sulistiyono selama satu tahun dan enam bulan dan terdakwa Efendi Putra selama empat tahun,”kata hakim ketua sidang Leba Max Nandoko.

Majelis hakim berpendapat, terdakwa Eko Sulistiyono terbukti melanggar pasal 351 ayat 1 dan terdakwa Efendi Putra melanggar pasal  351 ayat 3. “Hal yang meringankan kedua terdakwa sedang menjalani tugas mengamankan aset negara, korban masuk kewilayahan terlarang, dan kedua terdakwa memiliki istri dan anak yang masih kecil serta kedua terdakwa belum pernah dihukum,” kata Hakim.

Sementara itu, Penasihat Hukum (PH) terdakwa Julaiddin dan Sonny Dali Rakhmat Cs langsung mengatakan banding. ”Kami tidak puas dengan putusan tersebut, dan kami menyatakan banding. Pertimbangan majelis hakim itu sangat keliru, karena majelis hakim tidak mengurai fakta-fakta persidangan secara kongkret,”sebut PH terdakwa.

Julaiddin menambahkan, yang membunuh korban merupakan dirinya sendiri, siapa yang melihat dan siapa yang menyuruh membawa senjata tajam ke area yang sudah terlarang dimana pelabuhan tersebut merupakan objek vital negara.

“Sekuriti tersebut tidak akan melakukan tindakan pidana yang disangkakan, dituduhkan dan diputuskan hari ini apabila korban Adek Firdaus menjalankan perintah saat disuruh keluar dari area Pelabuhan Teluk Bayur,” ujarnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kajari Padang Irna menyatakan, pikir-pikir atas putusan hakim tersebut.

Sebelumnya, JPU menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan berbeda. Terdakwa Efendi dituntut tujuh tahun penjara dan terdakwa Eko dituntut dua tahun enam bulan penjara oleh JPU.  JPU berpendapat kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia, sesuai dakwaan ketiga Pasal 351 ayat (1) dan ayat (3) KUHP. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional