Close

Hadiri Peresmian Gedung Layanan Perpustakaan, Dr Novi Irwan,S.Pd,M M: Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat di Kabupaten Agam

Ketua DPRD Agam Novi Irwan menerima penghargaan Nugra jasa dharma Pustaloka dari Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando.

Ketua DPRD Agam Dr Novi Irwan,S.Pd,M M mengapresiasi sekali Kinerja Pemerintah Kabupaten Agam atas terwujudnya impian masyarakat Kabupaten Agam untuk memiliki Gedung Layanan Perpustakaan yang sangat megah sekali,apalagi dengan berbagai inovasi tentu akan memberikan dampak yang positif bagi per­kembangan Generasi Pelajar masyarakat Kabupaten Agam nantinya ungkap nya saat menghadiri Pe­res­mian Gedung layanan Perpustakaan Daerah Ka­bupaten Agam Selasa (8/3).Acara peresmian tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Agam Andri Warman, Kepala perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando Kepala OPD dan Unsur Forkopimda

Dalam kesempatan itu Ketua DPRd Dr.Novi ir­wan­,S.Pd,MM menjelaskan kemampuan individu dalam membac­a,menulis,ber­bica­ra,menya­jikan dan me­mecahkan masalah da­lam kehidupan literasi serta kemampuan berbahasa sangat diutamakan saat sekarang ini,dimana dari perkembangan zaman kita bangsa indonesia ini harus terus bergerak maju dan memberikan inovasi bagi perkembangan generasi kita untuk masa katanya

Kemudian dari sejarah di Agam ini sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa sejak tahun 1920 tentu hal ini bisa membanggakan bagi kita.­Se­cara dasar kita sudah memiliki sudah mumpun tinggal mengasah dan terus belajar agar bisa sejalan de­ngan syariat islam “Adat sandi syarak,syarak ba­sandi kitabullah” jelasnya

Disamping itu Perpustakaan menjadi urusan wajib yang tidak berkaitan dengan kebutuhan Dasar hal ini tercantum dalam UU Nomor 23 tahun 2014.­Apalagi di Agam ini telah lahir tokoh-tokoh yakni riya dr r. mansur ketua kehormatan,Buya Hamka tuturnya

”Kondisi ideal Perpustakaan dan masyarakat diharapkan sesuai dengan wujud dan cita-cita kita bersama,yakni masya­ra­kat bisa menggunakan perpustakaan sebagai sarana belajar sepanjang hayat.Perpustakaan menjadi tempat pengembangan kapasitas masya­ra­kat,­serta koleksi /informasi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan informasi masyarakat untuk itu pentingnya Literasi untuk meningkatkan SDM yang unggul.Hal ini bisa meningkatkan budaya literasi menciptakan masyarakat kritis dan ilmiah.Hal ini menjadi faktor penentu dalam meningkatkan pem­bangunan kualitas dan kesejahteraan sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas literasi masyarakat menjadi skala prioritas pembangunan melalui inisiasi budaya membaca dan gerakan kunjungan Perpustakaan jelasnya

Lebih lanjut Novi Irwan menuturkan bahwa layanan perpustakaan sebagai hak inklusif masyarakat dan hal ini tercantum da­lam Pasal 5 UU 43/2002 ten­tang perpustakaan me­­nga­tur hak,kewajiban ma­syarakat terhadap per­pus­takaan bahwa masya­ra­kat mempunyai hak yang sa­ma untuk memperoleh la­yanan serta me­­­­man­faat­kan dan men­daya­gu­na­­kan fasilitas per­­pus­ta­kaan

Selanjutnya masyara­kat di daerah terpen­cil,­te­ri­solasi,atau terbelakang sebagai akibat faktor ge­ogra­fis berhak memperoleh layanan perpustakaan secara khusus dan masyarakat yang memiliki cacat dan /atau kelainan fisik,emo­sional­,­men­tal,­­intelek­tual,­dan/atau sosial berhak memperoleh layanan perpustakaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing

Disaat ini  transformasi perpustakaan harus kita laksanakan sebab transformasi ini sebagai proses perubahan yang berangsur sampai pada tujuan utama.Secara ta­ha­pan transformasi ini di sana akan menjadi pusat ilmu,Peran perpus­ta­kaan,­Pusat Kebudayan (Pe­les­tarian dan pemajuan serta pusat kegiatan Masya­ra­kat (Pemberdayaan)

Dari data yang kita punya Kabupaten Agam memiliki Perpustakaan yang berstandar Nasional sebanyak 19 pustaka yang tersebar Daerah,­Sekolah Dasar (SD) Se­kolah Menengah Pertama (SMP) SMA dan Pojok Baca Nagari.Secara tingkat kun­jungan masyarakat Ka­bupaten Agam di Daerah mencapai 6,627 orang,­Sekolah Dasar 25,981 orang,­SMP 27,516 orang,­SMA 41,225 orang MI 776 orang MTS 39,514 orang MA 2,181 orang Pojok Baca Nagari 15,366 orang dan Taman baca masyarakat 3,638 orang

”Secara layanan perpustakaan di Kabupaten Agam ini patut diapresia­si,­namun kita tidak terlena disitu saja kapan perlu kita tingkatkan secara continue agar minat kunjungan serta minat baca ini terus meningkat.”Kalau kita lihat ketercukupan koleksi pustaka yang ada di Agam ini bisa dikatakan sangat lengkap,namun perlu kita ketahui,kita h­a­rus melakukan update secara terus mene­rus.­Bagai­mana kita bisa melakukan berbagai inovasi serta perubahan yang bisa sesuai dengan perkembangan zaman sehingga kejenuhan bisa diantisipasi lebih awal

Secara hak lanjut Novi irwan Hak-hak masyara­kat terhadap pustaka su­dah dicantumkan dalam Pasal (5) UU 43/2007 tentang perpustakaan me­nga­tur hak,kewajiban ma­syarakat terhadap per­pus­takaan.Namun perlu kita ketahui bahwa yang mempengaruhi budaya baca saat ini diperlukan akses internet,Digita­li­sasi,­­per­pustakan berbasis web dan ini harus di ling­kungan yang kondusif akses internet­nya.­Disam­ping itu Penerbit,penulis dan toko buku dan ini tentu akan berdampak pada daya beli masyarakat dan Fasilitas perpustakaan dan taman bacaan.” dan hal ini perlu menjadi pertimbangan bagi kita bahwa fasilitas yang repre­sen­tatif,­dimana fasilitas yang mem­­buat orang nya­man,­aman dan sejuk imbuhnya

”Nah ketika hal itu tersajikan maka insya allah perpustakaan akan terus ramai dikunjungi apalagi memberikan sejuta inovasi tentu menjadi tujuan utama nantinya.Ketika minat baca ini sudah menjadi kebutuhan pokok,bisa kita bayangkan nantinya generasi bangsa kita ke­de­pan.(pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top