Close

Hadiri HLM TPID se-Sumbar, Wabup Richi: Berharap Isu tak Benar tak Perlu Disikapi

HLM SE-SUMBAR— Wabup Tanah Datar Richi Aprian, SH. MH menghadiri HLM TPID se-Sumbar.

TAN AHDATAR, METRO–Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, SH. MH. menghadiri High Level Meeting (HLM) se Suma­tera Barat (Sumbar) dalam rangka  Strategi dan Upaya Pengendalian Inflasi Pasca-Hari Raya Idul Fitri dan menghadapi Hari Raya Idul Adha, terlaksana Ruang Rapat Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar, Kamis (9/6) lalu.

Pada kesempatan itu, Wabup Richi mengatakan Pemerintah Tanah Datar terus berupaya mengendalikan inflasi dengan me­wujudkan strategi 4K yakni, Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kestabilan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.

Selain itu, Wabup Richi menyikapi pengaruh inflasi di Sumbar diikuti dengan adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)  pa­da hewan kurban yang akan berimbas pada kenaikan harga sapi dan daging sapi menjelang Idul Adha.

Menurut Wabup Richi, perlu adanya edukasi serta sosialisasi ke masya­rakat terkait wabah PMK, “Mengantisipasi wabah PMK, Pemerintah Tanah Datar berlakukan penutupan pasar ternak selama dua minggu. Selama berlangsungnya penutupan itu,  tidak ada laporan he­wan ternak mati akibat wabah PMK, isu seperti ini perlu disikapi, jangan sampai masyarakat termakan berita tidak benar yang akan menjadi pemicu terjadi inflasi,” ujar Wabup Richi.

Di sisi lainnya, Gubernur Sumatera Barat Mah­yeldi Ansharullah mengatakan terkait inflasi di Su­matera Barat memerlukan koordinasi dan sinergitas antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah  untuk mengendalikan laju inflasi .  “Perlunya koordinasi dan sinergitas anatar semua anggota TPID, baik di provinsi maupun dae­rah,” ujar Mahyeldi.

Kepala Bank Indonesia Wahyu Purnama  menjabarkan Inflasi di Sumatera Barat di bulan Mei, disumbang  komoditas angkutan udara, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan gembolo dan nasi dengan lauk.

Sedangkan di bulan Ap­ril, inflasi kelompok di Su­matera Barat tercatat me­ngalami penurunan kecuali pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok transportasi, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman yang masih mengalami inflasi. “Realisasi inflasi propinsi Sumatera Barat secara bulanan maupun tahunan tercatat berada di atas realisasi inflasi Suma­tera, maupun realisasi inflasi nasional,”  ujar Wahyu Purnama yang saat itu dihadiri kepala daerah se Sumbar. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top