Close

Hadiri Dies Natalis UNP Ke-67, Ketua DPRD Sumbar: Jadi PTN-BH, UNP Diminta Komit Tak Naikkan UKT

Ketua DPRD Sumbar, Supardi, Gubernur Sumbar, Rektor UNP dan lainnya saat Launching UNP Menuju PTN-BH.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pro­vinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi, berharap Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) berkomitmen memegang janji untuk tidak menaikkan Uang kuliah Tunggal (UKT) ma­hasiswa. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Sumbar usai menghadiri Dies Natalis Universitas Negeri Padang Ke-67 Tahun 2021 , Senin (26/10).

DPRD sebagai salah satu penyenggara pemerintah dae­rah, Supardi mengatakan, pihaknya selalau siap menam­pung setiap aspirasi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Sumatera Barat dan menjem­bataninya jika ada mahasiswa yang merasa keberatan akan hal-hal yang tidak sesuai de­ngan aturan perkuliahan.

Menurutnya, sesuai de­ngan Tema Dies Nataliskali UNP kali ini  “PTN-BH: Beri­novasi dan Ber­pres­tasi Meng­hasilkan SDM Ung­gul untuk Indonesia Maju”,  di­harapkan bernar benar men­jadi momentum kebangkitan bagi UNP untuk perubahan. Baik secara kualitas institusi, SDM dan serta menciptakan lulusan-lusan terbaik.

Supardi juga menegaskan, meski sistem kerja perguruan tinggi secara vertikal, penga­was DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah tetap ada, karena secara teritorial UNP terletak di Provinsi Sumatera Barat.

“ Tidak hanya  secara teri­torial, institusi UNP juga masih aset pro­vinsi. Secara tugas pokok dan fungsi,  menjadi kewajiban bagi DPRD dan pemerintah untuk menampung setia[ keluhan mas­yarakat, termasuk mahasiswa,” tegas­nya.

Ketika telah beralih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), lanjutnya,  pihak universitas mesti proaktif mencari pema­sukan lain dan seharusnya tidak menjadikan uang kuliah maha­siswa sebagai prioritas.

“ Kita yakin UNP telah memiliki skema strategis dalam menjalankan universitas de­ngan status PTN BH. Jika itu tidak ada,  akan menjadi bume­rang di kemudian hari, “ tegas Supardi.

Dia mengatakan beralih­nya status UNP menjadi PTN BH merupakan hal positif,  artinya kementerian terkait telah menilai layak UNP untuk me­nge­lola kampus dengan kebi­jakan sendiri. Meski demikian, kebijakan yang dikeluarkan tidak boleh bertentangan de­ngan peraturan perundang undangan dan tidak mem­beratkan mahasiswa.

Dengan kemandirian terse­but, katanya, sudah selayaknya UNP mengoptimalkan potensi yang ada untuk dijadikan amal usaha selain uang kuliah maha­siswa.

“ Yang pasti rektor telah memberikan garansi bagi untuk tidak menaikan uang kuliah, sehingga potensi aset seperti penginapan ataupun sarana olahraga bisa diko­mersilkan menjadi income, “ katanya.

Dia mengatakan, tantangan UNP kedepan memang pada mengelola sendiri untuk meng­hidupi institusi. Semoga UNP dapat melahirkan inovasi me­lalui pe­ngem­bangan iptek dan melahikan SDM yang be­r­kualitas.

“ Sebagai pemerintah dae­rah DPRD Sumbar siap ber­sinergi dengan UNP untuk kelangsungan pembangunan daerah,” katanya.

Untuk diketahui ketika kam­pus menjadi PTN BH, maka ada sejumlah keuntungan yaitu seperti hak otonomi baik di bidang akademik, maupun non akademik, termasuk keman­dirian tata kelola dan pengam­bilan keputusan yang dimiliki oleh PTN BH. Dibalik ke­un­tungan itu, PTN BH juga me­miliki kelema­han, yaitu dana sub­sidi peme­rintah berkurang.

Sebelumnya, pada acara yang sam Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ganefri mengungkapkan akan menjamin, tidak akan menaikan uang kuliah tunggal (UKT).

“ Kita berikan kemudahan untuk mahasiswa yang ber­kuliah di kampus ini dengan tidak menaikan UKT. Hal ter­sebut dikarenakan UNP telah memiliki otonomi dalam me­ngelola universitas,” katanya

Ia melanjutkan, setelah status UNP beralih dari PTN BLU menjadi PTN BH, maka seha­rusnya UKT di UNP harus lebih murah, karena dituntut mencari sumber income generating (menghasilkan pendapatan) di luar UKT mahasiswa.

“Logikanya, (UKT) harus­nya lebih murah. Malah suatu saat nanti bisa turun (UKT), kalau memang sumber income generating kita yang lain ya,” ungkap Ganefri.Menurur Prof. Ganefri, UNP akan mempunyai otonomi setelah PTN-BH. Pe­merintah memberikan otonomi dalam bidang keuangan, sum­ber daya, tata kelola, dan ino­vasi tidak akan terhambat lagi.

Upacara Dies Natalis Universitas Negeri Padang (UNP) yang ke-67 tanggal 25 Oktober 2021, digelar secara Luring dan Daring, dalam bentuk Rapat Senat Terbuka di Gedung Auditorium UNP. Perayaan Dies Natalis UNP ke-67 bertemakan “PTN BH UNP Berinovasi dan Berprestasi menghasilkan SDM Unggul Untuk Indonesia Maju” menjadi momentum untuk ke­bang­kitan UNP.

Dalam Dies Natalis kali ini,  Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo dan Menteri Pen­didikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Maka­rim, M.BA memberikan sam­butannya  secara daring. Selain itu juga ada sambutan secara luring oleh Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph,D, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Irwan Syah­ril, Ph.D dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah, S.P. Di samping acara juga hadir pimpinan UNP di tingkat universitas dan  fakultas, pimpinan orga­nisasi kemahasiswaan serta wakil dari civitas aka­demika UNP lainnya.

Dalam Dies Natalis ke 67 ini, merupakan momentum peru­ba­han UNP dari PTN BLU menuju PTN BH, yang dilatar­belakangi oleh (1) PTN BH mampu mem­berikan keman­dirian pada pe­ngelolaan dalam berbagai ben­tuk bidang seperti bidang ke­uangan sarana dan prasarana serta ketenaga­kerjaan, (2) PTN BH dapat melahirkan percepatan inovasi melalui pengembangan IPTEK yang lebih luas untuk mengem­bangkan lembaga, (3) PTN BH, merupakan otonomi perguruan tinggi diharapkan dapat meran­cang kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan ma­syarakat dan tuntutan peruba­han, dan (4) PTN BH menuntut adanya perubahan yang me­ning­kat dalam perguruan tinggi negeri tersebut secara reputasi mau­pun kualitasnya. Baik secara institusi maupun sumber daya begitu pula dengan lulusannya. Karena tujuan awal perguruan tinggi negeri berubah statusnya menjadi berbadan hukum ada­lah untuk meningkatkan kualitas lulusannya yang berdaya saing global.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top