Menu

Hadapi Liburan Panjang Cuti Bersama, Pemko Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

  Dibaca : 184 kali
Hadapi Liburan Panjang Cuti Bersama, Pemko Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19
RAPAT BERSAMA— Untuk melakukan antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di masa liburan panjang pada 28 Oktober hingga 30 Oktober, Pjs Wali Kota Bukittinggi Zaenuddin menggelar rapat bersama jajaran SOPD terkait.

BUKITTINGGI, METRO
Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bukittinggi sebagai dampak libur panjang pada akhir Oktober nanti, Pjs.Wali Kota Bukittinggi Zaenuddin menggelar rapat yang diikuti oleh Sekretaris Daerah, Asisten I, II dan III, Kepala SKPD serta Camat di rumah dinas Walikota Belakang Balok Bukittinggi, Jumat malam (23/10).

Pjs Wali Kota Zaenuddin menyampaikan, pada akhir Oktober ini akan ada libur panjang, yakni libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 29 Oktober. Libur peringatan Maulid ini diberikan cuti bersama mulai tanggal 28 dan 30 Oktober. Kemudian berlanjut dengan libur Sabtu dan Minggu, yakni tanggal 31 Oktober dan 1 November.

“Kami telah mengikuti Rakor yang dipimpin Menko Bidang Polhukam, di mana sesuai dengan Keppres No.17 tahun 2020 yang mengatur tentang Cuti Bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara yang bulan ini jatuh tanggal 28 dan 30 Oktober. Sehingga menjadikan hari libur cukup panjang. Hal ini sangat rawan dan berpotensi untuk terjadinya penambahan kasus Covid-19 di Bukittinggi, mengingat kota kita adalah kota tujuan wisata utama di Sumatera Barat, untuk itu perlu diantisipasi lebih awal,” ujar Pjs Walikota.

Kemudian kepada masing-masing SKPD yang terkait, baik yang berhubungan dengan objek wisata, pengendalian arus lalu lintas dan parkir. Dan, pengamanan dan kebersihan kota maupun SKPD terkait lainnya dimintakan walikota untuk menyampaikan dan mempresentasikan upaya antisipasi dan langkah-langkah yang akan dilakukan nantinya.

Pjs Wali Kota Zaenuddin menegaskan, kepada seluruh SKPD agar semua sesuai dengan SOP yang ada dan juga diingatkan bahwa diobjek wisata baik yang berbayar dan tidak berbayar di masa libur panjang ini sangat rentan dan potensial terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

Kemudian, Zaenuddin mengatakan, diperkirakan nantinya akan ramai dikunjungi adalah Lobang Jepang, kandang aviary di TMSBK dan Taman Jam Gadang, untuk itu harus dilakukan upaya agar tidak terjadinya penumpukan massa dan bagaimana untuk mensiasatinya agar sesuai dengan protokol kesehatan. Begitupun dengan hotel, rumah makan maupun masjid-masjid yang berada dipinggir jalan yang nantinya akan menerima pengunjung juga benar-benar menerapkan sesuai protokol kesehatan.

Camat diminta agar lebih mengawasi pesta baralek, karena di masa libur ada kemungkinan bakal maraknya pesta baralek. “Libur panjang ini harus kita waspadai. Kita tidak ingin ada lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang ini di Bukittinggi,” ujar Zaenuddin. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional